
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
" Selamat ya sayang, mamih bahagia banget lihat kalian bisa bersama kembali. " Ujar Fania menghampiri putranya dan putrinya atau calon menantunya.
" Iya, mih. Makasih. " Ujar Ana dengan tersenyum.
" Selamat son. " Ujar Davidton sambil menepuk pundak putranya.
" Hmm. " Zeno hanya membalas dengan berdehem dan tersenyum.
" Mamih harap kalian tetap bersama sampai hari H nanti. " Ujar Fania dengan tersenyum bahagia, karna hari ini adalah hari yang paling dinanti-nantikan olehnya dimana melihat putranya melamar Ana.
" Salah dong Mih, seharusnya sampai maut memisahkan. " Ujar David menimpali.
" Hehehe, ya udah pih ulang. " Ujar Fania dengan terkekeh.
" Ekhem, mamih harap kalian tetap bersama sampai maut memisahkan. " Ujar Fania yang benar-benar mengulanginya dan membuat Ana tersenyum melihatnya.
" Aminnn. " David langsung mengaminkan dengan cepat.
" Aminn. " Ujar Fania yang juga menimpalinya dan begitupun dengan Ana serta Zeno yang juga ikut mengaminkan.
" Jadi kapan kalian menikah? " Ujar Fania menatap putra dan putrinya.
" Rencananya minggu depan. " Ujar Zeno membuat Ana terkejut mendengarnya.
" Gak terlalu kecepatan? " Tanya Ana sambil menatap Zeno.
" Ya udah, besok aja. " Ujar Zeno dengan santai membuat Ana yang mendengarnya melotot.
" Fine, minggu depan. " Ujar Ana menatap Zeno yang tersenyum manis kearahnya.
" Besok aja sayang, kan lebih cepat lebih baik, biar Caca juga cepet punya adeknya. " Ujar Zeno menatap Ana dengan smirk.
" Mesumm!!! " Teriak Ana membuat kedua orang tua mereka yang mendengarnya menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Kurangi mesum kamu itu, gak baik terlalu mesum. " Ujar Fania.
" Gak papalah mih, mesum sama istri sendiri mah gak papa, ya gak son? " Ujar David melirik putranya.
" Setuju kali ini sama papih. " Ujar Zeno yang bertos dengan papih nya.
__ADS_1
" Anak sama bapak sama aja, ayo kita pulang saja sayang. Tinggalin aja nih duo mesum. " Ujar Fania menarik tangan Ana dan diangguki Ana.
" MAMIH! KAN ACARANYA BELUM SELESAI! ZENO BELUM DINNER SAMA ANA!!! " Teriak Zeno menatap kepergian Ana dan mamih nya.
" DINNER AJA SAMA PAPIH KAMU!!! " Teriak Fania sambil terus berjalan menggandeng tangan Ana kembali ke mansion.
Zeno dan Davidto saling bertatapan dan sedetik kemudian mereka langsung bergidik ngeri membayangkan mereka berdua dinner romantis disini.
" Papih masih normal! " Ujar Davidto yang langsung berlari mengejar sang istri meninggalkan putranya yang berteriak kepadanya.
" ZENO JUGA MASIH NORMAL KALI!!! " Teriak Zeno yang kemudian menyusul istrinya, ehh ralat calon istrinya.
...---------------...
Keesokan paginya. Keluarga besar Germani tengah menikmati sarapan yang penuh kehangatan.
" Mommy, Caca mau itu. " Ujar Caca sambil menunjuk sadwich yang dibuat Fania tadi bersama dengan Ana.
" Caca mau ini juga? " Ujar Ana sambil mengambil sepotong sadwich dan Caca mengangguk mengiyakan.
" Emang perutnya masih muat? " Ujar Ana yang juga meletakkan sadwith itu di piring putri kecilnya.
" Muat kok mom. " Ujar Ana yang langsung memakan sadwith tersebut.
" Hmm, gedenya perut anak mommy ini. " Ujar Ana sambil meledek.
" Kan Caca laper. " Tambah Caca yang langsung meminum susunya setelah sadwithnya habis.
