My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 53


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗


°°°


Setelah menempuh perjalanan berjam-jam. Kini Zeno sudah sampai di sebuah kota terpencil yang menjadi tempat pembangunan Mall-nya.


Kenapa dirinya harus membangun mall di kota terpencil seperti ini?, Justru ini peluang besar untuknya membangun mall di kota terpencil ini. Di tambah disini belum ada pusat perbelanjaan membuat keuntungannya menjadi besar nantinya.


Para penumpang yang baru tiba maupun yang baru berangkat langsung berlari menjauh saat sosok pengusaha muda yang sering mereka sering lihat di televisi maupun surat kabar memberi jalan dengan menunduk takut.


Mereka semua tidak berani menatap sosok pria tampan yang sangat berpengaruh di dunia. Mereka semua masih sayang akan nyawa mereka dan memilih menunduk saat pria tampan gagah dan penuh kepimpinan tersebut melewati mereka menuju pintu keluar Bandara.


Sedangkan orang yang menjadi penyebab mereka semua menunduk hanya acuh melewati mereka dengan wajah datar dan dinginnya.

__ADS_1


" Silahkan tuan. " Ujar sekretaris Hans membukakan pintu mobil yang menjemput mereka di bandara.


" Hmm. " Zeno langsung masuk kedalam diikuti sekretaris Hans yang langsung duduk di kursi samping supir setelah menutup pintu mobil tuannya.


" Langsung ke pembangunan. " Ujar Zeno dengan tatapan datar dan dinginnya.


" Siap tuan. " Ujar supir yang sudah berumur 30 tahun itu mengangguk dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang melaju menuju pembangunan.


" Hans jadwal saya hari ini apa saja? " Ujar Zeno dengan bersandar di kursi sambil memejamkan matanya.


" Jadwal tuan hari ini hanya melihat-lihat pembangunan mall dan memeriksa keuangan di kantor cabang. " Ujar Hans dengan melirik tuannya yang sedang memejamkan matanya.


" Jam berapa kita ke kantor cabang? " Ujar Zeno yang membuka matanya dan duduk tegak menatap sekretaris Hans.


" Sehabis makan siang tuan. " Ujar Hans dengan membuka ipadnya kembali untuk memastikan jadwal tuannya.


" Ubah jadi sore, sehabis makan siang saya pengen istirahat di Villa. " Ujar Zeno dan diangguki Hans.

__ADS_1


" Baik tuan. " Ujar sekretaris Hans yang langsung mengubah jadwal tuannya.


Selama di perjalanan menuju pembangunan Mall-nya. Zeno memilih untuk memejamkan matanya menghilangkan rasa penatnya.


Tapi saat dia ingin tenggelam dalam lautan mimpinya, harus di buat kesal saat sang supir mengrem mendadak membuat dirinya yang tidak siap langsung terpontok kursi supir.


" ****, Kau bisa bawa mobil tidak?! " Bentak Zeno dengan mengelus keningnya yang terasa pusing.


" Ma-maaf tuan, d-di depan ada anak kecil yang main nyebrang sembarangan. " Ujar sang supir dengan menunduk takut saat melihat tatapan penuh amarah dari tuan mudanya itu.


" Anak kecil? " Ujar Zeno yang menatap ke depan dan benar ada seorang gadis kecil yang kini sedang bersama dengan seorang wanita yang tengah duduk di kursi roda.


" Biar saya yang lihat tuan. " Ujar Hans yang ingin keluar tapi di tahan Zeno.


" Biar saya saja. " Ujar Zeno yang entah kenapa ada dorongan untuk menemui gadis kecil yang kini tengah menangis.


Hans dan sang supir hanya bisa patuh menunggu di dalam mobil sambil memantau tuannya yang kini sedang berdiri di depan gadis kecil dan wanita yang duduk di kursi roda.

__ADS_1


Hans melihat bola mata gadis itu mirip dengan tuan mudanya. Tapi dirinya langsung menyangkal itu semua.


~Bersambung~


__ADS_2