
Happy Reading :)
^^^
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗
°°°
Degg ...
Zeno mematung menatap wanita yang selama ini selalu di rindukannya. Wanita yang telah mengobrak-abrik semua isi hatinya, wanita yang membuat dirinya tidak bisa tidur karena memikirkannya.
Begitupun dengan Ana yang terkejut menatap orang yang di tabraknya. Dirinya tidak menyangka akan bertemu dengan pria di masalalunya. Pria yang kini menjadi daddy dari putri kecilnya.
" Ana. "
Zeno menatap sendu sosok wanita di depannya. Di genggamnya lah punggung tangan Ana dengan lembut.
Hans, kepala proyek dan semua karyawan yang kini sudah memerhatikan keduanya hanya bisa terdiam. Di dalam hati mereka terus bertanya-tanya tentang hubungan keduanya.
" Maaf tuan. " Ana melepaskan genggaman tangan Zeno.
Saat dirinya ingin pergi, Zeno terlebih dahulu menahan lengannya.
" Jangan pergi, kumohon jangan pergi lagi. " Ujar Zeno yang kini menarik tubuh Ana kedalam pelukannya.
Ana merasakan punggungnya sedikit basah sambil mendengar isak tangis Zeno di dalam pelukannya.
Ana tidak menyangka sosok yang selama ini kasar dan tidak berprikemanusian kepadanya, kini tengah menangis di dalam pelukannya.
__ADS_1
" Maaf tuan lepaskan! " Ana mendorong kasar tubuh Zeno yang membuat pelukan mereka terlepas.
" Maaf Pak Dodi, pesanan kue anda ada yang tidak sesuai, nanti saya akan bilang ke Bu ustadzah. " Ujar Ana kepada kepala proyek yang kemarin memesan kue di tempat kerjanya.
" Baiklah, secepat mungkin di kirimkan lagi ya Nak Ana. " Ujar Pak Dodi dengan tersenyum ramah.
" Baik Pak, kalau begitu saya permisi. Sekali maaf tuan saya tidak sengaja. " Ujar Ana dengan membungkukkan badanya sebelum pergi meninggalkan proyek pembangunan mall tersebut.
" Akhirnya aku menemukan mu baby. " Smirk Zeno yang terus memerhatikan punggung wanita yang di cintainya mulai menjauh dari proyek pembangunannya.
" Hans cari tau dimana wanita ku tinggal. " Ujar Zeno dengan menatap sekretaris pribadinya yang masih mematung menatapnya.
" Hans! " Zeno mulai meninggikan suaranya saat sekretaris masih terdiam menatapnya.
" Ahh, ba-baik tuan. " Ujar Hans dengan menundukkan kepalanya.
" Silahkan tuan. " Pak Dodi mempersilahkan Zeno dan sekretaris untuk masuk kedalam.
" HANS!!! " Teriakan Zeno dari dalam mobil menyadarkan lamunan Hans.
" IYA TUAN!!! " Teriak Hans yang sadar dari lamunannya.
" Kalau begitu kami permisi, besok kami akan datang lagi. " Ujar Sekretaris Hans kepada pria paruh baya tersebut.
" Baik sekretaris Hans. " Pak Dodi menganggukkan kepalanya dan Hans pun langsung berlari memasuki mobil sebelum tuannya kembali berteriak.
...-----------------...
Di sisi Ana. Kini wanita cantik itu mulai mengatur nafasnya akibat terus berlari dari proyek pembangunan mall tersebut menuju tempat kerjanya.
__ADS_1
Ana hanya takut Zeno mengikuti dirinya. Dia belum siap untuk kembali bersama pria itu apalagi sampai pria itu mengetahui keberadaan putri kecilnya.
" Ana. " Suara dari arah belakangnya membuat dirinya langsung menoleh dan menemukan bosnya yang tengah menatapnya bingung.
" Ada dengan mu Ana? Kenapa kau seperti lelah begitu? " Ujar Bu Ustadzah yang tadi habis keluar membeli lauk pauk untuk makan siangnya nanti.
" Tidak ada Bu. Oh ya Bu, tadi kue pesanan pak Dodi ada yang salah. " Ujar Ana dengan tersenyum berusaha terlihat baik-baik saja.
" Ya ampun kok bisa? Ayo masuk dulu biar ibu tanyakan ke Cindy. " Ujar Bu Ustadzah yang langsung masuk kedalam toko kuenya dan mencari keberadaan Cindy, karyawannya.
" Siska dimana Cindy? " Ujar Bu Ustadzah dengan menanyakan kesalah satu karyawannya yang tengah membungkus kue.
" Mba Cindy sedang keluar Bu mengantar kue. " Ujar Siska, karyawan baru bekerja selama seminggu.
" Nganter kue? Rani emang kemana?. " Ujar Bu Ustadzah yang bingung biasanya karyawan yang di tugaskan untuk mengantarkan kue itu Ana dan Rani.
" Mba Rani juga lagi nganterin kue Bu. " Ujar Siska yang menjelaskan.
" Ohh baiklah, kalau Cindy sudah kembali suruh ke ruangan ibu. " Ujar Bu Ustadzah.
" Baik Bu. " Siska langsung mengangguk mengiyakan.
" Ana kau boleh istirahat dulu, temuin Caca sama Sekar di ruangan Ibu. " Ujar Bu ustadzah yang melihat Ana seperti kelelahan.
" Baik Bu, Siska saya duluan. " Ujar Ana dengan menatap Siska yang tengah membungkuskan kue yang akan di anter setelah makan siang nanti.
" Iya mba, silahkan. " Ujar Siska dengan tersenyum.
Ana pun langsung tersenyum dan pergi mengikuti Bu ustadzah yang juga ingin kembali ke ruangannya.
__ADS_1
~Bersambung~
Dah double nihh🤠Likenya jangan lupa ya😘