My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 75


__ADS_3

~ Happy Reading ~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


📣 Special Part Veronica


Tokk ...


Tokk ...


Tokk ...


Bunyi ketukan pintu di sebuah kamar bernuansa white and gold, membuat seorang wanita cantik yang tengah sibuk berkutat dengan laptopnya langsung beranjak bangun membukakan pintu kamarnya.


Clek ...


Pintu terbuka dan menampakkan seorang maid berumur sekitar 55 tahun yang tengah tersenyum sambil membawa sepiring makanan dan minuman di atas nampan.


" Maaf nona, ini bibi bawakan makanan kesukaan nona dan jus mangga buat nona, biar seger kerjanya. " Ujar maid tersebut dengan tersenyum.


" Ahh iyaa bi, makasih ya. " Ujar wanita cantik itu yang tidak lain dan tidak bukan ialah Veronica.


Sejak pagi tadi Veronica sangatlah sibuk dengan pekerjaan kantornya. Kantor? Bukannya Veronica seorang model?, Ya. Selain menjadi model, dia juga sekarang menjadi seorang pengusaha menggantikan Papihnya yang sudah pensiun dari dunia bisnis dan sebagai pewaris tunggal keluarga Zee, mau tidak mau dia harus meneruskan kerja keras Papihnya selama ini.

__ADS_1


Hal itu membuat dirinya sering melewatkan sarapan pagi bersama keluarganya dan membuat para maid suruhan mamihnya akan membawakan sarapan untuknya. Seperti saat ini, dia melupakan sarapan dan salah maid kepercayaan orang tuanya datang membawakan makan dan minuman kesukaannya.


" Sama-sama nona, biar bibi bawakan kedalam. " Ujar maid tersebut yang sering di panggil Bi Inem.


" Gak usah bi, biar Vero saja. Bibi lanjutkan saja pekerjaan bibi, sekali lagi makasih bi. " Ujar Veronica dengan mengambil nampan di tangan bi Inem.


" Baiklah, kalau gitu bibi ke dapur dulu. Kalau nona butuh sesuatu teriak aja, bibi pasti datang. " Ujar Bi Inem dengan menyerahkan nampan tersebut ke tangan nona mudanya.


" Iya bi, makasih. " Ujar Veronica dengan tersenyum.


" Iya nona, kalau gitu bibi ke dapur dulu. "


Veronica mengangguk mengiyakan, Bi Inem pun langsung beranjak pergi meninggalkan kamar nona mudanya menuju ke dapur di lantai satu. Veronica pun juga kembali masuk kedalam dengan membawa nampan di tangannya.


" Hufftt. " Veronica menghela nafas setelah kembali duduk di meja kerjanya yang sengaja dia taro di dalam kamarnya.


Drett ...


Drett ...


Saat dirinya ingin memakan sadwith kesukaannya, bunyi panggilan masuk di ponselnya membuat dirinya kembali mengurungkan niatnya itu untuk memakan sarapannya dan langsung mengangkat panggilan tersebut yang ternyata dari Sekretaris pribadinya.


" Ya Hana, ada apa? " Ujar Veronica sambil berjalan menuju balkon kamarnya dan duduk di salah satu sofa di balkon kamarnya.


" Maaf Bu menganggu, saya hanya ingin menyampaikan malam ini ibu ada undangan makan malam di rumah tuan Axsenio. " Ujar Sekretaris pribadinya itu yang membuat dirinya langsung terdiam.

__ADS_1


Dia tau betul siapa itu tuan Axsenio. Dia adalah pria yang menyatakan cintanya saat pesta pernikahannya dengan Zeno batal dan dia juga yang membuat dirinya sampai sekarang terus mengingat kejadian dua tahun lalu.


" Hmm, Hana bisakah kau batalkan. Saya sedang tidak enak badan saat ini. " Ujar Veronica yang memilih untuk berbohong agar tidak bertemu dengan pria itu.


" Baik bu, nanti saya sampaikan ke sekretaris tuan Axsenio, ibu istirahat saja dan semua pekerjaan biar saya yang menghendel. "


" Ya baiklah, makasih Hana. " Ujar Veronica yang sangat bersyukur bisa memiliki sekretaris sekaligus asisten pribadinya yang sangat-sangat baik dengan dirinya dan keluarganya.


Hana merupakan seorang anak yatim piatu yang di biaya hidupnya oleh kedua orang tua Veronica. Hana yang dasarnya pintar itu langsung di angkat tuan Erlano, yang merupakan papih dari Veronica untuk menjadi sekretaris sekaligus asisten pribadi putrinya saat dia benar-benar pensiun dari dunia bisnis.


Tujuan Erlano mengangkat Hana, karena dia dan sang istri sudah tau betul sifat Hana dan membuat mereka mempercayakan betul Hana untuk membantu Veronica mengelola perusahaan menggantikannya.


Hana yang ingin membalas budi atas semua kebaikan keluarga Zee itu langsung menyetujuinya. Apalagi ini jalan satu-satunya agar dia bisa menepati semua janjinya sejak kecil, untuk selalu membantu keluarga Zee dengan segenap jiwanya.


" Ini sudah kewajiban saya sebagai sekretaris ibu dan saya akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan. " Ujar Hana yang membuat Veronica tersenyum mendengarnya.


" Iya Hana, saya percayakan semuanya sama kamu. "


" Terimakasih ibu sudah mempercayakan semuanya kepada saya. "


" Iya Hana, kalau begitu good luck. "


" Iya bu, semoga ibu juga cepet sembuh. "


" Iya terimakasih Hana. "

__ADS_1


Setelah itu pun Veronica langsung memutuskan sambungannya dan memilih untuk bersandar di sofa, menghilangkan rasa penatnya sambil menikmati suasana sejuk di balkon kamarnya.


~Bersambung~


__ADS_2