My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 60


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗


°°°


" Silahkan duduk tuan. " Bi Ina mempersilahkan Zeno dan anak buahnya duduk di sofa ruang tengahnya.


" Terimakasih. " Ujar Sekretaris Hans yang mewakili tuan mudanya.


" Mau minum apa? " Ujar Bi Ina yang duduk di sebelah Ana.


" Tidak usah repot-repot, saya hanya sebentar. " Ujar Zeno yang sebentar lagi dia harus pergi lagi untuk mengecek perusahaan cabangnya.


" Daddy mau kemana lagi? " Ujar Caca yang sedih mendengar Zeno yang cuma sebentar di sini.


" Daddy harus ke kantor lagi, nanti malam daddy kesini lagi. " Ujar Zeno dengan mengambil alih Caca yang berada di pangkuan Ana menjadi duduk di pangkuannya.


" Daddy gak usah pergi, disini aja sama Caca. Kita main bareng sama mommy. " Ujar Caca yang memeluk erat Zeno, tidak ingin berjauhan lagi dengan daddynya.


" Caca main sama mommy saja ya, nanti malam baru main sama daddy. " Ujar Ana yang mencoba memberikan pengertian, dia tau seberapa sibuknya Zeno sekarang dan di tambah dia adalah ahli waris satu-satunya keluarga Germani.

__ADS_1


" Ndak MAU! CACA MAU SAMA DADDY, HIKSS. "


Zeno yang melihat putri kecilnya menangis menjadi bingung. Di satu sisi dia harus ke perusahaannya, tapi di satu sisi dia juga ingin bersama dengan putrinya. Kalau bukan ada masalah penting di perusahaannya dia lebih memilih bersama putrinya.


" Sini sayang, sudah jangan menangis. Caca harus ngertiin daddy, daddy kan harus kerja lagi buat Caca juga nantinya. Lagian nanti malem juga daddy kan kesini ngajak Caca main. " Ujar Ana yang mengendong Caca yang masih menangis terisak di dalam pelukannya.


" Hikss, Caca pengen daddy terus disini sama Caca mom. " Caca terus menangis membuat Zeno menghela nafas frustasi.


" Begini saja, Caca ikut daddy ya ke kantor. " Ujar Zeno yang membuat Caca langsung menoleh ke arahnya.


" Caca boleh ikut? " Ujarnya dengan masih sesegukan.


" Iya, Caca mau? " Caca langsung mengangguk mengiyakan.


" Ana bolehkan Caca ikut bersama ku? " Ujar Zeno yang meminta ijin ke wanitanya itu.


" Pasti, tanpa kau suruh pun aku pasti jagain Caca. " Ujar Zeno dengan tersenyum.


" Mommy juga ikut, boleh kan daddy? " Ujar Caca yang ingin pergi bersama dengan mommy dan daddynya.


" Tidak sayang, Caca sama daddy saja ya. Mommy tunggu di rumah. " Ujar Ana dengan tersenyum.


" Hikss, mommy gak mau pergi sama Caca. " Ujar Caca yang kembali menangis.

__ADS_1


Ana memijit pelipisnya melihat tingkah putrinya. Dia tau betul gimana Caca, jika gadis kecil itu menginginkan sesuatu dia harus mendapatkannya bagaimanapun caranya.


" Kau ikut saja, sekalian jagain Ana nanti kalau aku lagi meeting. " Ana mengangguk mengiyakan.


" Yeyyy, Ayo mommy kita siap-siap. " Ujar Caca yang langsung bangkit dan menarik-narik tangan Ana.


" Ya baiklah, tuan putri yang cengeng. "


Caca yang mendengarnya mencibikkan bibirnya dan yang lain pun tertawa melihatnya.


Setelah kepergian Ana dan Caca, kini di ruang tengah kembali sepi. Mereka semua merasa canggung satu sama lain.


" Bagaimana kabar tuan dan nyonya? " Ujar Bi Ina yang membuka pembicaraan.


" Baik. " Ujar Zeno dengan tersenyum tipis.


" Maaf jika saya lancang, bisakah tuan muda menjaga dan menyayangi Ana dan Caca. Berilah mereka kebahagian, karena sudah banyak kesedihan yang mereka lalui dan begitu banyak cacian dan makian yang mereka Terima. " Ujar Bi Ina yang menitikkan air matanya mengingat hinaan para tetangganya kepada Ana yang hamil tanpa seorang suami.


" Saya minta maaf atas kelakuan saya dulu, tapi saya janji akan menebus semua kesalahan saya di masalalu. Saya akan membuat keduanya bahagia, karena mereka berdualah sumber kebahagian saya. " Ujar Zeno dengan sendu mengingat masa lalunya yang begitu jahat ke Ana.


" Terimakasih tuan. " Bi Ina tersenyum senang melihat kejujuran di mata tuan mudanya itu.


Zeno hanya tersenyum menanggapinya. Dia janji dia akan membuat kedua wanita yang berharga dalam hidupnya itu selalu bahagia. Dia akan melindungi keduanya dengan segenap jiwa dan raganya. Bahkan kalau perlu dia akan merelakan nyawanya demi melindungi keduanya.

__ADS_1


~Bersambung~


Maaf baru bisa up sekarang, baru isi paketan 🤣 Likenya jangan lupa ya😘


__ADS_2