" Bukan laper, tapi rakus! " Ujar Zeno yang juga ikut-ikutan meledak Putri kecilnya.
" BUKAN! Caca laper bukan rakus. " Ujar Caca yang tidak terima di bilang rakus.
" Huhhh, dasar rakus. " Ledek Zeno dengan menjulurkan lidahnya.
" HUAAA, DADDY JAHAT!!! " Teriak Caca sambil menangis kencang membuat Ana, Fania, David dan Bi Ina yang melihatnya terkekeh.
" Kamu ini suka banget ledekin anak kamu! " Ujar Fania menatap Zeno sambil menggelengkan kepalanya.
" Sini sayang, sama grandma. " Ujar Fania sambil merentangkan tangannya dan Caca langsung bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri Fania.
" HUAA, Daddy jahat, hikss. " Ujar Caca memeluk grandmanya.
" Cup, cup, cup, nanti grandma kasih daddy hukuman. Sudah ya, anak cantik gak boleh nangis. " Ujar Fania yang mengangkat tubuh mungil Caca agar duduk di pangkuannya.
" Hikss, Caca kan gak rakus, hikss, daddy jahat, hikss. "
__ADS_1
Zeno tertawa senang berhasil membuat putri kecilnya menangis. Satu hobby baru untuk dirinya menganggu putrinya apalagi berhasil membuat putrinya menangis dan setelah itu dia akan berusaha keras membujuk putri kecilnya itu untuk memaafkannya.
" Tolong ambilkan coklat di freezer. " Bisik Zeno ke pelayan yang selalu sigap berdiri di belakang mereka sampai mereka selesai makan.
" Baik tuan muda. " Pelayan itu membungkuk sebelum berlalu pergi mengambilnya.
" Hikss, Caca haus. " Ujar Caca menatap imut grandmanya.
Ana yang mendengarnya langsung menuangkan segelas air putih.
" Nihh minum sayang. " Ujar Ana memberikan gelas berisikan air putih itu.
Fania langsung mengambilnya dan meminumkannya kepada Caca.
" Sudah grandma. " Ujar Caca dan Fania langsung meletakkan kembali gelasnya di atas meja.
" Sudah nangisnya? Sini duduk sama mommy. " Ujar Ana sambil merentangkan tangannya.
Caca melihatnya langsung membuang muka. Dia masih ngambek dengan mommy dan daddynya yang mengatainya rakus.
" Gak mau sama mommy nihh. " Ujar Ana yang masih terus membujuk putrinya.
" Huhu, jangan ngomong sama Caca, Caca ngambek sama mommy. " Ujar Caca dengan melipat tangannya di dada sambil terus membuang muka.
" Sama daddy gak kan? " Ujar Zeno dengan menatap putrinya sambil menaik turunkan alisnya.
" Daddy juga! " Ujar Caca membuat Fania, David dan Bi Ina tertawa melihatnya.
" Hahaha, syukurin kamu Zen. " Ujar David tertawa bahagia melihat cucunya yang tengah ngambek ke putranya.
" Maaf tuan ini coklatnya. " Ujar pelayan tadi sambil menyerahkan sekotak coklat ke tuan mudanya.
" Hmm. " Zeno langsung mengambilnya.
" Yakin nih ngambek sama daddy? " Ujar Zeno sambil menunjukkan sekotak coklat yang berhasil membuat Caca menatap kearahnya.
" Coklat? Tahan Caca, tahan, jangan terpancing. " Batin Caca yang terus menggeleng, kali ini dia gak boleh terpancing sama daddynya, walaupun coklat-coklat itu terus memanggil namanya.
" Ya udah kalau masih ngambek sama daddy, coklatnya biar daddy makan. " Ujar Zeno sambil membuka kotaknya dan mengambil satu coklat.
Saat dia ingin memakannya. Caca langsung berteriak kencang membuat mereka semua yang ada disana reflek langsung menutup kuping. Apalagi Fania yang sedang memangku Caca, telinganya langsung berdenging mendengar teriakan tiba-tiba cucunya.
" TIDAK!!!! "
~Bersambung~
__ADS_1
Likenya jangan lupa ya😘