My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 40


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


One Week later


Kini hari yang di tunggu-tunggu Zeno pun tiba. Dimana hari ini dia akan menjadikan Veronica Zee sebagai istrinya.


Semua para keluarga besar dari Zeno maupun Veronica sudah berkumpul di sebuah gedung yang akan menjadi tempat akad nikah keduanya berlangsung.


Tapi tidak dengan Ana. Wanita cantik itu memutuskan untuk tidak menghadiri acara pernikahan kakaknya itu dengan calon istrinya.


" Huftt kenapa nasib ku seperti ini? " Ujar Ana dengan memandangi wajahnya dari meja rias di kamarnya.


Tokk ...


Tokk ...


Bunyi ketukan pintu membuat Ana langsung menghapus air matanya dan berjalan membukakan pintu kamarnya.

__ADS_1


Cklek ...


" Bi Lona? " Ujar Ana yang melihat kehadiran pembantunya itu di depan pintu kamarnya.


Ana bingung sekali, pasalnya sejak tadi pagi bi lona sudah pergi ke gedung pernikahan Zeno dan sekarang wanita paruh baya itu malah ada disini.


" Bibi kenapa pulang? Ada barang yang tertinggal ya? " Ujar Ana yang ditanggapi gelengan oleh bi Lona.


" Terus kenapa bi? " Ujar Ana yang terkejut karena bi lona tiba-tiba memeluknya.


" Hikss, bibi tau non hikss, kalau non pasti sekarang sedang sedih melihat tuan Zeno menikah dengan wanita lain bukan sama non hikss. "


Ana yang mendengarnya ikut meneteskan air matanya. Sesak, sedih, kecewa, terluka, semua bercampur menjadi satu. Tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikhlaskan kakaknya itu bersama dengan wanita lain.


" Bi gak usah nangis gitu, Ana gak papa. Ana sudah ikhlas dan Ana mohon jangan beritahukan siapapun kalau Ana hamil anak kak Zeno. " Ujar Ana dan diangguki bi Lona.


" Bibi janji non. " Ujar Bi Lona dengan masih meneteskan air matanya.


Dan tanpa mereka ketahui ada seseorang yang baru tiba mendengar pembicaraan keduanya. Sebelum keduanya menyadari kehadirannya disana, orang itu pun langsung buru-buru pergi.

__ADS_1


" Hmm, bi. Apa Ana boleh minta tolong? " Ujar Ana yang sedikit ragu-ragu.


" Tentu nona, selama saya bisa bantu pasti saya bantu. " Ujar Bi Lona dengan semangat.


" Bisakah bibi membelikan tiket kereta api untuk Ana? " Ujar Ana membuat Bi Lona terkejut mendengarnya.


" Nona Ana mau pergi kemana? " Ujar Bi Lona dengan menggenggam kedua tangan Ana.


" Ana mau nyusul Bi Ina, bi. Ana mau hidup dan membesarkannya di kampung bi Ina aja. " Ujar Ana dengan mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.


" Apa nona yakin? " Ujar Bi Lona memastikan.


" Yakin bi, Ana gak mau ganggu kehidupan kak Zeno dan yang lainnya. Lagian kehadiran Ana disini tidak diinginkan oleh siapapun dan lebih baik Ana pergi darisini. " Ujar Ana dengan sendu.


" Nona tidak boleh bicara seperti itu, Bibi seneng bisa kenal nona muda dan kalau gitu bibi belikan tiketnya, nona tunggu sebentar ya, sekalian nanti bibi bantu bereskan barang-barang nona. " Ujar Bi Lona dengan mengelus telapak tangan Ana.


" Gak usah bi, biar Ana yang beres-beres. Bibi belikan aja tiketnya biar cepet. Takut keburu mereka pulang. " Ujar Ana yang ingin cepat-cepat keluar dari sini.


" Baiklah nona, kalau begitu bibi pergi dulu. " Ana mengangguk mengiyakan dan setelah kepergian Bi Lona, Ana langsung memasukkan pakaian-pakaiannya kedalam salah satu kopernya.

__ADS_1


~Bersambung~


Maaf ya baru up🙏 Habis selesai ulangan praktek, badan ku langsung drop banget dan baru bisa sekarang up nya🥲 Ini juga badan masih belum sembuh total, minta doanya biar aku bisa cepet sembuh😘


__ADS_2