
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Setelah selesai berbelanja sepatu. Fania mengajak cucu kesayangannya ke toko perhiasan. Dia ingin membelikan cincin, kalung dan gelang untuk cucunya.
" Kita ngapain kesini grandma? " Tanya Caca menatap grandmanya yang tengah asik melihat-lihat perhiasan.
" Grandma mau beliin Caca cincin, kalung sama gelang. " Ujar Fania menatap ke bawah dimana cucunya yang juga tengah menatap dirinya.
" Tapi Caca gak suka perhiasan grandma. " Ujar Caca jujur.
Gadis kecil itu lebih suka di belikan baju, sepatu atau mainan daripada perhiasan. Itulah alasan kenapa Zeno dan Ana tidak pernah membelikan putri mereka perhiasan.
" Gak papa sayang, kan sesekali grandma beliinnya. " Ujar Fania yang meminta karyawan toko perhiasan itu untuk menunjukkan cincin, kalung dan gelang keluaran terbaru.
" Ya sudah, terserah grandma saja. Caca ikut saja. " Ujar Caca dengan tersenyum, dia ingin menghargai niatan grandmanya membelikan dirinya perhiasan.
Sambil menunggu karyawan toko mengambil pesanannya. Fania mengajak Caca untuk mencari-cari cincin untuk Ana.
" Sayang, bantu grandma carikan cincin buat mommy ya. " Ujar Fania dan diangguki Caca.
" Siap grandma. " Ujar Caca dengan semangat dan dia pun langsung melihat-lihat deretan cincin di etelase.
Caca menatap ke sebuah cincin berlian biru dengan bentuk seperti matahari. Dia langsung memanggil Fania yang tengah melihat-lihat koleksi perhiasan terbaru yang dibawakan karyawan toko tadi.
" GRANDMA!!! " Teriak Caca memanggil Fania dan Fania yang melihatnya langsung menghampiri cucu tersayangnya itu.
" Ya sayang, sudah ketemu? " Caca mengangguk mengiyakan.
" Sudah grandma, yang itu cantik buat mommy. " Ujar Caca dengan menunjuk cincin yang dipilihnya.
" Mbak tolong ambilkan yang itu. " Ujar Fania sambil menunjuk ke cincin yang di tunjuk cucunya tadi.
" Yang ini nyonya? " Tanya karyawati dengan meletakkan kotak kecil kaca berisikan cincin berlian biru dengan bentuk matahari.
__ADS_1
" Yang ini sayang? " Tanya Fania ke Caca dan Caca pun mengangguk mengiyakan.
" Cantik, saya mau yang itu. " Ujar Fania.
" Baik, kami bungkuskan dulu nyonya. " Karyawati itu langsung berlalu untuk membungkuskan cincin yang di beli Fania.
" Caca sayang, kita kesana ya. " Caca mengangguk dan mereka berdua pun kembali ke karyawan yang tadi mengambilkan koleksi perhiasan terbaru.
" Caca suka cincin yang mana? " Tanya Fania dan Caca langsung menunjuk cincin berlian biru.
" Saya mau yang itu sama gelang dan kalung yang tadi. "
" Baik nyonya. " Karyawan itu pun langsung membungkuskan perhiasan yang di beli Fania dan setelah selesai Fania langsung memberikan black cardnya.
" Terimakasih nyonya. " Ujar karyawan itu memberikan black card Fania kembali dan Fania hanya mengangguk mengiyakan.
" Kita makan dulu ya, Caca dah laper kan? " Tanya Fania dan Caca pun mengangguk mengiyakan.
" Ya sudah yuk ke restoran langganan grandma sama grandpa. " Ujar Fania menggandeng tangan sang cucu menuju restoran favorit dirinya dan sang suami.
" Selamat datang nyonya. " Ujar manager restoran menyambut kedatangan Fania.
" Tempat biasa kosongkan? " Tanya Fania, karna tempat favorit dirinya dan suaminya itu sangat spesial, dari mulai mereka bisa melihat hiruk pikuk jalanan ibu kota yang begitu ramai atau pemandangan malam yang begitu indah.
" Tenang saja nyonya, tempat favorit nyonya dan tuan besar Germani selalu di kosongkan. " Ujar manager restoran itu dengan tersenyum.
" Baguslah, ayo sayang. " Ujar Fania yang kembali menggandeng tangan cucunya menuju bangku favoritnya yang berada di paling pojok dekat kaca jendela.
Manager restoran itu langsung memanggil waiters untuk melayani tamu spesialnya.
" Permisi nyonya, mau pesen apa? " Ujar waiters perempuan menghampiri mereka.
" Caca sayang mau makan apa? " Tanya Fania menatap cucunya yang tengah membuka buku menu.
" Caca mau spaghetti, minumannya boba. " Ujar Caca yang kembali menutup buku menu di tangannya.
" Kalau saya, Beef steak, minumannya orange juice. " Ujar Fania meletakkan kembali buku menu di atas meja.
__ADS_1
" Baik, apa ada lagi? " Ujar waiters tersebut yang mencatat semua pesanan keduanya.
" Tidak, itu saja. " Ujar Fania menatap sang waiters yang seumuran dengan putrinya.
" Baik, silahkan ditunggu. " Waiters itu pun langsung berlalu pergi memberikan pesanan mereka ke sang koki.
Fania menatap cucunya yang tengah menatap ke arah samping. Ternyata cucunya itu tengah menatap seorang wanita cantik yang dia yakini adalah seorang model dengan menggunakan pakaian seksi yang sedang di kerubungi pengunjung restoran.
" Caca sayang mau minta foto? " Tanya Fania dan Caca langsung menoleh menatap grandmanya.
" Dia model ya grandma? " Tanya Caca dan diangguki Fania.
" Caca mau kaya dia kalau dah besar. " Ujar Caca dengan tersenyum, melihat wanita cantik itu yang dikagumi semua orang membuat dirinya ingin menjadi seperti dirinya.
" Caca mau jadi model? " Tanya Fania.
" Model? Model itu apa grandma? " Tanya Caca dengan bingung, dia gak tau kalau wanita cantik itu adalah seorang model.
" Model itu kaya wanita tadi. " Ujar Fania.
" Ohh gitu. " Angguk Caca mengerti.
" Tapi jadi seorang model bukanlah hal yang menyenangkan, di kelilingi fans-fans bahkan nanti kita bakal punya banyak musuh. " Ujar Fania yang ingin memberitahukan suka dan dukanya menjadi seorang model.
" Tapi Caca pengen jadi model grandma, biar dikagumi dan di sukai semua orang. " Ujar Caca dengan tersenyum.
" Ya sudah, nanti kita bicarakan lagi ya. " Caca mengangguk mengiyakan dan tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang, keduanya pun langsung menyantapnya.
~Bersambung~
Visual Cincin Caca👇
Visual cincin Ana yang di pilihkan Caca👇
__ADS_1