My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 25


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Kini suasana di ruang makan menjadi hening sejak kejadian tadi yang membuat semuanya terdiam melihat kemarahan Cecilia.


Sedangkan Cecilia masih belum bisa menetralkan amarahnya itu memilih untuk kembali duduk diam dan begitupun dengan yang lainnya.


" Seharusnya kau tidak bodoh masih bertahan dengan lelaki seperti itu. " Liana menatap putrinya yang memandang lurus kedepan.


" Huhh, Kau tidak akan paham kenapa mamih bertahan dengan papih mu. " Ujar Liana dengan menghela nafas.


" Cinta? Kalau alasan anda itu, anda sangat lah bodoh. " Ujar Ana dengan terkekeh.


" Apa lagi yang kau harapkan dari laki-laki seperti itu? " Tanya Cecilia yang kini menatap mamihnya yang tengah terdiam.


Ana dan Olivia memilih diam. Mereka tidak ingin ikut campur dalam permasalahan keluarga sahabatnya itu.


" Huhh sudahlah jangan di bahas. Kita lanjutkan saja makannya. " Ujar Liana dengan mengalihkan topik pembicaraan.


" Maaf saya tidak berselera untuk makan dan satu hal yang perlu anda tau, sekali selingkuh akan tetap selingkuh dan tidak ada yang bisa anda perjuangkan lagi. " Ujar Cecilia yang memutuskan untuk kembali ke kamarnya.

__ADS_1


" Tante maaf, kita kembali ke kamar dulu. " Ujar Ana dan Olivia serempak.


" Ahh, baiklah. Tapi sebelum itu apa tante bisa minta tolong ke kalian? " Ujar Liana dengan tatapan seriusnya.


" Selama kami bisa bantu akan kami lakukan tante. " Ujar Ana dan diangguki Olivia.


" Tante hanya minta tolong jaga Cecilia jika tante tidak ada. " Ujar Liana dengan tersenyum dan membuat Ana serya Olivia tersentak terdiam mendengarnya.


" B-baik tante. " Ujar keduanya serempak.


" Ya sudah, terimakasih. " Ujar Liana dengan tersenyum.


" Kalau begitu kami permisi tante. " Ujar Ana dan diangguki Liana.


" Mamih menyayangi mu nak, maafkan mamih telah mengecewakan mu. " Ujar Liana dengan air mata yang jatuh di kedua pelupuk matanya.


...--------------...


Di posisi Zeno sekarang masih mengendarai motornya berkeliling kota mencari Ana. Sesekali pria tampan itu berhenti di pinggir jalan sambil mengumpati adiknya itu seperti sekarang ini Zeno tengah berhenti di jembatan layang.


" Lihat aja kalau ketemu, ku buat dia tidak bisa berjalan. " Smirk Zeno dengan memandang lurus ke depan.

__ADS_1


Zeno bingung harus mencari kemana lagi adiknya itu. Semua tempat yang sering di datangi adiknya itu sudah dia cari tapi tidak ada satupun tanda-tanda kehadiran adiknya itu.


Bahkan papihnya juga mengeluh frustasi di telpon karena tidak bisa mendapatkan kehadiran adiknya itu.


Saat Zeno tengah menikmati suasana malam hari yang sangat menyejukkan di jembatan layang tersebut. Sebuah mobil berhenti di samping motornya.


" Papih. " Gumam Zeno yang melihat papihnya turun dari mobil dan menghampirinya.


" Apa kau sudah menemukan adik mu itu son? " Tanya Davidto dengan berdiri di samping Zeno sambil menyandarkan tubuhnya di pegangan jembatan tersebut.


" No, lagian mamih ribet banget. Paling tuh anak main sama teman-temannya. " Ujar Zeno dengan kesal dengan mamihnya yang terlalu lebay mendengar adiknya itu tak kunjung pulang.


" Apa kau punya no temannya? " Tanya Davidto dan Zeno pun menggelengkan kepalanya.


" Ya sudah kita pulang saja. " Ujar Davidto yang ingin kembali ke mobilnya tapi langsung di tahan oleh Zeno.


" Papih gak denger mamih tadi ngomong apa? " Tanya Zeno dan membuat Davidto menghelas nafas kasar.


" Huhh iyaa juga, tapi sekarang kita harus cari kemana? Lagian ya sudah kita pulang saja. Biar nanti mamih, papih yang urus. " Ujar Davidto yang langsung masuk kedalam mobilnya kembali dan begitupun dengan Zeno yang langsung menaiki sepeda motornya.


~Bersambung~

__ADS_1


Seperti biasa likenya jangan lupa😌


__ADS_2