My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 124


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Malam harinya, Ana yang sudah selesai menyiapkan makan malam di bantu dengan Veronica. Kini tengah menata semua makan di atas meja makan.


" Selesai juga, tinggal panggil anak-anak. " Ujar Ana dan diangguki Veronica.


" Biar aku aja yang manggil mereka. " Ujar Veronica.


" Ya baiklah. " Ujar Ana dengan tersenyum dan setelah Veronica menaiki anak tangga, kedua pasangan paruh baya baru saja tiba sehabis menghadiri pertemuan.


" Hemm, wangi banget. " Ujar Fania yang sudah berdiri di belakang putrinya sambil menatap hidangan makanan di atas meja makan.


" Papih, mamih dah pulang. " Ujar Ana menyalami kedua orang tuanya.


" Udah dong, ngapain lama-lama ya gak pih? " Ujar Fania dan diangguki suaminya.


" Lagian mamih itu kangen sama cucu mamih, dimana dia? " Ujar Fania yang tidak melihat kehadiran cucunya sejak pulang tadi.


" Di kamar mih, biasa lagi main sama Tata. " Ujar Ana dengan tersenyum.


" Sama Vero? " Tanya Fania dan diangguki Ana.


" Iya mih, itu Vero lagi manggilin anak-anak buat turun makan. " Ujar Ana.


" Ohh ya sudah, mamih sama papih ke kamar dulu ya. Mau bersih-bersih dah lengket banget ini. " Ujar Fania.


" Iya mih, Ana juga lagi nunggu kak Zeno pulang biar makan bareng-bareng. " Ujar Ana.

__ADS_1


" Tumben banget anak itu belum pulang? Biasanya jam tiga dah pulang. " Ujar Fania sedangkan Davidto tengah mengambil minuman dingin di lemari pendingin.


" Tadi bilang mau ketemuan sama client nya dulu mih. " Ujar Ana dan diangguki Fania mengerti.


" Ya sudah, mamih sama papih ke kamar dulu ya. Kalau anak-anak mau makan duluan gak papa. " Ujar Fania.


" Iya mih. " Ujar Ana mengangguk.


" Papih ke kamar dulu ya sayang. " Ujar Davidto yang sudah selesai minum.


" Iya pih. " Ujar Ana dengan mengangguk tersenyum.


Setelah Fania dan Davidto yang menaiki lift menuju kamarnya. Veronica datang bersama kedua gadis kecil di kiri dan kanannya.


" Mommy! " Teriak Caca berlari menghampiri Ana yang tengah menuangkan air minum di setiap gelas.


" Ehh putri mommy dah turun ya, ayo makan mommy dah masakin makanan kesukaan kalian berdua. " Ujar Ana menatap putri kecilnya dan Tania bergantian.


" Buat Tata juga ada? " Ujar Tania yang tersenyum mendengar mommy sahabatnya juga memasakan makanan kesukaan dirinya.


" Makasih aunty. " Ujar Tania dengan tersenyum.


Jika dengan keluarganya dan keluarga sahabatnya, Tania berubah menjadi gadis yang hangat dan murah senyum. Tapi tidak dengan orang lain.


" Ehh kok manggilnya aunty? Mommy dong, kan Tata dah mommy anggap seperti putri mommy sendiri. " Ujar Ana.


" I-iya mom. " Ujar Tania dengan tersenyum.


" Ya sudah ayo makan. " Ujar Ana menarik kedua kursi makan untuk Caca dan Tania.


" Terimakasih mom. " Ujar mereka berdua.

__ADS_1


Veronica yang melihat keponakannya sudah bisa tersenyum kembali berkat Caca dan Ana merasa ikut senang. Setidaknya keponakannya itu tidak terus menerus sedih memikirkan kedua orang tuanya.


" Ca, ayo makan. " Ujar Ana memanggil Veronica yang masih terdiam di tempatnya.


" Iyaa. " Veronica mengangguk tersenyum dan ikut duduk di sebelah keponakannya.


" Sayang! " Panggil Zeno yang baru pulang dan mencari-cari keberadaan sang istri.


" DI MEJA MAKAN KAK!!! " Teriak Ana yang tengah mengambilkan putri kecilnya nasi+lauk.


Zeno berlalu menuju meja makan dan melihat disana istrinya tengah mengambilkan makanan untuk sang putri.


" Sayang. " Panggil Zeno sambil memeluk istrinya dari belakang.


" Ishh kak, malu ada anak kecil. " Ujar Ana melepaskan tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya.


" Biarin aja, aku kangen. " Ujar Zeno yang mengeratkan pelukannya dan mencium bau tubuh istrinya yang begitu menenangkan.


" Ekhemm, gak malu dilihatin. " Ujar Fania yang baru turun dari kamarnya bersama sang suami di sampingnya.


" Sirik aja. " Ujar Zeno yang akhirnya melepaskan pelukannya.


" Dasar anak durhaka. " Ujar Fania yang duduk di sebelah suaminya.


" Sirik bilang. " Ujar Zeno menatap mamihnya yang kini menatapnya dengan sinis.


" Udah-udah, sana kamu mandi dulu. Baru makan. " Ujar Ana.


" Iyaa, tungguin aku ya sayang. " Ujar Zeno sambil mencium sekilas bibir istrinya dan berlari masuk ke dalam lift.


" Dasar anak gak tau malu. " Ujar Fania menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


~Bersambung~


Likenya jangan lupa😘


__ADS_2