
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Setelah pesta pernikahan keduanya telah usai, kini mereka memutuskan untuk menginap semalam di salah satu hotel mewah yang tak jauh dari gedung pernikahan mereka.
Begitu banyak para tamu yang hadir, membuat keduanya kelelahan. Apalagi rekan bisnis Zeno dan David yang terus silih berganti menghadiri pesta pernikahan mereka. Di tambah teman-teman sosialita Fania yang juga turut hadir memeriahkan suasana pesta pernikahan mereka.
Disini, di sebuah kamar suite room yang di pesan Zeno jauh-jauh hari sebelum pernikahan mereka. Sedangkan kedua orang tuanya dan putri kecilnya berada di sebelah kamarnya.
Ana memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Tapi dia kesusahan membuka resleting gaunnya yang sedikit macet. Ditatapnya Zeno yang tengah rebahan di atas kasur.
" Kak! " Panggil Ana membuat Zeno menatap kearahnya.
" Kenapa sayang? " Tanya Zeno yang masih setia rebahan di atas kasur, tubuhnya begitu lelah menghampiri rekan bisnisnya saat di pesta yang begitu banyak.
" Tolong bukain resletingnya kak. " Ujar Ana yang menghampiri Zeno.
Zeno pun langsung beranjak dari kasur dan berdiri di depan sang istri. Di bukanya resleting gaunnya dan dia tergoda dengan punggung mulus istrinya yang terpampang jelas disana.
" Makasih kak. " Ujar Ana yang tidak mengetahui bahwa Zeno sedang nafsu berat dengannya.
Ana berlalu pergi meninggalkan Zeno menuju kamar mandi. Dia ingin cepat-cepat membersihkan tubuhnya, agar lebih cepat beristirahat.
Sedangkan Zeno yang sedang menahan hasratnya itu langsung kembali rebahan di atas kasur. Dia akan menerkam istrinya nanti.
__ADS_1
...---------------...
Disisi Veronica. Setelah menghadiri pesta pernikahan Zeno dan Ana. Dirinya menemani ponakannya kembali ke rumah kakak angkatnya.
Keponakannya itu ingin mengambil barang-barangnya yang ketinggalan disana. Katanya barang ini penting untuknya.
" Tata bangun, kita sudah sampai sayang. " Ujar Veronica membangunkan keponakannya yang tengah tertidur.
" Hemm, iya aunty. " Ujar Tania yang mulai mengumpulkan kesadarannya, sebelum turun.
" Tidurnya dilanjut nanti, malam ini kita nginep disini, besok baru pulang. " Tania mengangguk mengiyakan dan dia pun langsung turun dari mobil memasuki mansion kedua orang tuanya.
Veronica memasukkan mobilnya kedalam garasi sebelum menyusul keponakannya kedalam. Veronica menatap ke sekeliling mansion yang di penuhi daun kering. Padahal baru di tinggal sehari, mansionnya kedua kakaknya sudah begitu kotor.
Veronica tau, kakak angkatnya dan kakak iparnya tidak memperkerjakan asisten rumah tangga. Hanya satpam yang sekarang tengah kembali ke kampungnya. Itu semua permintaan kakak angkatnya yang ingin mengurus semuanya sendiri.
Ica, nama panggilan kesayangan kakak angkatnya untuk dirinya.
Veronica pun berjalan mendekati pintu pagar, dia menggembok pintu pagar itu sebelum dirinya menyusul Tata didalam.
Setelah memastikan semua pintu sudah tertutup. Veronica pun langsung menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana kamar keponakannya berada.
Cklek ...
Veronica pun membuka pintu kamar keponakannya. Ditatapnya keponakannya itu yang tengah duduk termenung di meja belajar sambil menatap bingkai foto kedua orang tuanya.
Sedih?, sudah pasti. Siapa sih yang tidak sedih melihat keponakan tersayangnya tengah sedih meratapi kepergian kedua orang tuanya. Dia pun sebenarnya sangat sedih di tinggal kakak angkatnya yang sangat menyayangi dirinya.
__ADS_1
Terpukul?, sudah pasti. Tapi dia mencoba mengikhlaskan kepergian kakak angkatnya dan kakak iparnya yang juga begitu menyayanginya dan menganggap seperti adik kandungnya sendiri bukan seperti adik ipar.
" Tata. " Panggil Veronica yang berjalan menghampiri keponakannya.
" Aunty. " Tata menatap Veronica dengan wajar yang bercucuran air mata.
" Hikss, aunty, hiks Tata kangen hikss mimih hikss pipih. " Ujar Tania yang memeluk Veronica yang berdiri di depannya.
Veronica mencoba menahan air matanya. Dia harus terlihat kuat di depan keponakannya. Kalau dia ikut sedih juga, siapa yang menguatkan keponakannya.
" Heyy, lihat aunty. Mimih sama pipih dah bahagia diatas sana, kalau Tata terus begini nanti yang ada pipih dan mimih disana ikut sedih, Tata mau lihat pipih mimih disana sedih? " Ujar Veronica menangkup kedua pipi keponakannya.
Tania hanya menggelengkan kepalanya sambil masih meneteskan air mata. Dia masih tidak percaya kedua orang tuanya meninggalkan dirinya seorang diri disini.
" Kalau Tata gak mau mimih pipih disana sedih, Tata disini jangan sedih. Kita terus doakan mimih pipih ya. " Ujar Veronica dan diangguki Tania.
" Ya sudah ayo tidur, besok kita pulang pagi-pagi. "
Tania lagi-lagi mengangguk. Dia langsung menaiki kasurnya dan Veronica pun langsung menarik selimut menutupi tubuh keponakannya.
" Aunty tidur disini ya. " Ujar Tata dan Veronica pun mengangguk tersenyum.
Veronica pun langsung tidur di samping Tania sambil memeluk tubuh mungil keponakannya. Kejadian yang pernah dialami kakak angkatnya kini terjadi lagi ke Tania. Dia janji akan menjaga Tania sebaik mungkin dan mendidiknya supaya menjadi gadis yang kuat di kehidupan mendatang.
~Bersambung~
Maaf ya udah 3 hari gak up🤠Likenya jangan lupa ya😘
__ADS_1