My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 98


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Setelah selesai sarapan. Zeno mengajak Ana berbelanja di mall, sambil mencari-cari cincin yang cocok untuk pernikahan mereka nantinya.


" Sayang kita ke mall yuk, sekalian nyari cincin. " Ujar Zeno yang tiduran di atas paha Ana sebagai bantalannya.


" Hmm, nanti sore aja deh kak. Ini juga masih pagi banget. " Ujar Ana yang melihat jam dinding menunjukkan pukul delapan pagi.


" Justru itu sayang, belanja pagi-pagi kan enak sayang gak banyak orang. " Ujar Zeno mendongak menatap Ana yang sedang memainkan ponselnya.


" Macet kak, jam segini. Ana males. " Ujar Ana yang masih sibuk memainkan ponselnya, dia sedang membalas chat dari Olivia, sahabatnya.


" Kamu lagi ngapain sih? Dari tadi aku lihatin kamu sibuk banget sama ponsel kamu itu! " Ujar Zeno yang bangkit dari posisi tidurannya dan menatap Ana dengan tajam.


Pria tampan itu paling tidak suka melihat wanitanya sibuk dengan ponselnya disaat mereka berduaan.


" Ana! kamu denger gak sih?! " Ujar Zeno yang nada bicaranya sudah mulai meninggi dari sebelumnya.


Dia kesel dengan Ana yang masih memainkan ponselnya. Seolah-olah wanita itu mengacuhkan dirinya. Ingin rasanya dia banting ponsel itu, tapi dia takut Ana akan marah dan berujung mendiaminya.


" Huhh, apa sayang? " Ujar Ana dengan meletakkan ponselnya di pahanya dan menatap Zeno dengan tersenyum.

__ADS_1


" Aku gak suka ya kamu cuekin aku! " Ujar Zeno dengan kesal.


" Iyaa-iyaa maaf, lagian aku gak cuekin kamu. Kamu ngomong aku balas kan. " Ujar Ana yang tidak mau disalahkan.


" Tapi kamu sibuk sama ponsel kamu sayang! " Ujar Zeno yang terus memojokkan Ana.


" Ya, ya, ya, ya. Terserah kamu, jadi ke mall nya? " Tanya Ana yang mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


" Tadi katanya males! " Ujar Zeno yang bangkit mengambil ponsel di atas tempat tidur.


" Gak jadi malesnya. " Ujar Ana menatap Zeno yang tengah tiduran di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


" Hmm. " Zeno hanya berdehem dan sibuk memainkan ponselnya.


" Ishh, kak! Kok kamu jadi main HP gitu?! Tadi katanya mau ke mall?! " Ujar Ana dengan kesal melihat Zeno yang sibuk dengan ponselnya.


" Biarin! Tadi kamu kaya gitu pas aku ngomong. " Ujar Zeno dengan santai.


Brakk ...


Ana mengebrak meja di depannya, membuat Zeno terkejut menatapnya.


" JADI KAMU MAU BALAS DENDAM GITU?! YA UDAH SETERAH KAMU! MALAM INI AKU MAU TIDUR SAMA CACA AJA!!! " Teriak Ana dengan kesal dan berjalan keluar.


" Jadi dia yang marah? Seharusnya kan gua yang marah. " Gumam Zeno yang langsung menyusul Ana keluar.

__ADS_1


...------------...


Ana yang tengah kesal itu memilih untuk menemui kedua orang tuanya di ruang tengah. Tapi setibanya dia disana, dia tidak mendapati kehadiran kedua orang tuanya.


" Bi, kesini sebentar. " Ujar Ana kesalah satu pelayan yang lewat di depannya.


" Ada apa nona? " Ujar pelayan tersebut dengan menundukkan kepalanya.


" Papih sama mamih kemana ya bi? Tumben sekali mereka gak ada disini? " Ujar Ana yang bingung tidak mendapati kehadiran kedua orang tuanya.


" Tuan dan nyonya berada di kolom renang indoor, nona. "


" Ohh gitu, ya udah bi. Makasih ya, bibi boleh lanjut kerja. " Ujar Ana dengan tersenyum.


" Baik nona, kalau begitu saya permisi. " Ujar pelayan tersebut.


Tapi sebelum pelayan itu pergi, Ana menahannya kembali.


" Ehh bi, tunggu. Ana minta tolong buatkan jus alpukat dan anter ke kolom renang indoor ya bi. " Ujar Ana dengan sopan.


" Baik nona, kalau begitu saya permisi. "


Ana mengangguk tersenyum. Dia langsung pergi ke kolom renang indoor menemui kedua orang tuanya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2