
~ Happy Reading ~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Ana semakin mundur saat melihat Zeno yang merangkak naik ke atas ranjang menghampirinya.
" Hikss, kumohon jangan lakukan itu. " Isak tangis Ana yang kini mengingat kejadian masa lalunya.
Zeno terus merangkak mendekati Ana yang kini bersiap-siap untuk kabur. Tapi gerak gerik Ana sudah lebih dulu di ketahui Zeno. Zeno langsung menarik kaki Ana saat Ana ingin turun dari ranjang.
Ana terus memberontak melihat Zeno yang kini sudah berada di atas tubuhnya. Pria tampan itu langsung membuka jasnya dan melemparnya ke sembarang tempat.
Di kecupnya tengkuk Ana dengan kasar. Bukan hanya kecupan yang di berikan, tapi remasan kasar juga di lakukan Zeno di kedua gunung kembar Ana.
Ana semakin menangis terisak-isak melihat dirinya kembali di lecehkan Zeno. Bahkan tangisannya itu semakin histeris saat Zeno ingin membuka baju atasannya.
Zeno seakan sadar dengan perbuatannya itu. Dilihatnya Ana yang menangis histeris di bawah kungkungannya.
" Maaf, maafin aku Ana. " Ujar Zeno yang langsung berguling ke samping dan di peluknya tubuh Ana yang sekarang masih menangis dengan histeris.
" HIKSS, HIKSS, JANGAN KU MOHON, JANGAN LAKUKAN ITU!!! HIKSS. "
__ADS_1
Zeno semakin mengeratkan pelukannya. Dia merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menahan emosi. Dia sudah tau selama ini Ana mengalami trauma atas semua perbuatannya dulu.
" Maaf, aku tak akan melakukannya, shutt, diamlah sayang. " Ujar Zeno yang mengecup pucuk kepala Ana dan mengusap belakang kepala Ana dengan penuh kasih sayang.
" Hikss, hikss, aku tidak bersalah, jangan lakukan itu, hikss. " Ujar Ana yang masih menangis di dalam pelukan Zeno, tapi kali ini tangisannya sudah lebih baik dari sebelumnya.
" Iyaa, iyaa, maafkan aku. " Ujar Zeno yang kembali mengecup pucuk kepala Ana dan di hapusnya air mata wanitanya yang jatuh di kedua pelupuk matanya.
Ana sudah semakin tenang saat melihat tatapan lembut dan penuh kasih sayang dari pria di depannya ini.
" Sudah ya, maafkan aku. " Ujar Zeno yang kembali membawa tubuh Ana kedalam pelukannya.
Ana merasa nyaman di dalam pelukan Zeno. Baru kali ini dia merasa nyaman di pelukan pria yang di anggapnya seperti monster atau lebih parahnya seperti iblis.
Setiap malam pria itu selalu bermain dengan tubuhnya sampai dirinya merasa puas tanpa memerdulikan teriakan kesakitan dirinya. Bahkan paginya pria itu melakukannya lagi seakan belum puas dengan permainannya semalam.
Ana masih ingat dimana Zeno yang bermain dengan tubuhnya dari sore sampai ke sore lagi. Walaupun ada jedah, tapi hanya beberapa jam saja dan setelah itu pria itu melakukannya lagi dan lagi dengan berbagai macam gaya. Sangat-sangat lelah dan bahkan dirinya sampai pingsan karena tidak bisa kuat menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
" Hikss, jangan lakukan itu lagi, hikss, aku takut, hikss. " Ujar Ana yang masih menangis sesegukan di dalam pelukan Zeno.
" Iyaa, maafkan aku sayang. " Ujar Zeno yang mengecup kening, pipi, dagu, mata, dan hidung Ana.
" Hmm, aku mau menemui Caca. " Ujar Ana yang ingin bangkit tapi di tahan Zeno.
__ADS_1
" Tidak, kau tidur saja. Caca lagi bermain dengan Hans. " Ujar Zeno yang kembali menarik Ana ke dalam pelukannya.
" Aku tidak mengantuk kak. " Ujar Ana yang berontak di dalam pelukan Zeno.
" Diamlah sayang, apa kau mau aku kita melakukan hubungan suami istri, hmm? " Ujar Zeno yang menatap mata wanitanya yang kini tengah kesal dengannya.
" DASAR MESUM!!! " Teriak Ana dengan memukul-mukul dada bidang Zeno membuat pria yang menjadi korbannya itu terkekeh geli.
" Makanya tidur, kalau kau tidak tidur akan ku buat kau lelah sampai kau tertidur. " Ujar Zeno membuat Ana langsung berhenti memukul-mukul dada bidang Zeno.
" A-aku sudah mengantuk. " Ujar Ana yang langsung menutup matanya, pura-pura tidur agar Zeno tidak melakukan hal itu kepadaya.
Zeno yang melihat terkekeh dengan tersenyum. Di bawanya tubuh wanitanya itu kedalam pelukannya. Sungguh dirinya sangat merindukan momen-momen seperti ini, dimana dia bisa memeluk tubuh wanitanya kembali.
" Aku mencintai mu Ana. " Ujar Zeno yang mengecup kening Ana dan ikut tertidur dengan memeluk tubuh wanitanya.
Ana yang belum tertidur terdiam mendengar pernyataan cinta pria monster itu. Tidak pernah terpikir di benaknya bahwa pria itu mencintai dirinya juga.
Tapi percuma saja mereka berdua saling mencintai. Tapi takdir tidak bisa menyatukan mereka dengan status yang mereka miliki, Saudara Kandung.
~Bersambung~
Maaf ya up nya malam, soalnya ada begituannya, takut puasa aku nanti batal🤠Likenya jangan lupa ya😘 mudah" an episod nya gk di tolak🤣
__ADS_1