
A month later ...
Sudah sebulan ini, hubungan rumah tangga Ana dan Zeno tambah romantis. Kadang membuat orang-orang lain yang berada di sekelilingnya iri dengan keromantisan keduanya. Bahkan kedua orang tua mereka kadang suka jijik melihat ke uwuan keduanya.
Hal itu berbanding terbalik dengan Caca. Gadis kecil itu selalu menyendiri di dalam kamarnya dan berubah menjadi gadis pendiam.
Caca setiap datang ke taman dimana tempat dirinya dan kakak tampannya bertemu. Dia selalu mengingat sosok kakak tampannya itu dan membuat dirinya tertutup dengan anak-anak seusianya, kecuali Tania. Baginya tidak akan ada satu orang pun yang bisa menggantikan posisi kakak tampannya di hatinya.
Seperti saat ini, Caca tengah melamun di balkon kamarnya dan membuat Ana yang menyadari perubahan sikap putri kecilnya langsung datang menghampirinya.
Ana melihat putri kecilnya tengah duduk di sofa kecil yang berada di pojok balkon kamar putrinya. Ana langsung berjalan menghampiri putri kecilnya itu dan saat sudah berada di samping putrinya, Ana mengelus puncak kepala Caca membuat gadis kecil itu tersadar dari lamunannya.
" Putri mommy kenapa melamun, hmm? " Ujar Ana yang duduk di sofa single sebelah sofa kecil yang di duduki putri kecilnya.
" Gak papa mom, Caca baik-baik saja. " Ujar Caca mencoba tersenyum. Dia tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan mommynya.
" Mommy tau Caca bohong dan mommy gak suka kalau Caca bohongin mommy. So, ceritakan ke mommy apa yang membuat putri mommy yang cantik ini melamun? " Ujar Ana menatap putrinya dengan tersenyum.
" Caca beneran gak papa mom. " Ujar Caca yang masih terus menyembunyikannya.
" Baiklah kalau kamu gak mau cerita, pesen mommy kalau ada masalah jangan di pendam sendiri. Cobalah buat berbagi ke mommy, atau kalau kamu gak mau cerita ke mommy, bisa cerita ke daddy atau grandma. " Ujar Ana, karna putri kecilnya itu sangat dekat dengan grandmanya.
" Iya mom. " Ujar Caca dengan tersenyum.
" Ya sudah, ayo turun kebawah. Di bawah ada Tania loh. " Ujar Ana membuat Caca langsung berdiri mendengarnya.
" Beneran Tania di bawah mom? " Ujar Caca dan diangguki Ana.
Caca langsung turun kebawah menemui temannya itu. Walaupun dia tidak begitu dekat dengan Tania, tapi setidaknya berada di dekat Tania membuat dia bisa melupakan kesedihannya walau sesaat.
Ana yang melihatnya tersenyum. Dia mengingat awal pertemuan mereka berdua. Yang awalnya putri kecilnya itu takut dan Tania yang hanya acuh. Sampai mereka berdua dekat, bahkan dirinya juga tidak tau awal mula kedekatan keduanya.
Flashback On
Seminggu setelah acara pernikahannya. Veronica datang kembali ke mansion kedua orang tuanya bersama dengan Tania, keponakan Veronica.
" Wahh kalian datang, sini-sini duduk. " Ujar Ana menyuruh keduanya untuk duduk.
Di hari itu hanya ada Ana seorang di mansion. Kedua orang tuanya sedang pergi menghadiri pertemuan kolega bisnis Davidto. Sedangkan suaminya biasa sedang ke kantor.
__ADS_1
" Iya makasih, kamu di rumah sendirian, Na? " Ujar Veronica dan diangguki Ana.
" Iyaa, mamih lagi nemenin papih ketemu kolega bisnis dan kak Zeno biasa ke kantor. " Ujar Ana dengan tersenyum memandang kearah Tania yang sedari tadi hanya diam sambil duduk anteng.
" Kalian mau minum apa? " Ujar Ana menatap kearah Veronica.
" Apa aja, Na. " Ujar Veronica dengan tersenyum.
" Bibi! " Panggil Ana memanggil salah satu maidnya.
" Iya nona, ada yang bisa bibi bantu? " Ujar salah satu maid menghampiri Ana.
" Bikinin minum ya bi, sekalian panggilin Caca di kamar ya bi, suruh turun kebawah. " Ujar Ana.
" Siap nona, permisi. " Ujar maid tersebut yang langsung berlalu ke dapur membuatkan minuman dan menyuruh maid yang lain untuk membawakan minumannya ke ruang tengah. Sedangkan dirinya memanggil nona mudanya di kamarnya.
Tidak lama kemudian langkah kaki seseorang menuruni anak tangga yang tak lain dan tidak bukan ialah Caca yang datang menghampiri mommynya di ruang tengah.
" Kenapa mom panggil Caca? " Ujar Caca yang berdiri di samping mommynya tanpa mengetahui kehadiran Veronica dan Tania.
" Sini sayang duduk di samping mommy. " Ujar Ana menepuk sofa di sampingnya.
