
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Keesokan harinya. Zeno menemani Ana memeriksa kandungannya, sekalian mereka ingin melihat jenis kelamin anak mereka. Caca juga memaksa ikut menemani sang Mommy dengan alasan ingin melihat adik kecilnya.
Kini mereka tengah duduk menunggu antrian. padahal Zeno bisa memaksa untuk di duluin karna rumah sakit ini miliknya, tapi istrinya itu tidak mau dan memilih untuk mengantri seperti bumil-bumil lainnya.
" Mommy masih lama ya? " Tanya Caca yang duduk di pangkuan Zeno.
" Bentar lagi, sabar ya. " Ujar Ana dan Caca pun mengangguk mengiyakan.
" Males banget nungguin kaya gini. " Ujar Zeno yang kesal harus mengantri dengan orang lain, ditambah lagi bumil disana pada menatapnya.
" Jangan marah-marah kak, bentar lagi juga di panggil. " Ujar Ana menenangkan, dia tidak ingin menerobos antrian bumil-bumil lainnya yang sudah datang lebih awal.
Tiba lama kemudian, keluar lah seorang suster yang di tugaskan untuk memanggil nama pasien selanjutnya.
" Nona Anastasia! " Panggil suster itu membuat Ana langsung bangkit dari duduknya dan begitupun dengan Zeno.
" Saya suster. " Ujar Ana menghampiri suster tersebut.
" Silahkan masuk nona, tuan muda. " Ujar Suster itu dengan tersenyum.
" Terimakasih suster. " Ana pun langsung berjalan masuk diikuti Zeno di sampingnya sambil menggendong Caca.
Di dalam mereka langsung disambut oleh dokter wanita yang biasanya menangani Ana.
" Mari saya periksa, sekalian kita akan melihat jenis kelamin si kecil. " Ujar dokter wanita itu dengan ramah.
" Iya dok. " Ana langsung membaringkan tubuhnya di atas brankar, sedangkan Zeno berdiri melihat layar monitor.
__ADS_1
" Anak kalian sehat dan selamat jenis kelaminnya laki-laki. " Ujar Dokter itu dengan tersenyum.
Ana dan Zeno yang mendengarnya tersenyum senang. Karna mereka sangat menanti-nantikan anak laki-laki untuk menjadi penerus selanjutnya.
" Laki-laki kak. " Ujar Ana dengan menangis haru, dia sangat senang mengetahui bahwa anak mereka laki-laki.
" Iya sayang, akhirnya kita punya sepasang. " Ujar Zeno dengan mengecup punggung tangan Ana.
" Adik Caca laki-laki ya mom, dad? " Ujar Caca dan diangguki keduanya.
" Akhilnya Caca punya adik laki-laki, xixixi. " Ujar Caca dengan gembira mengetahui adiknya laki-laki.
" Caca senang gak? " Tanya Ana dengan menatap putrinya itu yang berada di dalam gendongan Zeno.
" Seneng mommy, Nanti ada yang jagain Caca. " Ujar Caca dengan tersenyum.
" Iyaa, nanti adik pasti jagain kakaknya terus. " Ujar Ana dan diangguki Caca.
...-----------------...
Di sebuah perusahaan yang tidak kalah besarnya dengan perusahaan milik Zeno. Seorang wanita cantik tengah sibuk dengan laptopnya.
" Huhh, menyebalkan. Kenapa banyak banget sih? " Ujar wanita cantik itu yang tidak lain ialah Veronica sambil memijat-mijat pelipisnya.
Cklek ...
Veronica menoleh melihat pintu ruangannya yang terbuka. Dia baru saja ingin memarahi orang tersebut yang berani masuk kedalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, langsung di urungkan saat melihat keponakannya yang datang bersama dengan seorang pria yang dikenalnya, Derel.
" Tata, kamu ngapain kesini? " Ujar Veronica yang langsung bangkit dari duduknya dan mengambil keponakannya dari gendongan Derel.
" Bawain aunty makan siang, karna Tata gak mau lihat aunty sakit lagi seperti kemarin. " Ujar Tania yang sudah berada di dalam gendongan Veronica.
Veronica tersenyum melihat keponakannya perhatian kepadanya. Sebelum Tania tinggal bersamanya, tidak ada siapapun yang mengantarkan dirinya bekal makan siang. Jangankan membawakan bekal makan siang, di perhatiin saja tidak.
__ADS_1
Karna orang tuanya yang super duper sibuk. Mamihnya selalu menemani papihnya di perusahaan mereka yang berada di negara lain. Hal itu lah yang membuat mamihnya kadang tidak memperhatikan dirinya.
" Makasih sayang. " Ujar Veronica dengan tersenyum.
" Ekhemm. "
Veronica dan Tania langsung menatap Derel yang masih berdiri tidak jauh dari mereka.
" Ada apa tuan Derel datang kemari? " Ujar Veronica yang mendudukkan Tania di kursi kebesarannya.
" Saya ingin membicarakan kerja sama kita soal pembangun mall di kota K. " Ujar Derel yang sebenarnya kangen melihat wajah wanita yang di cintainya dan karna mereka mempunyai sebuah kerja sama, memudahkan dirinya untuk memberi alasan.
" Maaf tuan, bukannya besok kita meeting untuk membicarakan kerja sama kita? " Ujar Veronica dengan menatap aneh pria di depannya ini.
Derel langsung terdiam. Kenapa dia tidak ingat bahwa mereka meeting bersama. Kalau sudah seperti ini dia malah terlihat aneh di depan wanitanya.
" Hmm, maaf nona. Saya lupa, kalau gitu saya permisi. " Ujar Derel yang langsung dengan cepat pergi meninggalkan ruangan Veronica.
Veronica tidak ambil pusing dengan sikap aneh Derel. Dia pun kembali menghampiri keponakannya yang sedang duduk anteng di kursinya.
" Aunty kenal ya sama paman tampan itu? " Ujar Tania membuat Veronica menatap terkejut kearahnya.
Tidak biasanya keponakannya itu memuji orang lain, apalagi yang baru di kenal. Tapi kenapa sekarang keponakannya itu malah memuji Derel tampan?.
" Tumben sekali keponakan aunty muji orang, ada apa, hmm? " Ujar Veronica yang duduk di kursi depan meja kerjanya.
" Dia emang tampan, seperti cocok sama aunty. " Ujar Tania membuat Veronica melotot tak percaya dengan apa yang dikatakan keponakannya barusan.
~Bersambung~
Udah Vero sama Derel aja, keponakan mu dah setuju ituðŸ¤
Likenya jangan lupa ya😘
__ADS_1