
Happy Reading :)
^^^
Brakkk ...
Cecilia menggebrak meja makan membuat mereka semua langsung menatap ke arahnya.
" Sudah cukup ya pih! Selama ini Cecil sabar lihat perlakuan papih kaya gini!!! " Teriak Cecilia dengan mata yang berapi-api.
Cecilia sudah tidak bisa lagi membendung rasa kekecewaan dan amarahnya saat melihat Johan yang sering bergonta-ganti pasangan dan yang paling bodohnya mamihnya itu masih bertahan dengan sikap papihnya itu yang sudah di luar batas kesabaran.
Kesabaran mamihnya itulah yang membuat dirinya kesal dan mendiamkan mamihnya itu. Cecil hanya kesal kenapa mamihnya itu masih bertahan dengan lelaki brengsek seperti Johan ini dan kalau pun kedua orang tuanya berpisah, Cecilia amat sangat senang melihatnya. Karena dia tidak ingin melihat mamihnya menangis lagi setiap malam melihat papihnya yang berselingkuh.
" HEII BOCAH, KAU DIAM SAJA! JANGAN PERNAH MENCAMPURI URUSAN KAMI!!! " Bukannya Johan yang menjawab melainkan wanita selingkuhan itu dengan tersenyum sinis.
" SEHARUSNYA KAU YANG DIAM JALANGG!!! CIHH, MASIH MUDA AJA UDAH JADI PELAKOR!!! " Bentak Cecilia dengan menatap merendahkan wanita tersebut.
" APA KAU BILANGGG?!! " Wanita itu berjalan mendekati Cecilia dan saat dia ingin menampar Cecilia, tapi sudah keburu di tahan oleh Liana.
__ADS_1
" Jangan sentuh putriku!" Ujar Liana dengan penuh penekanan dan menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar.
" Aww, dasar wanita tua! Sayang kau lihatlah mereka. " Ujar wanita itu dengan merengek ke Johan.
Johan yang bisa terdiam melihatnya. Ada perasaan sedih saat melihat tatapan putrinya yang begitu membencinya. Dia melakukan hal ini karena ingin melindungi mereka semua.
" Kita pergi saja. " Ujar Johan yang berlalu keluar meninggalkan mereka.
Wanita itu yang ingin mengikuti Johan sudah keburu di jambak oleh Cecilia.
" Aww, sakitt!!! " Teriak Wanita tersebut dengan memukul-mukul tantan Cecilia yang menjambak rambutnya.
" DAN JAUHI PAPIH KU!!! " Bentak Cecilia dengan menghempaskan tubuh wanita itu dengan kasar dan membuat wanita itu terjatuh membentur meja makan.
" PENJAGAAA!!! " Teriak Cecilia dengan penuh kemarahan.
" Ya, nona muda. " Ujar kedua pengawal yang berlari menghampiri Cecilia.
" Seret wanita ini keluar dan jangan biarkan tubuh kotornya itu menginjakkan di mansion ini lagi. " Ujar Cecilia.
__ADS_1
" Baik, nona. " Ujar serempak keduanya dan langsung menyeret tubuh wanita itu yang sudah lemas akibat kepalanya yang terbentur meka makan dan mengeluarkan darah.
Johan yang masih berdiri di luar pintu utama hanya membiarkan saja apa yang dilakukan putrinya itu. Lagian juga dia membawa wanita itu juga ada alasannya agar istri dan putrinya selamat.
...-----------...
" Mamih gak mau tau, kalian berdua harus cari Ana sampe dapat! " Ujar Fania yang mengamuk saat Zeno dan Davidto baru sampai.
" CIHH, Mih ini dah malam. Gilaa aja aku sama papih suruh nyari. Lagian juga biarin aja, dia mau ilang kek mau mati kek. " Ujar Zeno yang berhasil membuatnya mendapatkan tamparan dari Fania.
Plakkk ...
" Jangan ngaco kamu! Cepetan carii!!!! " Teriak Fania dengan menggelegar membuat Davidto langsung menarik tubuh putranya keluar dari mansion.
Kalau keduanya masih ada disana bisa-bisa amukan istrinya itu makin menjadi. Biarlah keduanya mengalah untuk saat ini, daripada terkena amukan singa betina.
" JANGAN PULANG KALAU BELUM DAPAT!!! " Teriak Fania sambil menatap kepergian suami dan putranya.
~Bersambung~
__ADS_1
Likenya jangan lupa ya😘