
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Malam harinya, di meja makan. Fania dan David tengah berbincang-bincang tentang putri mereka, Ana. sambil menunggu putra dan putri mereka turun.
" Pih, sampe kapan kita nyembunyiin semuanya dari Ana? Bagaimanapun Ana berhak tau dan mamih pengen cepet-cepet Ana dan Zeno menikah, kasihan Ana belum memiliki status yang jelas apalagi sekarang mereka sudah memiliki seorang putri, apa kata orang lain jika mereka tau kalau Ana punya anak di luar nikah. " Ujar Fania dengan tatapan serius memandang sang suami.
Apa yang dikatakan sang istri ada benarnya. Lambat lain para tetangga bakal tau tentang putri mereka yang sudah memiliki Anak. Apalagi mereka tau, bahwa Ana belum sama sekali menikah dan apa yang harus mereka katakan jikalau semua itu terjadi?.
Tapp ...
Tapp ...
Tapp ...
Suara langkah kaki menuruni setiap anak tangga membuat keduanya yang tengah mengobrol serius itu harus terhenti saat melihat Ana, Zeno dan Caca yang tengah berjalan menghampiri mereka.
" Nanti kita bicarakan lagi, sekalian ajak Zeno."
__ADS_1
Fania mengangguk mengiyakan. Bagaimanapun semua ini harus dirundingkan dengan sang putra.
" Selamat malam, grandpa, grandma. " Ujar Caca yang menyapa kedua pasangan paruh baya itu.
" Night, cucu Grandpa yang cantik. " Ujar David dengan mencium pipi Caca.
" Malam juga cucu Grandma, sini duduk di sebelah grandma. " Ujar Fania sambil menggeser kursi makan di sampingnya.
" Siap grandma. " Ujar Caca yang langsung duduk di kursi yang sudah di siapkan Fania.
" Mamih, papih tadi bicarain apa? " Ujar Ana yang duduk di depan Fania dan di samping Zeno.
Fania dan David saling pandang satu sama lain. Mereka gugup dan bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin bukan kalau mereka bilang sedang membicarakan dirinya?.
Ana menatap mamihnya dengan tatapan curiga. Sangat aneh dengan tingkah mamihnya dan ditambah tatapan gugup dan bingung yang terpancar dari ekspresi wajah papihnya. Seperti seseorang yang menutupi sesuatu.
" Sayang, jangan melamun. Ayo kita makan. " Ujar Zeno yang berusaha mengalihkan rasa curiga Ana kepada kedua orang tua mereka.
" Ya baiklah. " Ujar Ana yang ingin mengambil lauk dan nasi, tapi terhenti saat melihat piringnya yang sudah penuh dengan nasi lengkap dengan lauk pauk.
" Kapan piring ku penuh? " Gumam Ana yang masih bisa di dengar oleh Zeno disampingnya.
__ADS_1
" Mamih tadi yang isi, makanya jangan melamun aja. " Ujar Zeno sambil menyuapkan sesuap nasi ke mulutnya.
" Makasih ya, mih. " Ujar Ana menatap Fania dengan tersenyum.
" Sama-sama sayang, ayo dimakan. " Ujar Fania dengan membalas tersenyum.
Ana mengangguk mengiyakan dan mulai memakan makanannya. Selagi mereka menikmati makan malam bersama. Suara seseorang dari arah pintu utama membuat mereka memberhentikan kegiatan makan malam mereka.
" Maaf nyonya, tuan, di depan ada nona Veronica. " Ujar pembantu yang baru menghampiri mereka.
" Ahh aunty vero datang, Caca mau kesana! " Ujar Caca dengan semangat dan langsung berlari menuju ruang tengah.
" CACA JANGAN LARI SAYANG! NANTI JATUH!!! " Ujar Ana dengan panik dan langsung menyusul putri kecilnya itu yang tidak mendengar perkataannya.
" SAYANG JANGAN LARI!!! "
Zeno menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ibu dan anak itu.
" Udah ayo kita ke depan. " Ujar Fania yang berjalan duluan diikuti sang suami dan Zeno.
~Bersambung~
__ADS_1
Maaf baru bisa up sekarang, nunggunya lama banget ya?🤭 Maaf ya, otaknya baru fresh sekarang😆
Likenya jangan lupa ya😘 Terimakasih 🙏😊