
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
" AUNTY!!! "
Veronica yang tengah memainkan ponselnya langsung menoleh tersenyum menatap Caca yang tengah berlari ke arahnya.
Happ ...
Veronica langsung menangkap tubuh Caca sebelum gadis kecil itu terjatuh. Tadi saat dia tengah menatap Caca, gadis kecil itu hampir terjatuh tersandung karpet.
" CACA!!! " Teriak Ana yang berteriak histeris saat melihat putri kecilnya hampir terjatuh.
" Mommy sudah bilang berapa kali, hmm? Jangan lari-lari, untung saja ada aunty Vero, kalau tidak gimana, hmm? " Ujar Ana dengan menatap marah Caca yang kini sedang menunduk.
" Sayang sudah, jangan marah-marah. " Ujar Zeno mencoba menenangkan Ana melihat tatapan sendu putrinya yang tengah menunduk.
" Tidak kak! Dia itu susah banget di bilangin, udah berapa kali aku bilang jangan lari-lari tapi masih aja lari-lari. " Ujar Ana dengan berkacak pinggang menatap putrinya yang masih menundukkan kepalanya.
" Sudah, jangan marah-marah. Yang penting Caca tidak papa. " Ujar Fania yang menengahi dan membawa cucunya kedalam pelukannya.
" Hikss, grandma. Mommy hikss marah sama hikss Caca hikss. "
Caca langsung menangis di dalam pelukan grandmanya. Ana yang mendengarnya menghela nafas. Dia sebenarnya tidak ingin membuat putri kecilnya menangis, dia hanya ingin putri kecilnya itu mengerti.
" Cup, cup, cup, mommy tidak marah sama Caca, mommy hanya takut Caca jatuh. " Ujar Fania yang langsung menggendong tubuh Caca dan mengelus belakang kepalanya.
" Hikss, Mommy Caca janji gak bakal ulangi lagi hikss, mommy jangan marah lagi hikss. " Ujar Caca yang menengok ke arah mommynya.
__ADS_1
" Hufftt, baiklah. Caca jangan ulangi lagi ya, mommy minta maaf udah marah-marah. " Ujar Ana dengan mengambil putrinya dari gendongan Fania dan menggendongnya.
" Hikss, Caca janji. " Ujar gadis kecil itu yang masih sesegukan habis menangis.
" Sudah jangan nangis lagi, aunty punya hadiah loh buat Caca. " Ujar Veronica membuat Caca langsung menengok menatapnya.
" Apa aunty? " Ujar Caca yang masih sedikit sesegukan.
" R. A. H. A. S. I. A. " Ujar Veronica membuat Caca mencibikkan bibirnya. Yang lainnya hanya bisa terkekeh melihatnya.
" Isshhh, sebel. " Ujar Caca memalingkan mukanya.
" Hahahaha, canda sayang. Gitu aja marah. " Ujar Veronica yang mencubit pipi Caca gemas.
" Tau ahh! sebel! " Ujar Caca menepis tangan Veronica sambil cemberut.
" Hmm, ya udah hadiahnya gak aunty kasih. " Ujar Veronica yang berpura-pura ngambek sambil melipat keduanya tangan di dada.
" Mommy turunkan Caca! "
" Aunty jangan malah! Caca belcanda. " Ujar Caca sambil memeluk kaki Veronica, tinggi Caca hanya sepaha Veronica.
" Aunty ngambek! " Ujar Veronica masih memalingkan wajahnya.
" Maafin Caca aunty! " Rengek Caca sambil menarik narik baju Veronica dan yang lainnya tertawa melihatnya.
" Tadi aja marah sama auntynya! Ehh sekarang marah bujuk aunty nya! " Ujar Ana dengan terkekeh melihat tingkah menggemaskan putri kecilnya.
" Ishh, mommy mahh!!! " Teriak Caca dengan mencibikkan bibirnya.
" Hahahaha. " Yang lain tertawa termasuk Veronica yang diam-diam menengok ke bawah melihat tingkah menggemaskan Caca.
__ADS_1
" Ihh, jelek bibirnya kalau kaya gitu. " Ujar Veronica sambil berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Caca.
" Caca cantik ya gak jelek. " Ujar Caca dengan cemberut.
" Iya-iya cantik, nihh. " Ujar Veronica memberikan bungkus kado berukuran kecil.
" Wahh, apa ini aunty? Cantik sekali kadonya. " Ujar Caca yang melihat bungkus kado bergambar Hello Kitty berwarna pink.
" Di buka dong, kalau mau tau. "
Caca langsung merobek kertas kadonya dan melihat kotak kecil berwarna merah. Gadis kecil itu langsung membukanya dan melihat sebuah kalung cantik di dalamnya.
" Cantik sekali aunty kalungnya ... " Ujar Caca dengan senang melihat kado pemberian Veronica.
" Sini aunty pakein. " Ujar Veronica langsung mengambilnya dan memakaikannya.
" Cantik sekali keponakan aunty. " Ujar Veronica yang senang ternyata kalung pilihannya pas untuk Caca yang cantik menggemaskan.
" Makasih ya aunty. " Ujar Caca langsung memeluk Veronica.
" Sama-sama sayang. " Ujar Veronica dengan tersenyum senang, karna Caca menyukai kado pemberiannya.
" Kak, apa itu gak terlalu berlebihan ya? " Ujar Ana yang melihat kalung pemberian Veronica yang cukup mahal untuk gadis sekecil Caca.
" Gak kok Ana, ini kan bisa di pake Caca sampe dia dewasa nanti. " Ujar Veronica dengan tersenyum.
" Makasih ya kak. " Ujar Ana dan diangguki Veronica dengan tersenyum.
~Bersambung~
Buat yang nanya kapan Ana tau kalau dia dan Zeno bukan saudara kandung, tunggu saja beberapa part lagi semua akan terkuak:v
__ADS_1
Visual Kalung Caca 👇