
Happy Reading :)
^^^
Zeno yang sudah selesai mengecek-ngecek mall-nya. Saat ingin pergi ke toko ponsel, dirinya bertemu dengan sahabat mendiang kekasihnya.
Tania, nama sahabat mendiang kekasih Zeno. Tania yang sangat menyukai Zeno sejak awal mereka bertemu sampai sahabatnya yang berpacaran dengan Zeno pun gadis itu masih menyimpan rada sukanya.
Saat bertemu dengan Zeno di mall tersebut. Tania memaksa ikut dengan Zeno dengan alasan dia pun juga sama akan pergi ke toko ponsel dan itulah alasannya mengapa Zeno datang ke toko ponsel tersebut dengan seorang gadis cantik dengan pakaian minim yang tidak lain dan tidak bukan ialah Tania.
" Shitt, dia disini juga. " Batin Zeno yang melihat Ana memandang ke arahnya sebelum gadis itu pergi dengan terburu-buru dari toko ponsel tersebut.
" Zen, menurut mu yang ini bagus gak? " Tanya Tania yang masih menggandeng tangan Zeno dengan erat.
" Hmm, tunjukkan saya ponsel terbaru. " Ujar Zeno dengan tatapan datar memandang karyawan toko yang melayani Tania.
" Baik tuan. " Karyawan tersebut langsung pergi mengambilkan ponsel-ponsel terbaru di toko mereka.
Tidak lama kemudian karyawan tersebut menghampiri keduanya dengan membawa beberapa kotak yang berisi ponsel-ponsel terbaru.
" Ini tuan beberapa ponsel model terbaru di toko kami. " Ujar karyawan tersebut dengan memperlihatkan satu persatu.
__ADS_1
" Zen, kau membelikannya untuk ku? " Ujar Tania dengan kege'eran.
" Bukan, untuk wanita ku. " Ujar Zeno dengan tatapan datarnya.
Tania yang mendengar langsung terdiam menahan malu. Dia kira ponsel yang di minta Zeno itu untuk dirinya. Tapi ternyata bukan. Tapi tadi apa yang dikatakannya, wanita ku?, Tidak. Itu pasti tidak mungkin.
" Kau sudah punya kekasih? " Ujar Tania kepada Zeno.
" Hmm. " Ujar Zeno yang langsung memilih salah satu ponsel dan memberikan black cardnya untuk pembayaran.
" Secepat itukah kau melupakan Wilona? " Ujar Tania dengan tatapan sedihnya.
" Hmm, gua duluan. " Ujar Zeno yang sudah selesai membeli satu ponsel untuk Ana.
Baru satu langkah meninggalkan Tania. Tangan Zeno langsung di cengkal oleh Tania.
" Sebentar, aku belum beli Zen. " Ujar Tania dengan tatapan seimut mungkin tapi bagi Zeno yang melihatnya itu sangat menjijikkan.
" Ck, lepas. Maaf gua masih ada kerjaan. " Ujar Zeno yang langsung berjalan meninggalkan Tania yang sedang menggerutu kesal.
" Ckk, Lihat saja aku akan mendapatkan mu Zen. Bagaimana pun caranya. " Smirk Tania yang sangat terobsesi dengan pria yang di sukainya dari zaman sekolah menengah atas.
__ADS_1
...------------...
Sedangkan di posisi Zeno, pria tampan itu langsung pergi dari mall-nya menuju mansion keluarganya dengan mengemudikan mobilnya sendiri.
Setibanya di mansion kediaman Germani. Zeno langsung masuk dan di sambut oleh Bi Lona di ruang tengah.
" Selamat datang tuan. " Ujar Bi Lona dengan membungkuk hormat.
" Hmm, dimana gadis itu? " Ujar Zeno dengan tatapan datarnya.
" Maaf tuan muda sedang tidak ada. " Ujar Bi Lona dengan menunduk.
" Kemana? " Ujar Zeno dengan masih menatap datar pembantu barunya itu.
" Maaf saya tidak tau tuan muda, saat itu saya sedang ke supermarket. " Ujar Bi Lona.
" Ck, sekarang dia belum pulang? " Tanya Zeno dengan raut wajah kesalnya.
" Maaf belum tuan muda. " Zeno yang mendengarnya langsung pergi keluar mencari Ana.
~Bersambung~
__ADS_1