
Happy Reading :)
^^^
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗
°°°
Sebuah mobil mewah berhenti di depan pekarangan rumah sederhana membuat seorang wanita paruh baya yang tengah menyapu halaman di buat terkejut.
" Tuan Zeno. " Gumam wanita paruh baya tersebut yang tidak lain dan tidak bukan ialah Bi Ina.
Bi Ina tidak menyangka tuan mudanya itu bisa sampai ke rumahnya. Apa tuan mudanya itu juga tau keberadaan Ana disini?.
" Silahkan tuan. " Hans membukakan pintu mobil untuk tuannya dan Zeno langsung keluar sambil membenarkan jas kerjanya.
" Benar ini rumahnya Hans? " Ujar Zeno dengan memerhatikan rumah yang terlihat sederhana tersebut, tidak terlihat kecil maupun gede.
Walaupun rumah itu terlihat sederhana, tapi dengan beberapa tanama bunga membuat rumah itu terlihat indah dan sejuk di pandang.
Zeno sangat suka dengan suasana rumah seperti ini dan di tambah suasana disini masih terlihat asri.
" Benar tuan, ini tempat tinggal Nona Ana. " Ujar Hans mengangguk mengiyakan.
" Hmm, baiklah. "
Zeno langsung melangkahkan kakinya memasuki halaman rumah tempat tinggal wanitanya selama ini.
" Tuan. " Bi Ina menunduk saat Zeno sudah berada di depannya.
" Ohh jadi selama ini Ana tinggal dengan bibi? " Ujar Zeno yang terkejut mendapati kehadiran Bi Ina.
Dari data yang di berikan Hans tadi siang tidak ada menyebutkan kalau wanitanya itu tinggal dengan mantan pembantunya.
" Ya tuan, selama ini Nona Ana tinggal bersama saya dan putri saya. " Ujar Bi Ina yang masih menundukkan pandangannya.
" Dimana Ana? " Tanya Zeno yang baru sadar rumah itu terlihat sepi.
" Jam segini Nona Ana masih bekerja. " Ujar Bi Ina.
" Ana kerja? Sejak kapan? dan dimana anak ku? " Bi Ina terkejut mendengarnya.
__ADS_1
" OMMA!!! "
Teriak seorang gadis kecil sambil berlari membuat Zeno dan para bawahannya langsung menengok ke belakang dan terlihat seorang gadis kecil yang sangat menggemaskan tengah berlari di ikuti kedua wanita cantik di belakangnya.
" CACA JANGAN LARI-LARI, NANTI JATUH!!! "
Zeno terdiam mendengar suara yang begitu dia rindukan selama empat tahun ini. Di tatapnya wajah wanitanya yang kini berjalan melewatinya begitu saja.
" Omma, Caca seneng nenek Umi dan mommy menyukai masakan Caca. " Ujar Caca dengan tersenyum bahagia.
" Wahh benarkah sayang? " Ujar Bi Ina dengan berjongkok mensejajarkan tinggi Caca.
" Benar omma, benarkan mommy? " Ujar Caca menatap ke arah Ana yang kini tengah berdiri di sebelahnya.
" Iyaa sayang. " Ujar Ana dengan tersenyum sambil mengusap kepala putrinya.
" Paman ganteng. " Ujar Caca yang terkejut melihat paman ganteng yang tadi hampir menabraknya karena kecerobohannya yang menyebrang tidak melihat-lihat jalan.
" Halo cantik. " Zeno tersenyum sambil ingin mengelus kepala Ana tapi langsung di tarik Ana dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya.
" Menjauhlah dari putri saya. " Ujar Ana yang tidak ingin Zeno mengambil Caca dari dirinya.
" Heyy tenanglah, aku hanya ingin dekat dengan putri ku. " Ujar Zeno mencoba untuk mengambil hati Caca agar dia bisa dengan mudah mengambil hati wanitanya kembali.
" Apa yang kau katakan sayang? Dia juga putri ku darah daging ku. " Ujar Zeno yang ingin memegang punggung tangan Ana tapi langsung di tepis Ana.
" Jangan menyentuh ku! " Ujar Ana dengan tatapan penuh kebencian.
Zeno yang melihat tatapan penuh kebencian Ana kepada dirinya menjadi sendu. Hal yang sangat di takutinya kini terjadi, melihat tatapan kebencian wanitanya.
" Mommy jangan seperti itu, lihat paman ganteng jadi sedih. " Ujar Caca yang berjalan mendekati Zeno.
" CACA KEMARILAH!!! " Bentak Ana yang membuat Caca berdiri mematung di depan Zeno.
" Mo-mommy membentak Caca? " Ujar Caca yang matanya sudah mulai berkaca-kaca.
" Caca maafkan mommy. " Ana ingin mendekati putrinya tapi Caca langsung berlari ke belakang tubuh Zeno.
" CACA BENCI MOMMY!!! " Teriak Caca dengan menangis terisak.
" Ma-maafin mommy sayang. " Ujar Ana yang ingin mendekati putrinya tapi di tahan oleh Zeno.
__ADS_1
" Biar aku saja sayang, tenanglah jangan menangis. " Zeno menghapus air mata yang mulai jatuh di kedua pelupuk mata Ana.
Ana merasa bersalah telah membentak putrinya. Dia hanya takut Zeno mengambil Caca darinya.
" Hikss, mommy jahat hikss. " Zeno langsung mengangkat tubuh Caca dan menggendongnya.
" Cup, cup, cup jangan menangis. Anak cantik tidak boleh menangis. " Ujar Zeno yang langsung mencium pipi chubby putri kecilnya.
Zeno sangat yakin gadis kecil yang berada di dalam gendongannya ini adalah putrinya.
~Bersambung~
Hari terakhir aku double up, karna mulai besok aku mempersiapkan Ukk(Uji kompetensi Kejuruan) yang bakal dilaksanakan hari sabtu besok😌
Aku juga sedih seharusnya nih episod udah ku up dari tadi, tapi karna ke hapus dan belum di save. Mau gak mau aku nulis ulang lagiðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Pegel jari-jari tangan ku ini mengetik panjang banget🥲 Untung masih inget alurnya ceritanya yang tadi ke hapus.
Tapi aku juga seneng lihat komenan-komenan kalian semua yang sangat antusias. Entah kenapa setiap lihat komenan kalian buat aku semangat terus up nya🤠No, spix nih ya;v
Mohon doa nya ya dari kalian semoga aku di berikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan Ukk aku di hari sabtu😘
Biar kalian tambah semangat lagi bacanya, aku kasih Visual si keluarga cemara😠Canda cemara:v
Zeno Albert Germani 👇
Cocok gak nih visualnya jadi Daddy ZenoðŸ¤
Anastasia Germani 👇
Nahh ini dia sih mommy muda kita🤠Cocok gak nih?
Caca Anandara Anastasia 👇
__ADS_1
Ini dia si gadis kecil menggemaskan kita🤠Bukan hanya menggemaskan saja tapi dia juga cerewet🤪 Cocok gak nih?
Tolong komen, gimana dengan visualnya😘👇