My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 97


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


" Duh, sayang jangan teriak gitu. Nanti tenggorokannya sakit gimana, hmm? " Ujar Ana sambil mengelus telinganya yang masih berdenging.


" Maaf mom. " Ujar Caca dengan menundukkan kepalanya.


" Gak papa, lain kali jangan diulangin lagi. " Ujar Ana dan diangguki Caca yang masih menundukkan kepalanya.


" Princessnya daddy, mau coklatnya? " Ujar Zeno dengan lembut.


Caca langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Zeno yang mengulur sekotak coklat kepadanya.


" Mauu!!! " Teriak Caca dengan cepat sambil menganggukkan kepalanya dengan tersenyum senang.


" Untuk putri tersayang daddy. " Ujar Zeno memberikan kotak coklatnya.


" Makasih daddy, Caca sayang daddy. " Ujar Caca yang langsung berlari memeluk Zeno.


" Daddy juga sayang Caca. " Ujar Zeno membalas memeluk putri kecilnya.


" Tapi jangan makan semuanya ya sayang, nanti giginya sakit. " Ujar Ana menasehati.


" Yahh, mommy kok gitu sihh. " Ujar Caca yang langsung melepaskan pelukannya dan menatap Ana dengan cemberut.


" Caca mau giginya sakit? " Tanya Ana dan dibalas gelengan oleh Caca.

__ADS_1


" Nah ya udah, jadi makannya satu-satu dulu. Sisanya buat nanti lagi. " Ujar Ana dan diangguki Caca dengan tersenyum.


" Ya sudah, Caca minta satu ya. " Ujar Caca sambil mengambil satu bungkus coklat dan langsung ditunjukkan kepada Ana.


" Iya, sisanya buat nanti ya? "


Caca mengangguk sambil memakan coklat tersebut di dalam pangkuan daddynya.


" Anak pintar. " Ujar Ana sambil mengelus pucuk kepala putrinya.


" Mbak, tolong ya masukin ke freezer lagi. " Ujar Ana kepada salah satu pelayan yang berdiri di belakangnya.


" Siap nona. " Pelayan itu mengambil kembali sekotak coklat itu.


" Oh ya Zen, bagaimana persiapan pernikahan kalian? Apa udah siap semua? " Ujar Fania menatap putranya.


" Dah selesai semua mih, tinggal nyari cincin. " Ujar Zeno sambil mengelap sisa coklat di sudut bibir putri kecilnya.


" Zeno dah sewa WO, jadi mereka yang ngurusin semuanya. Papih sama Mamih jadi gak usah repot. " Ujar Zeno yang menuangkan segelas air putih untuk putri kecilnya.


" Makasih Daddy. " Ujar Caca yang langsung meminum air tersebut.


" Sama-sama my Princess. " Ujar Zeno dengan tersenyum.


Dia sangat senang bisa di berikan kesempatan untuk hidup bersama dengan putri kecilnya dan wanita yang di cintainya.


" Mamih mau pesta kalian mewah dan jangan lupa undang wartawan biar semua orang tau kalau kalian sudah menikah. " Ujar Fania dengan heboh.


" Mih, gak perlu terlalu mewah juga gak papa. Ana juga dah seneng di buat pesta yang sederhana, yang penting semua berjalan dengan lancar. " Ujar Ana dengan tersenyum.

__ADS_1


" Gak bisa dong sayang, mamih mau nya tuh pernikahan kalian itu mewah. Mamih mau yang terbaik buat kamu. "


" Lagian Zeno mana mau pesta pernikahan yang biasa-biasa aja. Secara Zeno kan pengusaha sukses seasia. " Ujar Zeno dengan sombong.


" Ck, perusahaan kamu tuh masih di bawah papih. " Ujar David membuat Zeno menatap kesal kearahnya.


" Makanya urusin perusahaan papih, kan enak kamu bisa jadi pengusaha tersukses seasia di urutan pertama. " Ujar David yang tidak mau menyerah menghasut putranya agar mau mengambil alih perusahaannya.


" Gak. " Ujar Zeno yang kembali sibuk menatap Caca yang masih sibuk dengan coklat di tangannya.


" Kalau kamu gak mau, biar Ana aja. Mau kan sayang? " Ujar David menatap Ana.


Ana yang sedang minum itu langsung tersedak.


" Uhukk, uhukk, uhukk. "


" Gara-gara papih nih Ana jadi batuk-batuk gitu. " Omel Zeno sambil mengelus-ngelus punggung Ana.


" Mau kan sayang? " Ujar David yang tidak memperdulikan perkataan putranya.


" Gak, yang ada nanti Ana gak ada waktu buat Zeno. " Tolak Zeno dengan cepat.


" Tau nihh, papih. Masa Ana yang harus ngurus perusahaan, nanti kalau cucu mamih kurang kasih sayang dari mommy nya gimana? papih mau tanggung jawab?! " Ujar Fania dengan kesal.


" Salah lagi. " Ujar David dengan mengelus dada.


" YA EMANG SALAH!!! " Teriak Fania dan Zeno bersamaan.


" Nasib-nasib. " Ujar David dengan menghelas nafas membuat Ana yang melihatnya menahan tawanya.

__ADS_1


~Bersambung~


Aku mau nanya, usia anak masuk sekolah dasar(SD) Umur berapa ya? Buat ya tau mohon jawab di kolom komentar 🙏


__ADS_2