
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Di dalam kamar Zeno dan Ana. Fania dan Caca tengah berdiri di depan pintu kamar mandi sambil melihat Ana yang terus-terusan mual.
Begitupun dengan Zeno, dia terus berdiri di belakang sang istri sambil mengelus punggung istrinya dengan lembut. Dia sangat khawatir melihat istrinya yang terus-terusan muntah itu. Tapi tidak ada cairan yang keluar dari mulut istrinya itu.
" Mual banget kak. " Ujar Ana dengan menatap suaminya dengan muka pucat.
Cupp ...
" Bentar lagi dokter datang, istirahat dulu ya? " Ujar Zeno dengan mengecup kening Ana.
Ana mengangguk mengiyakan. Zeno langsung mengangkat tubuh istrinya ala bridal style dan membawanya ke tempat tidur. Fania dan Caca masih setia mengikuti keduanya.
" Daddy, mommy kenapa? " Ujar Caca dengan pandangan sendu menatap mommynya yang terlihat pucat.
" Mommy gak papa sayang. " Ujar Ana menjawab pertanyaan putrinya.
" Benelan? " Ujar Caca dan Ana tersenyum mengiyakan.
Sampai pintu kamar keduanya terbuka dan munculah Davidto bersama dengan Dokter pribadi keluarga mereka.
" Periksa istri saya dok. " Ujar Zeno yang langsung bangkit dari tempat tidur, membiarkan dokter pribadi mereka memeriksa kondisi istrinya.
__ADS_1
" Sebentar ya, saya periksa dulu. " Ujar Dokter Fanya berjalan mendekati Ana yang berbaring di atas tempat tidur dan langsung memeriksanya.
Mereka semua menunggu dokter Fanya selesai memeriksa Ana. Begitupun dengan Veronica dan Tania yang baru datang dan menunggu pemeriksaan selesai.
" Bagaimana dengan kondisi putri saya? " Ujar Fania yang melihat dokter pribadi mereka selesai memeriksa putrinya.
" Nona Ana baik-baik saja. Ini normal untuk ibu hamil. " Ujar Dokter Fanya dengan tersenyum membuat mereka yang ada disana langsung tersenyum bahagia mendengar Ana yang kembali hamil anak kedua.
" Istri saya hamil? " Tanya Zeno yang masih tidak percaya.
Dokter Fanya mengangguk mengiyakan. Zeno langsung menghampiri istrinya dan memeluk Ana sambil menangis haru.
Zeno tidak menyangka istrinya itu akan kembali hamil anak kedua mereka. Bahagia?, Sudah pasti. Siapa sih yang tidak bahagia mendengar bahwa istrinya hamil.
Tapi tidak dengan Ana. Wanita cantik itu hanya terdiam dengan pandangan kosong. Dia bingung harus bahagia atau sedih. Kalian ingat bukan, bahwa dia memiliki trauma saat kehamilan Caca.
" Sayang, kenapa diam? Kau tidak senang? " Ujar Zeno membuat semua orang yang tengah berpelukan mendengar kabar bahagia itu langsung melepaskan pelukan mereka masing-masing dan menatap ke arah keduanya.
" Kau jangan ngada-ngada Zen. Mana mungkin Ana tidak bahagia, iya kan pih? " Ujar Fania menatap suaminya dan Davidto mengangguk setuju.
" Ya. " Ujar Ana membuat mereka semua langsung menatap kearahnya.
" Kenapa? Jelaskan Ana! " Ujar Zeno yang merasa sedikit kesal mendengar istrinya yang tidak bahagia dengan kehamilannya.
" AKU TIDAK INGIN YANG DULU TERJADI LAGI!!! " Teriak Ana sambil bangun dari posisi tidurannya dan menangis terisak.
Dia bahagia, tapi dia juga takut jika semua itu terulang kembali.
__ADS_1
" Kita keluar, biarkan mereka selesaikan berdua. " Ujar Fania menyuruh semua yang ada disana keluar dan membiarkan putra dan putrinya bicara berdua.
Semuanya langsung keluar. Begitupun dengan Caca yang di gendong Fania agar meninggalkan Zeno dan Ana.
Kini di dalam kamar, tinggal Ana yang tengah menangis dan Zeno yang tengah menatap datar ke arah Ana.
" Aku takut yang dulu terjadi lagi dengannya. Aku takut, hikss. " Ujar Ana yang menangis.
Zeno memeluk istrinya itu. Walaupun dia belum tau apa yang dikatakan istrinya itu, tapi dia ingin mencoba menenangkannya.
" Dulu aku sempat keguguran. Aku mengalami perdarahan dan menyebabkan Caca lahir secara prematur. Karna kesalahan mu Caca seperti sekarang, dia kehilangan kekebalan tubuhnya dan itu yang menyebabkan dia mudah sakit. " Ujar Ana melepaskan pelukannya dan menatap Zeno yang juga menatapnya.
" Aku tidak ingin anak ini mengalami hal yang sama, aku takut kak. " Ujar Ana yang kembali menangis dan Zeno yang mendengarnya terdiam.
Ini semua salahnya. Andai dulu dia tau bahwa Ana hamil dan tidak meninggalkannya. Putri kecilnya tidak akan seperti ini dan istrinya tidak akan mengalami trauma seperti ini.
" Sayang dengerin aku. " Ujar Zeno menangkup kedua pipi Ana dan menghapus sisa-sisa air mata di kedua pelupuk mata istrinya.
" Aku akan menjaga kalian, aku tidak akan membiarkan hal yang dulu terjadi. Aku akan menjaga kamu dan buah hati kita, aku janji. " Ujar Zeno sambil mengelus perut Ana yang masih rata dan memeluk istrinya.
" Sudah jangan takut lagi, sekarang sudah ada aku, mamih, papih yang akan jaga kamu dan anak kita. Kamu percaya kan sama aku? " Ujar Zeno yang melepaskan pelukan dan menatap Ana yang kini mengangguk mengiyakan.
" Aku percaya. " Ujar Ana dengan tersenyum, setidaknya dia sedikit tenang mendengar kata-kata suaminya dan dia juga akan berjuang menjaga anak kehamilan keduanya ini.
~Bersambung~
Likenya jangan lupa ya😘 Buat S2 nya aku dah ada nih, tapi blm ku up🤠Nunggu baby junior ke-2 lahir duluðŸ¤
__ADS_1