My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 105


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Malam harinya di meja makan. Ana, Fania dan Zeno tengah menikmati makan malam hanya bertiga saja, karna David belum pulang dan baru pulang tiga hari lagi.


Mereka tidak tau saja, kini pria paruh baya itu sudah tiba di mansion dengan masih menggunakan pakaian kantornya.


" Selamat datang kembali tuan besar. " Ujar beberapa pelayan menyambut kedatangan mereka tanpa di ketahui Ana, Fania dan Zeno.


" Hmm, Mereka dimana? " Tanya David dan kepala pelayan yang tau dengan kata 'Mereka' langsung menjawabnya.


" Nyonya, nona dan tuan muda ada di meja makan tuan. " Jawab kepala pelayan.


" Bawakan koper saya ke kamar. " Ujar David yang langsung melengos pergi menemui istri dan kedua anaknya.


Setibanya disana, David melihat ketiganya yang asik dengan makanan mereka sampai tidak menyadari kepulangan dirinya.

__ADS_1


" Ekhemm. " David pura-pura batuk agar ketiganya menyadari dirinya disana.


" Loh papih dah pulang? " Ujar Fania menatap suaminya yang berdiri tidak jauh dari mereka.


" Kemana aja baru sadar? " Ujar David yang berjalan mendekati ketiganya.


" Ya kan mamih taunya papih tuh pulang tiga hari lagi, makanya gak tau kalau papih dah pulang. " Ujar Fania dan diangguki Zeno serta Ana setuju.


" Ya habisnya papih terus kepikiran cucu papih. Takut dia kenapa-kenapa. " Ujar David dan Ana bisa melihat raut wajah khawatir disana.


" Papih tenang aja, Caca udah membaik. Sekarang dia lagi tidur habis selesai minum obat. " Ujar Ana dengan tersenyum mencoba menenangkan papihnya.


" Syukur alhamdulillah kalau gitu, papih mau lihat cucu papih dulu. " Ujar David dan Ana pun mengangguk mengiyakan.


Selama disana, pria paruh baya itu tidak fokus bekerja dan memilih pulang untuk mengecek kondisi cucu tersayangnya. Walaupun ada pertemuan dengan salah satu klien penting, tapi David tidak peduli karna baginya kondisi cucunya lah yang terpenting.


Cklek ...


David membuka pintu kamar bernuansa merah muda itu. Dia berjalan dengan hati-hati, takut membangunkan gadis kecil yang tengah tertidur pulas.

__ADS_1


Cupp ...


David mengecup kening cucu tersayangnya dengan pelan. Caca yang sudah tertidur sangat pulas itu tidak merasa terusik sedikit pun.


Di pandangnya wajah cucu kecilnya. Imut, gemas dan cantik seperti putri angkatnya. David senang bisa menebus semua kesalahan di masalalunya dengan kasih sayang yang dia berikan ke putri angkatnya dan cucu tersayangnya.


" Cucu grandpa pulas banget ya tidurnya, sampe grandpanya dateng aja gak sadar. " Ujar David dengan terkekeh pelan.


" Jangan sakit-sakit lagi ya, grandpa sedih kalau lihat cucu grandpa ini sakit. " Ujar David dengan tersenyum memandangi wajah cantik, imut nan menggemaskan cucunya.


" Kau mirip dengan mommy sayang. Grandpa harap kau bisa menuruni sifat sabar, baik hati, dan penyayang seperti mommy mu dan juga grandpa harap kehidupan cucu grandpa nanti tidak sama seperti mommy mu. " Ujar David tanpa dia ketahui Ana yang tadi ingin lewat ke kamarnya berhenti untuk mendengarkan semua perkataan David di kamar putrinya.


" Semoga cucu grandpa nanti tidak mendapatkan pria brengsek seperti daddy mu. " Ujar David dengan mengingat kelakuan bejat putranya dulu terhadap putri angkatnya.


" Selamat tidur my little princess. " Ujar David dengan mengecup kening Caca sebelum dia berlalu pergi.


Ana yang melihat itu langsung buru-buru pergi dan masuk kedalam kamarnya yang tepat berada di sebelah kamar putrinya.


" Ana bakal pastiin kalau Caca bakal dapet pria yang baik pih. " Ujar Ana dengan bersandar di depan pintu kamarnya. Tapi dia tidak tau dengan takdir Tuhan nanti untuk putrinya.

__ADS_1


~Bersambung~


Likenya jangan lupa ya😘


__ADS_2