
Happy Reading :)
^^^
Malam harinya Ana yang baru saja tertidur karena sejak tadi merasakan mual. Harus di bangunkan oleh seseorang yang sedang meraba-raba tubuhnya.
" Eghh. " Ana mencoba membuka matanya perlahan-lahan dan saat matanya sudah benar-benar terbuka. Dirinya di kejutkan oleh kakaknya yang tengah mencoba memasukkan ** nya kedalam miliknya.
" Ja-jangan kak. " Ujar Ana dengan memberontak.
Zeno yang sedang mencoba melakukan penyatuan di buat geram dengan tingkah penolakan adiknya itu.
Plakk ...
Zeno menampar pipi Ana membuat wanita itu terdiam sambil memegangi pipinya yang sekarang berubah menjadi merah.
" Jangan so suci! Kau ingat, tugas mu memuaskan ku!!! " Bentak Zeno yang langsung melakukan penyatuannya dengan sekali hentakkan.
" Arghhh. " Ana berteriak kesakitan saat Zeno menerobos miliknya dengan paksa.
Walaupun Zeno sudah berkali-kali melakukan hal itu kepada Ana. Tapi milik Ana masih terasa sempit dan hal itu yang membuat Zeno makin kecanduan dengan tubuh adiknya itu.
" Hikss, ka-kak Hentikan hikss, A-ana- " Belum sempat Ana memberitahukan bahwa dirinya tengah hamil, Zeno sudah mulai memaju mundurkan tubuhnya dengan sangat kasar membuat Ana meringis kesakitan sambil meremas seprainya dengan kuat-kuat.
__ADS_1
" Ughh, tu- ahh buh mu sangat nikmat ahh sayang. " Ujar Zeno yang masih menggerakkan tubuhnya dengan cepat dan brutal sesekali pria tampan itu meremas kedua bukit kembar milik Ana.
Ana yang melihatnya hanya bisa terdiam sambil merasakan sakit di area sensitifnya. Dia takut akan terjadi apa-apa dengan kandungannya.
Ya, walaupun dirinya belum bisa sepenuhnya menerima kehadiran anak itu. Tapi mau tidak mau dia harus menjaga dan membesarkannya.
Flashback On
Siang hari saat Ana merasakan mualnya sudah sedikit berkurang. Dia memutuskan pergi ke rumah sakit bersama dengan Bi Lona.
Saat di rumah sakit dirinya terkejut mendengar penuturan sang dokter.
" Selamat nona sedang hamil. "
Berarti dugaan Bi Lona benar, bahwa dirinya tengah hamil dan apa yang harus dilakukannya sekarang.
Minta pertanggung jawaban kakaknya?, Itu tidak mungkin. kakaknya akan menikah sebulan lagi dan tidak mungkin dirinya memberitahukan hal itu.
Ditambah lagi dia juga tidak akan bisa bersama dengan Zeno karena mereka saudara kandung. kalau pun bukan, dia tidak ingin menghancurkan pernikahan kakaknya dengan kak Veronica. Wanita yang di cintainya.
" Maaf dokter, kandungan nona muda saya sudah memasuki usia berapa? " Ujar Bi Lona dengan memecahkan keheningan.
" Kandungannya baru memasuki seminggu, saya harap nona Ana bisa menjaga kandungannya dikarenakan masih terlalu muda dan rentan sekali keguguran. " Terang sang dokter.
__ADS_1
" Tidakk! Dokter bohongkan! Katakan bahwa saya tidak hamil!! Hikss. " Ujar Ana dengan memukul-mukul perut ratanya dan membuat sang dokter terdiam melihatnya.
" Nona berhentilah. " Ujar Bi Lona yang menahan lengan Ana agar berhenti memukul-mukul perutnya.
" Hikss, bi Ana tidak mengharap bayi ini hikss. " Ujar Ana dengan terisak dalam pelukan pembantu barunya itu.
" Shutt, nona tidak boleh mengatakan hal seperti itu. Bagaimanapun anak ini tidak bersalah nona, nona harus bisa menjalani ini semua dan membesarkan bayi ini. " Ujar Bi Lona dengan memberikan nasehat sambil mengusap-usap punggung Ana.
" Hikss, ta-tapi. Apa yang harus Ana katakan kepada mamih, papih? Hikss. " Ujar Ana dengan memikirkan kemarahan orang tuanya nanti ketika tau dirinya tengah hamil.
" Shutt, kalau nyonya dan tuan tidak menerimanya. Nona bisa pergi ke kampung bibi. " Ujar Bi Lona dengan melepaskan pelukannya dan menatap Ana tersenyum.
Sejak nasehat bi Lona saat itu juga Ana bisa kembali tenang. Dia akan membesarkan anak ini bagaimanapun caranya.
Flashback Off
Ana kembali menangis melihat Zeno yang belum berhenti menikmati tubuhnya. Ana sedikit meringis saat merasakan rasa sakit di perutnya.
" Hikss, hen-hentikan kak. I-ini sangat sakit, arghh, hikss. " Ringis Ana dengan suara lirihnya karena tubuhnya sudah sangat lemah.
Bagaimana tidak lemah. Sejak pagi tadi dia selalu muntah-muntah, membuat dirinya tidak bisa beristirahat dan sekarang dia harus melayani kakaknya itu yang seakan tidak pernah puas menikmati tubuhnya.
~Bersambung~
__ADS_1