My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 128


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Ditaman belakang mansion kediaman Germani. Caca tengah bermain ayunan seorang diri, hari ini Tania tidak bisa menemani dirinya bermain. Karna sahabatnya akan berziarah ke makam kedua orang tuanya. Tadi dia ingin ikut, tapi tidak diperbolehkan kedua orang tuanya karna semalam dia mengalami demam.


" Grandma cariiin, ternyata disini. " Ujar Fania yang ikut duduk di ayunan.


" Grandma kenapa nyariin caca? " Ujar Caca menatap ke samping.


" Grandma mau ajakin cucu grandma yang cantik ini shopping, Caca mau? " Ujar Fania dan diangguki Caca dengan tersenyum.


" Mau grandma, tapi apa di ijinin sama daddy, mommy? " Ujar Caca yang langsung merubah raut wajahnya yang tadi senang menjadi sendu.


" Justru itu sayang, mumpung daddy sama mommy lagi keluar, kita shopping. " Ujar Fania membuat Caca kembali tersenyum senang.


" Kalau gitu ayo kita berangkat grandma. " Ujar Caca yang langsung turun dari ayunan.


" Baiklah, ayo kita ganti baju dulu. " Ujar Fania menggandeng tangan Caca masuk kedalam mansion.


Setelah selesai berganti pakaian. Fania langsung membawa cucu tersayangnya pergi ke mall. Mumpung di mansion hanya ada mereka berdua, jadi dia lebih leluasa mengajak cucunya berbelanja.


Setibanya di pusat mall milik suaminya. Dia langsung menggandeng tangan cucunya memasuki mall.


Fania mengajak Caca menuju butik langganannya. Caca yang pada dasarnya gadis penurut, hanya bisa diam mengikuti kemana grandmanya pergi.


" Selamat datang di butik kami, nyonya Germani. " Ujar pemilik butik yang turun tangan menyambut mereka.


" Hmm, tunjukkan koleksi gaun anak kecil terbaru. " Ujar Fania yang tujuannya ingin membelikan cucunya gaun baru.


" Baik, mari ikutin saya nyonya. " Ujar pemilik butik itu yang juga turun tangan menunjukkan koleksi gaun anak kecil terbaru di butik nya.


Fania hanya diam mengikuti pemilik butik itu sambil tetap menggandeng tangan cucunya. Sedangkan Caca hanya diam mengikuti setiap langkah kaki grandmanya.


Sampai mereka tiba di deretan koleksi gaun-gaun cantik khusus anak kecil terbaru.


" Ini beberapa gaun koleksi terbaru di butik kami, nyonya. " Ujar pemilik butik itu dan Fania pun langsung berjalan melihat-lihat koleksi gaun tersebut.

__ADS_1


Caca juga ikut menatap setiap gaun yang di pegang grandmanya. Sesekali dia menggelengkan kepalanya saat grandmanya menanyakan dirinya tentang gaun yang di pegangnya.


" Terlalu pendek, grandma. " Ujar Caca menolak gaun pilihan grandmanya.


" Ya sudah, Caca cari sendiri. Mana gaun yang Caca suka, grandma tunggu disini. " Ujar Fania menunjuk sofa panjang yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.


" Siap grandma. " Caca langsung berjalan melihat-lihat gaun-gaun cantik tersebut dengan ditemani pemilik toko di belakangnya.


Caca mengambil beberapa gaun yang menarik perhatiannya. Setelah selesai memilih-milih gaun, dia pun langsung masuk kedalam ruang ganti untuk mencoba semua gaun pilihannya.


Setelah memastikan gaun yang di pilihnya tadi pas di tubuhnya. Caca pun langsung kembali menghampiri grandmanya yang tengah duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


" Grandma. " Panggil Caca membuat Fania mendongak menatapnya.


" Sudah sayang? " Tanya Fania dan Caca pun mengangguk mengiyakan.


" Ya sudah, berikan gaunnya ke mbak itu. " Ujar Fania dengan menunjuk pemilik butik yang berada di belakang Caca dan dia juga memberikan black cardnya ke pemilik butik itu.


" Ini. " Ujar Caca sambil memberikan beberapa gaun pilihannya ke pemilik butik itu dan pemilik butik itu memberikannya kepada karyawannya untuk di bungkus dan di proses pembayarannya.


