
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Setelah selesai sarapan. Zeno mengajak Ana berbelanja di mall, sambil mencari-cari cincin yang cocok untuk pernikahan mereka nantinya.
" Sayang kita ke mall yuk, sekalian nyari cincin. " Ujar Zeno yang tiduran di atas paha Ana sebagai bantalannya.
" Hmm, nanti sore aja deh kak. Ini juga masih pagi banget. " Ujar Ana yang melihat jam dinding menunjukkan pukul delapan pagi.
" Justru itu sayang, belanja pagi-pagi kan enak sayang gak banyak orang. " Ujar Zeno mendongak menatap Ana yang sedang memainkan ponselnya.
" Macet kak, jam segini. Ana males. " Ujar Ana yang masih sibuk memainkan ponselnya, dia sedang membalas chat dari Olivia, sahabatnya.
" Kamu lagi ngapain sih? Dari tadi aku lihatin kamu sibuk banget sama ponsel kamu itu! " Ujar Zeno yang bangkit dari posisi tidurannya dan menatap Ana dengan tajam.
Pria tampan itu paling tidak suka melihat wanitanya sibuk dengan ponselnya disaat mereka berduaan.
" Ana! kamu denger gak sih?! " Ujar Zeno yang nada bicaranya sudah mulai meninggi dari sebelumnya.
Dia kesel dengan Ana yang masih memainkan ponselnya. Seolah-olah wanita itu mengacuhkan dirinya. Ingin rasanya dia banting ponsel itu, tapi dia takut Ana akan marah dan berujung mendiaminya.
" Huhh, apa sayang? " Ujar Ana dengan meletakkan ponselnya di pahanya dan menatap Zeno dengan tersenyum.
__ADS_1
" Aku gak suka ya kamu cuekin aku! " Ujar Zeno dengan kesal.
" Iyaa-iyaa maaf, lagian aku gak cuekin kamu. Kamu ngomong aku balas kan. " Ujar Ana yang tidak mau disalahkan.
" Tapi kamu sibuk sama ponsel kamu sayang! " Ujar Zeno yang terus memojokkan Ana.
" Ya, ya, ya, ya. Terserah kamu, jadi ke mall nya? " Tanya Ana yang mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
" Tadi katanya males! " Ujar Zeno yang bangkit mengambil ponsel di atas tempat tidur.
" Gak jadi malesnya. " Ujar Ana menatap Zeno yang tengah tiduran di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
" Hmm. " Zeno hanya berdehem dan sibuk memainkan ponselnya.
" Ishh, kak! Kok kamu jadi main HP gitu?! Tadi katanya mau ke mall?! " Ujar Ana dengan kesal melihat Zeno yang sibuk dengan ponselnya.
" Biarin! Tadi kamu kaya gitu pas aku ngomong. " Ujar Zeno dengan santai.
Brakk ...
Ana mengebrak meja di depannya, membuat Zeno terkejut menatapnya.
" JADI KAMU MAU BALAS DENDAM GITU?! YA UDAH SETERAH KAMU! MALAM INI AKU MAU TIDUR SAMA CACA AJA!!! " Teriak Ana dengan kesal dan berjalan keluar.
" Jadi dia yang marah? Seharusnya kan gua yang marah. " Gumam Zeno yang langsung menyusul Ana keluar.
__ADS_1
...------------...
Ana yang tengah kesal itu memilih untuk menemui kedua orang tuanya di ruang tengah. Tapi setibanya dia disana, dia tidak mendapati kehadiran kedua orang tuanya.
" Bi, kesini sebentar. " Ujar Ana kesalah satu pelayan yang lewat di depannya.
" Ada apa nona? " Ujar pelayan tersebut dengan menundukkan kepalanya.
" Papih sama mamih kemana ya bi? Tumben sekali mereka gak ada disini? " Ujar Ana yang bingung tidak mendapati kehadiran kedua orang tuanya.
" Tuan dan nyonya berada di kolom renang indoor, nona. "
" Ohh gitu, ya udah bi. Makasih ya, bibi boleh lanjut kerja. " Ujar Ana dengan tersenyum.
" Baik nona, kalau begitu saya permisi. " Ujar pelayan tersebut.
Tapi sebelum pelayan itu pergi, Ana menahannya kembali.
" Ehh bi, tunggu. Ana minta tolong buatkan jus alpukat dan anter ke kolom renang indoor ya bi. " Ujar Ana dengan sopan.
" Baik nona, kalau begitu saya permisi. "
Ana mengangguk tersenyum. Dia langsung pergi ke kolom renang indoor menemui kedua orang tuanya.
~Bersambung~
__ADS_1