
Happy Reading :)
^^^
" Wahh rame ya bang. " Ujar Cecilia yang menatap setiap ke semua toko yang sudah di penuhi para pembeli.
" Ya begitulah, lagian disini juga kualitas barangnya sangat bagus dan harganya juga terjangkau mungkin itu yang membuat orang-orang tertarik. " Ujar Samuel dengan menjelaskan.
" Ohh ya kak, disini ada kak toko yang menjual buku? " Tanya Olivia dengan gugup karena di tatap oleh Samuel.
" Hmm, ada. Nanti ditemenin, kamu emangnya mau beli buku apa? " Ujar Samuel dengan bertanya.
" Nyari buku ilmiah kak, Kira-kira ada gak ya?. " Ujar Olivia dengan menatap Samuel.
" Kayanya ada, nanti coba saya tanyakan ke kekasih saya, soalnya temannya yang buku toko buku. " Ucapan Samuel berhasil membuat Olivia terdiam mematung.
" P-pacar? " Ujar Olivia dengan menatap Samuel tak percaya.
" Ya, why? " Ujar Samuel dengan menatap Ovilia dengan bingung.
" Gak papa kak. " Ujar Olivia dengan tersenyum kecut.
" Dahh ayo masuk. " Ujar Samuel dengan mengajak mereka memasuki toko kekasihnya.
Kekasihnya Samuel yang tengah istirahat karena sudah tak ada pembeli lagi langsung bangkit dari duduknya saat menatap kehadiran kekasihnya bersama ketiga gadis cantik.
" Cecil!!! " Teriak kekasih Samuel yang begitu senang melihat kehadiran adik sepupu kekasihnya.
" Heyy kak Siska. " Ujar Cecilia dengan melambaikan tangannya.
Kekasih Samuel yang bernama Siska itu langsung memeluk Cecilia.
" Dah lama banget kakak gak ketemu kamu. " Ujar Siska yang sudah melepaskan pelukannya.
__ADS_1
" Hahh iya hehehe, mian kak. Cecil sibuk sekolah jadi gak pernah main. " Ujar Cecilia dengan tersenyum.
Cecilia sangat dekat dengan kekasih abang sepupunya itu. Bahkan setiap seminggu sekali, Cecilia sering main ke apartemen kekasih abang sepupunya itu.
" Ya gak papa, kakak ngerti. Ayo duduk. " Ujar Siska dengan mengambil bangku lagi untuk temen-temen adik sepupu Samuel.
" Ayo duduk, ini siapa nihh cantik-cantik banget. " Ujar Siska dengan tersenyum dengan memandang kedua gadis cantik yang duduk di sebelah Cecilia.
" Halo kak, kenalin Ana sahabatnya Cecil. " Ujar Ana dengan mengulurkan tangannya.
" Nama yang cantik, Siska kekasih abang sepupunya Lia. " Ujar Siska dengan menerima uluran tangan Ana.
" Yang ini siapa namanya? " Ujar Siska dengan memandang Olivia dengan tersenyum.
" Shutt, Via. " Bisik Cecilia dengan menyenggol lengan sahabatnya itu yang tengah melamun.
" Ahh iyaa, kenapa? " Ujar Olivia dengan tersadar dari lamunannya.
" Itu kak Siska ngajakin kenalan. " Ujar Cecilia dengan menunjukkan ulurang tangan Nana yang tengah tersenyum.
" Oke, aku Siska. " Ujar Siska dengan tersenyum.
" Kak Siska !!! " Teriakan itu membuat mereka semua menatap ke arah beberapa pria tampan dan wanita cantik yang berjalan menghampiri mereka.
" Derel berisik. " Ujar Siska dengan menjewer telinga adik sepupunya itu.
" Aww-aww sakit kakkkk!!! " Teriak Derel dengan mengerang sakit.
" Lagian siapa suruh berisik. " Ujar Siska dengan melepaskan jewerannya.
" Uhh, sadis banget sihh. " Ujar Derel dengan mengusap telinganya.
" Ohh ya kak ini siapa? " Ujar Derel dengan menatap ketiga gadis cantik yang berdiri di sebelah kakak sepupunya itu.
__ADS_1
" Ohh mereka temennya Cecilia. " Ujar Siska dengan memberitahukan.
" Ohh ini yang namanya Lia? " Ujar Derel dengan mengangguk mengerti.
" Iyaa, jadi kamu mau gak? Cakep kan orangnya. " Ujar Siska yang menjodohkan adik sepupunya itu dengan adik sepupu kekasihnya.
" Maksud kak Siska apa? " Ujar Cecilia dengan tak mengerti.
" Ahh gak papa, Ohh ya Der kau anter mereka gihh keliling sana. " Ujar Siska yang ingin membuat Derel dekat dengan Cecilia.
" Ogahh, capek. " Ujar Derel yang ingin duduk tapi langsung di tarik telinganya oleh Siska.
" Buruan!!! " Teriak Siska dengan tatapan tajamnya.
" Ahh iyaa-iyaa, sakit lepas dulu. " Ujar Derel dengan meringis kesakitan.
" Dahh sana. " Ujar Siska yang sudah melepaskan jewerannya.
" Kalian berkeliling sama adik sepupu kakak ya, biar gak nyasar. " Ujar Siska dengan lembut.
" Giliran sama orang lembut, tapi sama adik sepupunya aja galak banget. " Gumam Derel yang masih bisa terdengar oleh Siska.
" Apa?! " Ujar Siska dengan nada galaknya.
" Gakk, ayo cepetan lo jamet. " Ujar Derel dengan berjalan duluan.
" Derel!!! Jaga ucapan kamu!!! " Teriak Siska yang di acuhkan oleh Derel.
" Lo pada gak ikut? " Ujar Derel kepada ketiga sahabatnya.
" Ikut, ayo Hans, Zen. " Ujar Veronica dengan menyusul Derel.
Ana melewati tempat Zeno berdiri, dia sempat terdiam mendapati kehadiran kakaknya itu tapi dia langsung berlari mengejar sahabat-sahabatnya yang sudah berjalan duluan.
__ADS_1
Zeno juga begitu terkejut mendapati kehadiran adiknya itu dan berjalan mengikuti langkah Hans yang sudah duluan mengejar Derel.
~Bersambung~