" Tunggu sebentar ya nyonya. " Fania hanya mengangguk dan mengajak Caca untuk duduk di sebelahnya.


" Toko sepatu, bolehkan grandma? " Ujar Caca dan Fania mengangguk tersenyum.


Fania suka dengan cucu kesayangannya yang hobinya sama seperti dirinya, yaitu berbelanja. Dia dan yang lain juga tidak mempersalahkan hobi cucunya itu, lagian juga harta mereka tidak akan pernah habis.


" Tentu, apa sih yang gak buat cucu tersayang grandma. " Ujar Fania dengan mencubit gemas hidung cucunya.


" Xixixi, sayang grandma. " Ujar Caca memeluk Fania, dia seneng di manja grandmanya atau pun grandpanya.


" Maaf nyonya, ini belanjaannya dan ini black cardnya. " Ujar karyawan butik itu memberikan beberapa paper bag dan black cardnya milik Fania tadi.


" Ya, makasih. " Ujar Fania dengan tersenyum.


" Silahkan kembali lagi ke butik saya, nyonya. " Ujar pemilik butik dan diangguki Fania.


" Pasti, jika ada gaun keluaran terbaru lagi bisa hubungi saya. " Ujar Fania.


" Baik nyonya. " Pemilik butik sangat seneng memiliki konsumen tetap seperti nyonya Germani ini.

__ADS_1


Fania dan Caca langsung berlalu pergi dari butik itu menuju ke toko sepatu. Setibanya mereka disana, mereka di sambut salah satu karyawan wanita dengan ramah.


" Mau cari sepatu buat siapa nyonya? " Ujar karyawan wanita tersebut dengan tersenyum ramah.


" Buat cucu saya. Cucu grandma mau sepatu model gimana? " Tanya Fania menatap cucunya itu yang tengah menatap ke arah lain, tepatnya ke deretan high heels.


" Caca suka high heels? "


Caca mengangguk mengiyakan. Fania tersenyum melihat cucunya itu yang suka high heels dari pada sneaker.


Cucunya itu sangat berbeda dengan putrinya, Ana. Dimana Ana yang sangat suka dengan sneaker daripada high heels. Tapi cucunya itu malah lebih suka high heels daripada sneaker.


" Caca gak mau sepatu sneaker? " Tanya Fania dan Caca langsung menggelengkan kepalanya.


" Caca mau high heels, grandma. " Ujar Caca menatap Fania.


" Baiklah, Caca pilih mau yang mana. " Caca langsung berjalan menghampiri deretan high heels itu dan langsung mengambil beberapa sepatu high heels yang sejak tadi menarik perhatiannya.


" Caca mau yang ini. " Ujar Caca memberikan kepada karyawan wanita tadi yang mengikuti dirinya.


" Tolong di bungkus ya mbak. " Ujar Fania.


" Baik nyonya, nona. " Ujar karyawan wanita itu yang langsung membungkuskan sepatu high heels pilihan Caca.


" Caca sayang tunggu disini ya, grandma mau bayar dulu. " Ujar Fania dan diangguki Caca.


Caca menunggu grandmanya itu sambil duduk menatap sekeliling yang sangat ramai. Tidak heran sih kenapa toko sepatu yang di datanginya sangat ramai, karna kualitas sepatu disini sangat bagus walaupun harga sangat mahal, tapi sebanding dengan kualitasnya.


Sampai tatapan matanya menatap dua orang wanita dan satu orang pria dewasa tengah berdebat tak jauh dari tempat duduknya.


Caca mendengarkan perdebatan ketiganya yang ternyata salah satu dari kedua wanita itu adalah kekasih simpanan pria itu.


" Padahal cantik, kenapa mau jadi simpanan? " Batin Caca yang paham arti wanita simpanan, maklum otaknya sudah tercemar dari saat dia menyukai drakor.


" Caca kalau udah gede kaya mereka, gak bakal mau jadi wanita simpanan. Masa cantik-cantik jadi simpanan. " Batin Caca menatap wanita simpanan tadi di tampar dan di permalukan oleh tunangan dah pria tersebut.


~Bersambung~


Kapan lagi kan aku up part sebanyak ini😌 Di kasih banyak, jangan lupa like ya😘

__ADS_1


__ADS_2