" Aunty kapan datangnya? Kok gak bilang-bilang Caca sih kalau mau kesini. " Ujar Caca yang tersenyum senang mendapati kehadiran Aunty Veronya.
" Baru aja sampe, aunty kesini juga mendadak sayang. Jadi gak sempet ngasih tau Caca deh. " Ujar Veronica dengan tersenyum.
" Oh ya sayang, kenalan sana sama Tania. " Ujar Ana menatap putrinya.
Caca langsung menatap ke samping Aunty Veronya dan melihat seorang gadis kecil dengan penampilan tomboy dan ekspresi wajahnya yang terbilang sangat datar.
" Datar sekali mukanya, jadi takut. " Batin Caca dengan meneguk salivanya susah payah mendapati gadis kecil dengan ekspresi wajah datar itu memandang kearahnya.
" Caca sayang. " Caca tersadar dari lamunannya.
" Gak mau mom, takut. " Cicit Caca dengan memeluk mommynya dan menyembunyikan wajah di pelukan sang mommy.
Tania yang mendengarnya hanya acuh. Dia tidak memperdulikan gadis kecil seusianya itu yang takut kepadanya.
Flashback Off
__ADS_1
" TATA!!! " Teriak Caca sambil berlari menuruni anak tangga dan Ana yang menyusul di belakangnya langsung panik melihat putrinya menuruni anak tangga sambil berlari.
" CACA JANGAN LARI-LARI SAYANG NANTI JATUH!!! " Teriak Ana yang panik takut putri kecilnya terjatuh.
Caca tidak memperdulikan teriakan mommynya sampai dia sudah berada di dekat Tania yang memandangnya dengan ekspresi wajah datar.
" Kenapa lari? " Ujar Tania dengan nada suara yang terdengar sangat dingin.
" Hehehe, biar bisa cepet ketemu Tata. " Ujar Caca dengan terkekeh mendengar nada suara sahabatnya yang dingin kepadanya.
" Aku tidak suka, lain kali jangan begitu. " Ujar Tata yang masih dingin dan diangguki Caca.
" Ya baiklah, Tata jangan dingin-dingin begitu sama Caca. " Ujar Caca dengan cemberut.
" Hmm, baiklah tuan putri. " Ujar Tania yang ekspresinya sudah berubah menjadi tersenyum.
" Gini cantik. " Ujar Caca dengan tersenyum juga.
" Aku emang cantik. " Ujar Tania yang langsung berlalu pergi menghampiri Auntynya yang sedang duduk anteng di sofa yang tak jauh dari dirinya berdiri tadi.
Ana juga sudah duduk di sofa depan Veronica duduki. Caca pun juga mengikuti Tania yang duduk di sebelah Veronica. Caca duduk di sebelah Tania.
" Tata kenapa gak ngabarin Caca kalau mau kesini? " Ujar Caca dengan menatap sahabatnya itu.
" Kenapa? Gak suka? " Ujar Tania membuat Caca langsung menggelengkan kepalanya.
" Tidak, Caca suka Tata kesini. " Ujar Caca dengan tersenyum.
" Hmm. " Tania hanya berdehem dan kembali menatap ke depan dengan pandangan datar.
Ana yang melihatnya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Persahabatan mereka cukup unik. Yang satu cerewet dan yang satunya lagi cuek, dingin dan datar. Tapi walaupun begitu mereka berdua saling menyayangi satu sama lain dan saling melindungi satu sama lain.
Seperti kejadian seminggu yang lalu. Dimana putrinya itu yang hampir di culik oleh orang suruhan musuh suaminya dan Tania langsung melindungi putri kecilnya itu dan memukul para penculiknya dengan menggunakan balok kayu dan membawa putrinya kabur berlari menjauh dari para penculik itu sampai dia, suaminya dan Veronica menemukan mereka.
Dan sama hal nya dengan putri kecilnya. Yang melindungi Tania dari bocah laki-laki yang mengganggu Tania. Walaupun Tania bisa menjaga dirinya sendiri, tapi tetap saja putri kecilnya itu melindungi Tania dan memarahi bocah laki-laki itu sampai Caca mendapatkan tamparan di pipinya oleh bocah laki-laki itu sampai membuat Tania marah besar dan menghajar bocah laki-laki itu dengan membabi buta dan membuat bocah laki-laki itu mengalami patah tulang di kakinya akibat injakkan Tania yang begitu keras. Bahkan orang tua bocah laki-laki itu sampai mau menuntut Tania, tapi berkat kekuasaan Veronica dan suaminya, membuat orang tua bocah laki-laki itu tidak jadi membawa kasus itu ke pihak yang berwajib.
Sangat sweet bukan?, Dan dia ingin mereka berdua tetap seperti itu sampai dewasa kelak. Tetap saling melindungi satu sama lain dan menyayangi satu sama lain.
~Bersambung~
__ADS_1
Maaf kemarin gak up😂 sebagai gantinya, ku panjangin partnya😇 Jangan lupa Like end Vote😘