
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Beberapa bulan berlalu. Selama masa kehamilan keduanya. Ana lebih memilih memperbanyak istirahat, karna dia tidak ingin kehamilan keduanya ini seperti kehamilan pertamanya.
Zeno juga selama kehamilan kedua istrinya itu, lebih memilih bekerja dari rumah dan lebih sedikit over protective kepada istrinya. Dia hanya tidak ingin terjadi sesuatu kepada sang istri.
Seperti sekarang ini. Zeno menemani istrinya yang tengah berjalan memutari taman dekat mansion mereka. Karna sejak tadi istrinya itu terus merengek untuk pergi ke taman dimana tempat putri mereka biasanya bermain.
" Sayang, udah ya. Kamu gak capek apa jalan-jalan terus? " Ujar Zeno yang mengikuti istrinya yang tengah berjalan mengelilingi taman.
" Sebentar lagi kak, lagian aku bosen tiduran terus. Sekali-kali jalan kaya gini, lagian ini tuh bagus buat ibu hamil. " Ujar Ana yang masih berjalan-jalan mengelilingi taman, lagian hal seperti ini akan memudahkan proses persalinan nantinya.
" Ya tapi jangan lama-lama juga sayang, aku gak mau kamu kecapean. " Ujar Zeno yang was-was takut istrinya drop.
" Gak bakal kak, satu putaran lagi. " Ujar Ana menengok ke belakang dimana suaminya berada.
__ADS_1
" Janji ya? " Ujar Zeno dan Ana mengangguk mengiyakan.
" Iya janji, habis tuh kita pulang. " Ujar Ana yang kembali berjalan satu putaran lagi dan Zeno senantiasa selalu mengikuti Ana di belakang.
Setelah selesai dengan satu putarannya. Kedua pasangan suami istri itu kembali masuk kedalam mobil.
Di pertengahan jalan, Ana yang melihat penjual eskrim di pinggir jalan. Langsung menghentikan suaminya.
" Kak berhenti. " Ujar Ana dan Zeno pun langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
" Kenapa sayang? Mau sesuatu? Tapi jangan yang aneh-aneh ya. " Ujar Zeno menatap istrinya yang kini juga tengah menatapnya.
Akhir-akhir ini Ana selalu ngidam hal-hal yang aneh. Dari mulai meminta Zeno berjalan-jalan di sekitar komplek dengan menggunakan kostum doraemon. Sampe meminta dirinya memakan lemon tengah malam dan yang lebih parahnya, istrinya itu meminta dirinya menjadi office boy di kantornya sendiri selama seminggu. Sudah pasti itu membuat harga dirinya sebagai Ceo sekaligus pemilik perusahaan jatuh sejatuh-jatuhnya.
" Huhhh, untung aja. " Gumam Zeno bernafas lega mendengar permintaan istrinya.
" Ya sudah, tunggu disini. Biar aku belikan. " Ujar Zeno mengecup puncak kepala istrinya sebelum keluar membelikan eskrim permintaan istrinya.
Ana mengangguk mengiyakan. Dia lebih memilih memainkan ponselnya sambil memantau suaminya dari dalam mobil.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Zeno datang dengan membawakan satu eskrim rasa vanilla. Kebetulan penjual eskrim tadi tidak terlalu ramai dan dia bisa mendapatkan eskrim itu dengan cepat.
" Makasih kak. " Ujar Ana dengan tersenyum dan mengambil eskrimnya.
" Makasih aja? " Ujar Zeno dengan cemberut.
Cupp ...
Ana yang peka itu pun langsung mencium pipi suaminya sebagai tanda terimakasih.
" Di bibir sayang. " Ujar Zeno menunjuk bibirnya.
" Gak mau. " Ujar Ana yang tengah asik memakan eskrimnya dan tidak memperdulikan tatapan cemberut suaminya.
" Sayang! " Rengek Zeno sambil mendekatkan wajahnya yang tengah cemberut.
" Ihh, jelek kaya gitu. " Ujar Ana dengan terkekeh melihat ekspresi cemberut suaminya dan dia pun langsung mengecup singkat bibir suaminya.
" Udah kan? " Ujar Ana dan Zeno mengangguk tersenyum. Walaupun di dalam hatinya dia pengen yang lebih dari sekedar kecupan, tapi tidak papa nanti malam dia akan meminta lebih dari sebuah kecupan.
__ADS_1
~Bersambung~
Likenya jangan lupa ya😘