
~ Happy Reading ~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Tingg ...
Lift terbuka di lantai paling atas. Dimana hanya terdapat dua ruangan yaitu ruangan Ceo dan sekretaris Ceo.
Takk ...
Takk ...
Takk ...
Bunyi ketukan sepatu pantopel terdengar begitu nyaring di ruangan yang sepi tersebut. Zeno dengan aura kharisma kepemimpinannya sangat terpancarkan dari cara dia berjalannya.
Ana yang melihatnya hanya bisa tersenyum tanpa di ketahui Zeno. Zeno yang sekarang masih tetap seperti Zeno yang dulu, masih tetap datar dan dingin.
Cklek ...
Pintu ruang Ceo langsung di buka Zeno dan memperlihatkan Caca yang sedang bermain ipad di temani sekretaris Hans di sebelahnya.
Ana langsung berjalan menghampiri putri kecilnya di ikuti Zeno di belakangnya. Pria tampan itu langsung duduk di bangku kebanggaannya.
" Caca sayang ayo kita pulang. " Ujar Ana yang tidak ingin terlalu berlama-lama disini.
" Tapi Caca masih mau disini, mom. " Ujar Caca dengan cemberut.
__ADS_1
" Kan bisa besok- besok lagi sayang, sekarang kita pulang dulu ya. " Bujuk Ana yang masih berdiri di depan Caca.
" Gak! Caca masih mau disini sama Daddy. "
Ana mencoba meminta pertolongan Zeno dengan menatap pria tampan tersebut yang kini juga tengah menatapnya.
" Jika kau pengen pulang, maka pulanglah. Biar nanti Caca pulang dengan ku. "
Zeno tidak perduli dengan tatapan penuh memohon dari wanitanya itu. Dia sekarang akan memanfaatkan Caca untuk mendapatkan hati Ana kembali.
" Huhh, baiklah. Mommy pulang dulu, Caca jangan nakal. " Ujar Ana yang mencium kening Caca sebelum dia keluar dari ruangan Ceo tersebut.
Zeno terus menatap Ana yang kini sudah mulai berjalan keluar dari ruangannya. Ada perasaan tidak rela melihat wanitanya pergi sendiri tanpa dirinya.
" Tunggu! "
Ana menghentikan langkah kakinya di depan pintu. Dia langsung menengok ke belakang dan melihat Zeno yang kini sudah berjalan mendekati dirinya.
" Maaf saya tidak bisa, saya harus pulang sekarang. " Ujar Ana yang berusaha untuk melepaskan tangan Zeno yang tengah melingkar di pinggangnya.
" Hans! "
Hans yang di panggil itu pun mengerti dengan maksud tuannya. Dia langsung mengajak Caca ke ruangannga dan melewati keduanya yang masih tetap berdiri di depan pintu.
" Duduklah! Ada yang mau aku bicarakan dengan mu. " Ujar Zeno yang melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Ana.
" Tidak ada lagi yang harus di bicarakan. " Ujar Ana yang ingin meraih knop pintu tapi Zeno terlebih dahulu menahannya.
" Jangan sampai aku melakukan hal kasar kepada mu Ana. " Ujar Zeno dengan penuh penekanan.
__ADS_1
" Lepaskan! Kau dari dulu tidak pernah berubah, selalu memaksakan kehendak mu sendiri! " Ujar Ana yang berusaha melepaskan genggam tangan Zeno.
" Ku katakan sekali lagi, duduklah Ana! " Ujar Zeno yang tidak memperdulikan dengan perkataan Ana tadi.
" Tidak! Aku ingin pulang! " Ujar Ana yang lagi-lagi ingin meraih knop pintu tapi langsung di tarik Zeno dengan kasar menuju kamar pribadi Zeno yang berada di dalam ruangan tersebut.
" LEPASKAN!!! " Ana terus memberontak agar genggaman tangan Zeno lepas dari tangannya.
Tapi bukannya lepas, genggaman itu malah semakin kencang dan menyakiti pergelangan tangan Ana.
" Aww, lepaskan! " Ringis Ana saat merasakan pergelangan tangannya memerah.
Zeno yang sudah di selimuti api kemarahan tidak memperdulikan ringisan kesakitan Ana.
Brakk ...
Zeno membanting pintu kamarnya dan kembali menarik tangan Ana dengan kasar menuju ranjang king sizenya.
Brukk ...
Zeno langsung mendorong tubuh Ana dengan kasar mengakibatkan Ana menetaskan air matanya merasakan rasa sakit di tubuhnya.
Zeno kembali keluar dari dalam kamarnya untuk memastikan ruangannya terkunci dan kembali memasuki kamar pribadinya.
Di lihatnya Ana yang kini tengah menangis memandang ke arahnya. Dia tidak perduli dengan tangisan wanitanya itu dan mulai mengunci pintu kamarnya dan tidak lupa mengaktifkan kedap suara.
~Bersambung~
Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Ana? ðŸ¤
__ADS_1
Nanti kelanjutan besok pukul 20.00 Wib Hanya di NoveltoonðŸ¤ðŸ˜…😘