
~ Happy Reading ~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Setibanya di bandara. Mereka langsung menaiki pesawat pribadi Zeno untuk berangkat ke kota kelahiran mereka. Zeno lebih memilih menggunakan pesawat untuk cepat sampai ke tempat tujuan dari pada menggunakan kereta api.
Ana saat itu setuju-setuju saja. Karena yang lebih di pentingkannya sekarang adalah bagaimana reaksi kedua orang tuanya nanti setelah tau dirinya mempunyai anak dari Zeno, kakak kandungnya sendiri. Ditambah dulu orang tuanya sangat membencinya dan tidak pernah senang dengan keberadaannya disana.
Kini di pesawat, mereka memilih sama-sama terdiam dengan Zeno yang memangku tubuh Caca yang tengah tertidur dan di sampingnya ada Ana yang terdiam memikirkan reaksi kedua orang tuanya nanti.
Caca yang tengah tertidur di dalam pangkuan Zeno, mulai merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya itu dan membuat Zeno yang tengah terdiam tersadar dengan putrinya yang tampak tidak nyaman terlihat dari pergerakan Caca yang terus bergerak kesana kemari di dalam tidurnya. Zeno yang melihat itu pun langsung membawa putrinya itu kedalam kamar pribadinya di dalam pesawat tersebut.
Ana yang melihat Zeno bangkit langsung menatapnya dan melihat Zeno yang memasuki sebuah ruangan sambil menggendong putrinya. Ana yang melihat itu pun langsung bangkit dan memasuki ruangan yang tadi di masuki Zeno dan putrinya. Dia pun melihat Zeno yang menidurkan Caca di sebuah kasur king size dengan sangat hati-hati mungkin takut membangunkan tidur putrinya itu.
" Andai kita bukan saudara kandung kak, aku akan berusaha memaafkan mu dan memulai hidup baru dengan mu. " Batin Ana yang berubah menjadi sendu.
__ADS_1
Sejak awal melihat ketulusan Zeno dalam meminta maaf, membuat hati kecilnya luluh sedikit demi sedikit. Di tambah lagi saat melihat kasih sayang yang begitu besar Zeno terhadap putri mereka membuat dirinya tambah luluh dan mulai sedikit demi sedikit memaafkan kesalahan kakaknya itu dimasalalu. Ya, walaupun rasa traumanya masih sering menghantuinya. Tapi dia sudah bisa mengendalikannya dan sudah tidak begitu buruk seperti dulu.
" Ana, ada apa? Kenapa kau melamun?! " Ujar Zeno yang menepuk pundak wanitanya itu yang terdiam sambil menatap ke arah dimana Caca tertidur.
" Ahh, gak papa kak. Aku hanya lelah sedikit. " Ujar Ana dengan tersenyum.
" Istirahat lah, perjalanan kita juga masih sedikit jauh, nanti ku bangunkan setelah kita sampai. " Ujar Zeno dengan mengelus pucuk kepala Ana dengan tersenyum.
" Ya baiklah kak. " Ujar Ana dengan mengangguk tersenyum.
" Tidurlah di samping Caca, aku akan keluar. " Ujar Zeno yang ingin melangkah keluar tapi ditahan oleh Ana.
" Tidak, kau dan Caca saja. Aku harus keluar mengurus pekerjaan ku. " Ujar Zeno dengan tersenyum.
" Hmm, baiklah. " Ujar Ana yang mengangguk dan ingin naik ke atas ranjang tapi di urungkannya.
" Kak! " Panggil Ana secara tiba-tiba membuat Zeno yang sudah berada di ambang pintu langsung berhenti dan menoleh ke arahnya.
__ADS_1
" Ya? " Ujar Zeno dengan tatapan bertanya-tanya.
" Ahh, tidak jadi. " Ujar yang mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan isi hatinya.
" Hmm, baiklah. Kalau ada apapun panggil saja aku. " Ujar Zeno dan diangguki Ana.
" Ya, makasih. " Ujar Ana dengan tersenyum dan langsung menaiki ranjang dan tidur di sebelah putri kecilnya.
Zeno yang melihatnya tersenyum dan mengucapkan satu kata yang masih bisa di dengar oleh Ana.
" Aku menyayangi kalian. " Ujar Zeno sebelum dia benar-benar keluar meninggalkan kedua wanita yang berarti di dalam hidupnya.
~Bersambung~
Maaf baru up, aku kaya males aja gitu buat up karna liat like yang beda jauh dari episod sebelumnya😅
Tapi aku usahakan besok bakal up lagi😘 Terus kasih dukungan kalian ya😊
__ADS_1
Love you all😘❤