My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 71


__ADS_3

~ Happy Reading ~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Zeno mengajak keduanya menuju mall di pusat kota, sekalian dia ingin membelikan Caca sebuah mainan dan pastinya juga ingin membelikan Ana sesuatu barang sebagai permintaan maafnya selama ini.


Ya, walaupun dosanya di masalalu tidak bisa di bayarkan dengan sebuah barang, tapi tidak salahnya kan dia menyenangkan wanitanya dan lagian selama ini Zeno tidak pernah membelikan Ana apapun.


" Mall dad? " Ujar Caca yang bingung karena daddynya mengajak ke mall bukan ke tempat bermain.


" Yes, kita main disini ya little girl. " Ujar Zeno yang menggendong tubuh Caca keluar dari dalam mobil.


" Kenapa ndak ke taman? " Ujar Caca yang lebih senang jika dia di bawa bermain ke taman, karena mungkin sejak kecil Ana selalu membawanya ke taman dan membuat dirinya nyaman dan senang jika bermain disana.


" Ke taman kan dah sering sayang, jadi daddy ajak Caca main disini, Caca gak pernah main disini kan? " Ujar Zeno dan diangguki Caca.

__ADS_1


" Nah makanya kita main disini, ayo sayang. " Ujar Zeno yang menarik tangan Ana memasuki mall sambil menggendong Caca yang kini tersenyum senang saat memasuki mall tersebut, karena jujur ini adalah pertama kalinya dirinya datang kesini dan dia lebih sering melihat mall-mall hanya dari televisi.


Ana hanya pasrah mengikuti langkah kaki Zeno. Jujur dia belum memaafkan Zeno sepenuhnya, malah waktu itu dia berniat untuk pergi kembali membawa Caca menjauh darinya. Tapi saat melihat tatapan, senyuman dan tawa putrinya yang begitu bahagia bertemu dan bermain dengan daddynya membuat dirinya mengurungkan niatnya itu.


Demi kebahagiaan sang putri tercinta, Ana akan melakukan apapun itu termasuk memendam rasa trauma nya ini jika sedang bersama Zeno. Kalian tau bukan kalau Ana memiliki trauma atas apa yang dilakukan Zeno di masalalu?, Memori-memori itu masih terus terbayang-bayang di pikirannya bahkan saat tertidur pun dia kejadian itu masih terus terbayang-bayang.


Jadi jika kalian berpikir Ana sudah sepenuhnya memaafkan Zeno dan melupakan kejadian di masa lalunya, kalian semua salah!, Karena Ana masih BELUM bisa MEMAAFKANNYA dan MELUPAKANNYA. Tapi biarlah semua orang berpikir dia sudah bisa melupakan kejadian itu dan memaafkan Zeno, itu semua dilakukannya demi sangat putri tercinta.


Caca adalah harta yang paling berharga di hidup Ana. Caca juga menjadi penerang di hidupnya. Saat dia terpuruk, putri tercinta itu selalu ada dan berusaha menghiburnya dengan tingkah-tingkah menggemaskannya yang berhasil membuat Ana tertawa lepas melihatnya.


" Ana! Heyy, kenapa melamun? " Ujar Zeno yang sejak tadi memanggil-manggil nama Ana saat dia ingin menanyakan tas yang mana yang Ana sukai, tapi wanitanya itu malah asik dengan lamunannya dan tidak memperdulikan dirinya yang terus menerus memanggilnya.


" Kau sedang memikirkan apa? " Ujar Zeno yang mengurungkan niatnya untuk bertanya dan menyuruh pegawai toko untuk membungkus kedua tas yang di pegangnya tadi.


" Gak papa kak, tadi kakak kenapa manggil Ana? " Ujar Ana yang mengalihkan pembicaraan.


" Jawab Ana, kau kenapa? " Ujar Zeno yang masih kekeh menanyakan apa yang di pikirkan Ana tadi sambil tidak menyadari dirinya yang berteriak memanggilnya.

__ADS_1


" Caca kemana kak? " Ujar Ana yang baru sadar bahwa putri kecilnya sudah tidak ada dan dia juga baru menyadari bahwa dirinya dan Zeno sudah berada di toko tas bermerk.


" Ana! jangan mengalihkan pembicaraan, kau kenapa? " Ujar Zeno yang menuntun Ana untuk duduk di sofa di ruangan VVIP khusus untuk pembeli yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang.


" Gak papa kak, kita ke Caca saja yuk. " Ujar Ana yang menarik tangan Zeno supaya mengantarkannya ke Caca, tapi Zeno justru menarik tangan Ana membuat wanita cantik itu kembali terduduk.


" Katakan! " Ujar Zeno yang sudah merubah ekspresinya menjadi datar dan membuat Ana di sampingnya merasa takut.


Ana paling takut kalau sudah melihat ekspresi Zeno yang menjadi datar dan dingin. Apalagi kalau pria itu sudah menunjukkan sikap kasarnya membuat dirinya tambah-tambah takut.


" Ana beneran gak papa kak. " Ujar Ana mencoba untuk tersenyum.


" Aku tau kau berbohong Ana, tapi it's okay kalah kau tidak mau jujur. Ayo kita ke Caca. " Ujar Zeno yang duluan pergi baru di susul Ana di belakangnya.


~Bersambung~


Buat kalian yang bilang kok Ana mudah banget memaafkan Zeno, dan nurut banget sama Zeno?. Hello, dia lakuin itu semua tuh demi CACA padahal dalam hatinya dia tuh belum bisa nerima dan memaafkan Zeno.

__ADS_1


Intinya kalian ikutan aja terus kelanjutannya, mau gimana pun keputusan Ana mohon di Terima dengan lapang dada:v


See you😘 Dan maaf aku baru up soalnya sibuk banget😅 Mohon pengertiannya ya readers☺


__ADS_2