My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 102


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Kini Ana dan Zeno sudah tiba di sebuah toko perhiasan yang sangat mewah dan megah. Mereka pun memasuki toko tersebut dan langsung di sambut salah satu pelayan.


" Selamat datang di jewellery Zahra store, ada yang bisa kami bantu? " Ujar karyawati tersebut dengan tersenyum ramah.


" Mau ketemu bu Zahra nya ada? " Ujar Ana membalas tersenyum.


" Sebelumnya sudah ada janji nona? " Ujar karyawati tersebut.


" Sudah, kami anak dari bu Fania. " Ujar Ana yang sebelumnya di kasih tau Mamihnya untuk mengatakan seperti itu saat tiba disana.


" Baik, silahkan duduk nona, tuan. Saya panggilkan Miss Zahra nya dulu. " Ana mengangguk mengiyakan sambil duduk di sofa yang sudah tersedia disana.


Tidak lama kemudian datanglah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda dengan pakaian modis serta perhiasan yang mencolok di leher, pergelangan tangan dan jari manisnya menghampiri mereka.


" Dengan nona Ana dan tuan Zeno? " Ujar wanita paruh baya itu dengan tersenyum.


" Ya, benar nyonya. " Ujar Ana dengan membalas tersenyum.


" Panggil saja Miss Zahra. " Ujar wanita paruh baya itu dengan tersenyum dan Ana hanya mengangguk mengiyakan.


" Mari ikut saya keruangan. " Ujar Miss Zahra yang berjalan duluan, diikuti Ana dan Zeno dibelakangnya.


Setibanya di ruangan mewah nan luas itu. Ana dan Zeno di persilahkan duduk di sebuah sofa panjang berwarna merah yang berada tidak jauh dari ruang kerja Miss Zahra.

__ADS_1


" Silahkan duduk, saya ambilkan contoh desainnya dulu. " Ujar Miss Zahra yang berjalan ke meja kerjanya dan mengambil beberapa tumpukkan kertas yang berada di laci mejanya.


Ana dan Zeno menunggu sambil duduk dan sesekali Ana menatap kesekeliling ruangan yang menurutnya desain ruangannya begitu mewah dan nyaman untuk di pandang.


" Ini beberapa contoh desain cincin di toko saya. Atau kalian punya rekomendasi desain sendiri? " Ujar Miss Zahra yang menunjukkan kertas yang berisi desain cincin yang dia buat.


" Kami ingin cincin yang berbentuk mahkota. Apakah ada? " Tanya Ana sambil melihat-lihat contoh desain cincin yang ditunjukkan Miss Zahra.


" Mahkota? Ada kok, tunggu sebentar. " Ujar Miss Zahra yang langsung menghubungi asistennya.


Tidak lama datanglah seorang wanita muda masuk kedalam dan menghampiri Miss Zahra dengan membawa beberapa kertas di tangannya.


Wanita muda itu langsung memberikan kertas-kertas itu ke miss Zahra.


" Silahkan dilihat dulu, siapa tau ada yang cocok. Kalaupun tidak, saya bisa buatkan desain yang kalian inginkan. " Ujar Miss Zahra dan memberikan kertas-kertas desain terbaru cincin mahkota yang di buatnya.


Ana dan Zeno langsung melihatnya. Mereka berdua fokus menatap kertas-kertas itu, sampai dimana Ana menemukan sebuah desain cincin yang membuatnya tertarik.


" Hmm, kamu mau yang ini? "


Ana mengangguk mengiyakan. Karna menurutnya desainnya simple, tapi bagus. Di tambah lagi cincin laki-laki nya tidak terlalu polos dan bagus jika di pakai Zeno nantinya.


" Ya sudah, yang ini saja. " Ujar Zeno dan miss Zahra pun langsung mengambilnya.


" Baik, secepat mungkin cincinnya jadi. Kalau boleh tau hari H nya berapa hari lagi? " Tanya Miss Zahra dengan memberikan kertas desain cincin yang di pilih tadi ke asistennya.


" Lima hari lagi miss. " Ujar Ana


" Lima hari sama hari ini? " Tanya miss Zahra.

__ADS_1


" Gak miss, kalau sama hari ini di enam hari lagi. " Ujar Ana dan diangguki miss Zahra.


" Oke, perkiraan cincinnya jadi empat hari lagi, hari ini gak di itung ya. " Ujar Miss Zahra.


" Gak bisa lebih cepat? " Tanya Zeno dengan datar.


" Nanti kami usahakan dua hari sebelum hari H sudah jadi. " Ujar Miss Zahra dengan tersenyum.


" Baiklah miss, kalau begitu makasih. " Ujar Ana dengan tersenyum.


" Sama-sama cantik, nanti kalau sudah jadi saya hubungi Fania atau ke kamu langsung? " Tanya Miss Zahra.


" Ke saya langsung juga gak papa miss, ini nomor HP saya. " Ujar Ana memberikan kertas berisi nomor telponnya.


" Oke, nanti saya hubungi langsung. " Ujar Miss Zahra dengan menerima kertas tersebut.


" Pembayarannya sekarang atau nanti? " Tanya Zeno yang masih memasang wajah datarnya.


" Setelah cincinnya jadi saja tuan, karna takut ada kesalahan nantinya dan gak sesuai dengan apa yang kalian mau. " Ujar Miss Zahra.


" Baik miss, kalau begitu kami permisi. " Ujar Ana dengan bangkit dari duduknya dan begitupun dengan Zeno.


" Oke, mari saya antarkan sampai depan. " Ujar Miss Zahra dengan tersenyum.


" Ya, baiklah. " Ujar Ana dengan tersenyum dan mereka berempat pun berjalan bersama-sama menuju pintu depan, termasuk asisten Miss Zahra yang juga mengantarkan mereka.


~Bersambung~


Likenya jangan lupa ya😘 Sama mampir juga ya ke novel baru author🤭 masih tahap revisi sihh😅 Tapi gak papalah di baca aja kalau mau:v

__ADS_1


See you😘


__ADS_2