
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Beberapa menit kemudian, Zeno turun dengan sudah menggunakan kaos pendek dengan di balut celana pendek berwarna hitam.
" Daddy lama sekali, kita sudah laper tau. " Ujar Caca yang tidak jadi makan dan memilih untuk menunggu daddynya.
" Maaf princess. " Ujar Zeno mencium pipi putrinya dan duduk di sebelah sang istri.
" Karna sudah ngumpul semua, mari makan. " Ujar David dan diangguki mereka semua.
Mereka pun makan bersama dengan Veronica dan Tania. Suasana di meja makan kini sedikit ramai dengan canda tawa kedua gadis kecil yang menceritakan kejadian lucu yang pernah mereka alami.
" Hahaha, lucu ya kalau ingat Tata kecebur koco. " Ujar Caca dengan tertawa terbahak-bahak sampai dia tersedak.
" Uhukk, uhukk. "
Ana langsung memberikan segelas air putih ke putri kecilnya dan Caca pun langsung meminumnya.
" Kalau lagi makan jangan bercanda. " Ujar Ana menasehati keduanya.
" Iya mom, maaf. " Ujar mereka berdua bersamaan.
__ADS_1
" Ya sudah lain kali jangan diulangin. " Ujar Ana dan diangguki kedua gadis kecil itu.
" Sudah-sudah, ayo makan lagi. " Ujar Fania menyuruh kedua cucunya dan menantunya sekaligus putrinya.
" Baik, grandma. " Ujar Caca yang kembali memakan makanannya dan begitupun dengan Tania.
Sedangkan Ana, kini wanita cantik itu tengah merasakan mual dan pusing di kepalanya. Zeno yang menyadari hal itu pun langsung menatap istrinya yang begitu pucat.
" Sayang kamu sakit? "
Ucapan Zeno membuat mereka semua yang ada disana langsung menghentikan kegiatan makannya dan menatap ke arah Ana yang tengah memijat-mijat keningnya.
" Astaga putri mamih sakit? " Ujar Fania dengan heboh.
Zeno pun ikut menyusul sang istri dan begitupun dengan Caca yang langsung berlari mengejar mommy dan daddynya. Gadis kecil itu panik mendengar mommynya sakit.
" Caca. " Panggil Tania ke sahabatnya yang sudah pergi meninggalkannya.
" Lanjutin makannya, biar mamih yang lihat. " Ujar Fania yang berlalu menyusul putra dan putrinya serta sang cucu.
" Gak usah khawatir, Ana pasti baik-baik saja. " Ujar Davidto saat melihat tatapan cemas di wajah Veronica.
Veronica mengangguk mengiyakan. Walaupun mereka bukan saudara, tapi Veronica sudah menganggap Ana sebagai adiknya sendiri dan sangat menyayanginya.
" Aunty tenang saja, Aunty Ana pasti baik-baik saja. " Ujar Tania menenangkan auntynya yang terlihat cemas.
__ADS_1
" Iya sayang, ayo makan lagi. " Ujar Veronica dengan tersenyum.
Mereka bertiga pun kembali melanjutkan makanannya dan setelah makan ketiganya memutuskan untuk menunggu Ana, Zeno, Fania dan Caca di ruang tengah.
" Aunty, kenapa mereka lama sekali? " Ujar Tania yang sekarang ikutan cemas saat Aunty Ana tidak turun-turun dari dalam kamarnya.
" Aunty Ana pasti baik-baik saja. " Ujar Veronica dan tidak lama kemudian datanglah seorang dokter wanita yang di hubungi Zeno.
" Permisi tuan, nona. " Ujar Dokter wanita itu menyapa Davidto, Veronica dan Tania yang berada di ruang tengah.
" Dokter Fanya. " Ujar Davidto terkejut mendapati kehadiran dokter pribadi keluarganya.
" Selamat malam tuan David, saya di hubungi tuan Zeno untuk datang kemari. " Ujar Dokter Fanya dengan tersenyum.
" Mungkin buat meriksa Ana, om. " Ujar Veronica saat melihat tatapan bingung dari Davidto.
" Ohh iya mungkin, mari dokter saya anter ke atas. " Ujar David dan diangguki Fanya.
Davidto dan dokter Fanya langsung menaiki anak tangga menuju kamar Zeno dan Ana. Veronica yang juga penasaran dengan kondisi Ana memutuskan untuk menemui mereka di atas dan begitupun dengan Fania yang juga mengikuti kepergian Auntynya.
~Bersambung~
Wahh, Kira-kira Ana kenapa ya?🤔
Jangan lupa Like end Vote😘
__ADS_1