
Happy Reading :)
^^^
Kringgg ...
Semua murid langsung berhamburan keluar kelas saat mendengar bell pulang berbunyi. Hal ini lah yang sangat di nanti-nanti semua murid. Begitupun dengan Ana dan Olivia yang langsung melajukan mobil mereka menuju rumah Cecilia.
Di pertengahan jalanan, Ana menghubungi Olivia untuk mampir sebentar ke supermarket membeli buah tangan untuk sahabatnya itu.
" Lo mau beli apa? " Ujar Olivia saat mereka berdua sudah tiba di depan supermarket.
" Hmm, roti aja kali ya sama biskuit. " Ujar Ana sambil berjalan memasuki supermarket tersebut dan diikuti Olivia di sampingnya.
" Ya udah, lo roti sama biskuit gua buah-buahan. Kita berpencar aja ya biar cepet. " Ana mengangguk mengiyakan dan setelah itu mereka pun berpencar.
Di posisi Ana sekarang, wanita cantik itu tengah mencari biskuit kesukaan sahabatnya dan tidak lupa mencari roti yang termasuk kesukaan sahabatnya juga.
Setelah selesai mencari biskuit dan roti tersebut. Ana menunggu Olivia di depan meja kasir.
" Gua bayar dulu dehh. " Ujar Ana yang memutuskan untuk membayar belanjaannya terlebih dahulu sambil menunggu Olivia.
" Ini saja kak? " Ana mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
Ana memainkan ponselnya sambil menunggu karyawan kasir tersebut selesai menghitung belanjaannya.
" Gua kira lo belum kelar. " Ana langsung menengok ke belakang dan melihat Olivia yang sedang memegang troli belanjaannya.
" Udah, banyak bener belanjaan lo. " Ujar Ana yang menatap semua belanjaan Olivia.
" Hehehehe, sekalian buat cemilan gua di rumah. " Ujar Olivia dengan terkekeh dan langsung berjalan kedepan untuk bergantian posisi dengan Ana yang sudah selesai membayar belanjaannya.
" Ohh ya, An. Lo nginep aja di rumah. Biar ortu gua seneng. " Ujar Olivia yang ingat betul mamahnya sangat senang jika sahabatnya itu menginap di mansion mereka.
" Hmm, boleh tuhh. Gua juga bosen di rumah. " Ujar Ana dengan mengangguk tersenyum.
" Okay, ini kak. " Ujar Olivia dengan memberikan golden cardnya setelah kasir tersebut selesai menghitung belanjaannya.
Kedua gadis cantik itu langsung berlalu keluar dari supermarket itu dan kembali melajukan mobil mereka menuju mansion sahabatnya.
...------------...
Sedangkan di sebuah mansion mewah yang dijadikan sebagai sebuah markas. Zeno tengah duduk sambil menyesap rokoknya sambil memerhatikan kedua sahabatnya yang tengah sibuk mabar.
" Ohh ya bos, lo semalam kemana aja? Gua sama Hans nyariin lo tau. " Ujar Derel yang masih fokus dengan gamenya.
" Pulang. " Ujar singkat Zeno dengan mematikan putung rokoknya.
__ADS_1
" Dihh parah lo gak bilang, Sih Vero juga nyariin lo tau. " Ujar Derel dan diangguki oleh Hans.
" Anjing Hans gua mati. " Ujar Derel dengan menampol kepala Hans.
" Sakit njirr, siapa suruh lo banyak omong. " Ujar Hans yang langsung mematikan ponselnya setelah game berakhir.
" Gak asik lo. " Ujar Derel yang juga mematikan ponselnya.
" Lo kemarin pulang kenapa? " Ujar Derel yang masih penasaran dengan bosnya itu sekaligus sahabatnya.
" Kepo lo. " Ujar Zeno yang langsung beranjak pergi menuju kamar pribadinya.
" Mampus. " Ujar Hans yang juga beranjak pergi meninggalkan Derel yang sedang menggerutu kesal.
" Woyy Hans lo mau kemana?!!! " Teriak Derel yang melihat sahabatnya berlalu keluar mansion.
" PULANGG !!! " Teriak Hans yang sebelumnya mendapatkan chat dari orang tuanya.
" Njirr lahh gua sendiri, dahh lahh gua pulang aja. " Ujar Derel yang langsung mengambil ranselnya.
" BOSSS GUA PULANGG!!! " Teriak Derel yang langsung beranjak pergi dan tidak lupa menutup pintunya kembali.
~Bersambung~
__ADS_1