My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 100


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Di malam hari, setelah selesai makan malam. Kini semua orang tengah berkumpul di ruang tengah.


" Oh ya, tadi mamih dah telpon temen mamih. Dia nyuruh kalian dateng langsung ke kantornya, buat milih-milih desain, atau kalian pengen tentuin desain kalian sendiri juga boleh. " Ujar Fania menatap Zeno dan Ana.


" Ya udah mih, besok Ana sama kak Zeno kesana. Dia ada di kantornya jam berapa mih? " Tanya Ana yang tengah mengelus kepala Zeno yang tengah tiduran di atas pahanya.


" Dia sih biasanya dateng ke kantor sekitar pukul delapan pagi, tapi nanti mamih chat deh biar lebih pasti. " Ujar Fania.


" Ya udah mih, makasih ya dah bantuin kita. " Ujar Ana dengan tersenyum.


" Kamu ngomong apa sih sayang, ini sudah menjadi kewajiban mamih dan papih untuk bantuin kalian. " Ujar Fania dan diangguki setuju oleh Davidto.


" Iyaa-iya mih. " Ujar Ana dengan tersenyum.


Ana senang sekarang kedua orang tuanya telah berubah. Tidak seperti dulu yang sibuk dengan pekerjaan mereka, bahkan sekalipun mereka pulang. Mamihnya itu pasti selalu mencari-cari kesalahan dirinya.


" Oh ya, mamih lupa nanyain ini sama kalian. Kalian buat tema pernikahan kalian apa? " Tanya Fania membuat Ana menundukkan kepalanya menatap Zeno yang tengah asik menatap televisi.


" Kak, ditanyain tuh. " Ujar Ana, membuat Zeno mendongak menatap wanitanya.


" Hmm, apa? " Tanya Zeno yang dari tadi tidak mendengarkan mereka berbicaranya, dia malah asik menonton televisi.


" Itu mamih nanyain tema pesta pernikahan kita. "


" Ohhh, Raja dan Ratu. " Ujar Zeno yang kembali menatap televisi.

__ADS_1


" Kak, kalau orang lagi ngobrol itu dengerin. Jangan asik aja sama TV. " Ujar Ana yang sudah mulai kesal melihat Zeno yang terus fokus ke televisi.


" Iyaa, iya sayang. " Ujar Zeno bangkit dari posisi tidurannya menjadi duduk menatap mereka semua.


" Berarti temanya kerajaan? " Tanya Fania kembali dan di jawaban deheman oleh Zeno.


" Mamih punya saran sama desain cincin kalian. " Ujar Fania yang tiba-tiba muncul ide di kepalanya.


" Apa mih? " Tanya Ana, sedangkan Zeno hanya menatap penuh tanya ke arah mamihnya.


" Gimana desain cincin kalian ada mahkotanya? " Usul Fania dengan tersenyum.


" Ide yang bagus itu mih, ya gak kak? " Ujar Ana menatap Zeno dan Zeno pun mengangguk tersenyum.


" Baju kalian sudah jadi? " Kini David yang mulai angkat bicara.


" Besok pih, sekalian ke kantor temen mamih. " Ujar Zeno.


" Yang udah jadi aja pih, kalau ngedesain yang baru butuh waktu yang lama. " Ujar Ana dan diangguki Zeno dengan setuju.


" Ohh ya sudah, besok kalian pergi aja biar Caca di rumah sama mamih. " Ujar Fania yang mengingat besok Bi Ina akan kembali ke kampungnya.


Mantan pembantunya itu tidak bisa terlalu lama disini, mengingat putrinya tinggal bersama bos Ana dulu. Membuat Bi Ina merasa tidak enak terlalu merepotkan beliau.


" Iya mih. " Ana mengangguk tersenyum.


Tidak lama kemudian terdengar suara teriakan dari atas memanggil-manggil Ana.


" MOMMY! MOMMY DIMANA?!! "


Seperti itulah teriakan dari lantai atas, tepatnya dari kamar Caca.

__ADS_1


" MOMMY DI BAWAH SAYANG!!! " Teriak Ana menatap ke atas dan terlihat putrinya yang menatap ke arahnya.


Caca yang sudah melihat keberadaan mommynya di bawah. Langsung berlari menuruni anak tangga menghampiri mereka semua yang berada di ruang tengah.


" SAYANG JANGAN LARI-LARI!!! " Teriak Zeno yang takut putri kecilnya terjatuh di tangga.


" IYAA DADDY!!! " Teriak Caca yang masih tetap berlari mendekati mereka.


" Nakal banget putri daddy ini, hmm. " Ujar Zeno mencubit hidung mancung Caca yang sudah berada di hadapannya.


" Hehehe, biar cepet dad. Ohh ya mom, dad, besok ada pasar malam baru di buka, nanti kita kesana ya mom, dad. " Ujar Caca yang duduk di pangkuan Zeno.


" Apa sih yang gak buat putri kecil daddy. " Ujar Zeno dengan memeluk putrinya dari belakang.


Cupp ...


Caca menghadap kebelakang dan mencium pipi Zeno.


" Makasih daddy. " Ujar Caca dengan tersenyum manis.


" Mommy belum bilang iya loh. " Ujar Ana membuat Caca menatap ke arahnya.


" Mommy ... " Rengek Caca dengan beranjak dan duduk di pangkuan Ana.


" Iyaa, iyaa, mommy ijinin. Besok malam kita kesana. " Ujar Ana dengan mengangguk tersenyum.


" Sayang mommy. " Ujar Caca dengan memeluk dan mencium pipi Ana.


Fania dan David hanya tersenyum melihatnya. Cucu mereka kini tumbuh menjadi gadis kecil yang manja. Apapun yang diinginkan gadis itu pasti di kabulkan oleh putra dan putri mereka.


~Bersambung~

__ADS_1


Maaf ya telat up🤭😅 Likenya jangan lupa ya😘


__ADS_2