My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 50


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗


....


Ana menghampiri putri kecilnya yang tengah duduk di atas ranjang dengan mata berkaca-kaca.


" Caca sayang ada apa? Kenapa kau menangis nak? " Ujar Ana yang kaget melihat putri kecilnya menangis.


" Hikss, Mommy Caca rindu dady. "


Ana yang mendengarnya terdiam. Dia bingung harus menjawab apa, sudah sangat sering Caca menangis saat bangun tidur dan mengatakan dia merindukan dadynya.


" Caca, dengerin mommy ya sayang. Daddy lagi kerja nyari duit yang banyak buat Caca beli mainan nanti, jadi Caca harus sabar ya nunggu daddy pulang. " Ujar Ana yang lagi-lagi terus berbohong mengatakan bahwa Zeno, daddy Ana sedang bekerja.


" Hikss, mommy katakan pada dady, Caca gak butuh mainan, caca hikss butuh daddy disini hikss. " Ujar Caca dengan semakin menangis.


Gadis kecil itu sangat iri melihat teman-temannya yang selalu di anter dan di jemput oleh daddynya.


" Iya nanti mommy bilangin ya sayang, sekarang Caca berhenti nangisnya terus mandi kasihan nenek sama aunty dah nungguin Caca di meja makan. " Ujar Ana dengan menghapus jejak air mata di kedua pelupuk mata putri kecilnya.

__ADS_1


" Hikss, iya mommy, Caca mandi dulu ya. Mommy tunggu Caca di meja makan, nanti Caca kesana. " Ujar Caca yang masih sesegukan.


" Ya sudah, Caca jangan lama ya sayang. " Ujar Ana yang mencium kening Caca sebelum pergi dari kamarnya.


" Mommy kenapa bohong sama Caca? " Ujar Caca yang bergumam setelah melihat Ana keluar dari kamarnya.


Sudah dua bulan ini Caca mengetahui kebenarannya, bahwa mommy nya tengah menjauh dari dadynya dan itu tidak sengaja Caca mendengarnya saat Nenek dan auntynya yang mengobrol setiap malam dengan mommy nya.


Caca tidak tau alasan mommy nya menjauhi dadynya. Tapi Caca sempat kecewa kepada mommy itu karena telah berbohong mengatakan bahwa dadynya tengah bekerja mencari uang untuk dirinya, tapi kenyataannya mommy nya lah yang menjauhi dadynya.


" Caca harus cari tau. " Ujar Caca yang menyakinkan dirinya sendiri untuk mencari tau keberadaan dadynya sekarang dan mempertemukan keduanya, agar dia bisa mempunyai keluarga yang utuh seperti anak-anak lainnya.


...---------...


" Aishh anak itu, Han kau tolong bujuk tuan mu itu untuk mengambil alih perusahaan ku. " Ujar Davidto dengan menatap orang kepercayaan Zeno.


" Maaf tuan, bukan saya tidak ingin membantu tapi tuan muda selalu menolaknya walau saya terus membujuknya. " Ujar Hans dengan menundukkan kepalanya.


" Huhh, ya sudahlah. Kasihan sekali si tua ini yang masih terus berkerja. " Ujar Davidto dengan menggerutu kesal di sepanjang jalan menuju lift.


" Saya permisi dulu sekretaris Hans. " Ujar sekretaris sekaligus tangan kanan Davidto.


" Silahkan sekretaris Dio. " Ujar Hans dengan mengangguk dan sekretaris Dio pun langsung berlari mengikuti langkah kaki tuannya yang sudah mau memasuki lift.

__ADS_1


" Sungguh kasihan sekali tuan David. " Ujar Hans yang langsung kembali ke ruangan tuannya untuk memberitahu kegiatannya nanti siang.


Sedangkan di ruangan Zeno. Pria tampan itu tengah memijit keningnya yang terasa berdenyut melihat papihnya yang terus-terusan memaksa dirinya untuk mengambil alih perusahaan G Company.


Tokk ...


Tokk ...


" Masuk! " Teriak Zeno yang melihat sekretarisnya yang membuka pintu ruangannya.


" Kalau kau mau membujuk saya lagi, mendingan keluar! " Ujar Zeno dengan dingin dan menatap tajam ke arah sekretaris pribadinya itu.


" Ti-tidak tuan, Saya cuma ingin mengingatkan jadwal anda siang nanti. " Ujar sekretaris Hans dengan menunduk takut melihat tatapan tajam dari tuan mudanya.


" Hmm, tunda saja ganti besok siang. Hari ini saya ingin istirahat. " Ujar Zeno dengan bersandar di kursinya.


" Tapi tuan besok anda harus berangkat ke luar kota untuk melihat pembangunan pusat perbelanjaan. " Ujar Hans dengan menunduk.


" Haishh, ya sudah siapkan semuanya kita berangkat habis makan siang. " Ujar Zeno dengan menghelas nafas frustasi.


" Baik tuan, kalau begitu saya permisi. " Zeno menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


" Ana aku merindukan mu. " Ujar Zeno dengan melirik bingkai foto Ana di atas meja kerjanya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2