
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Jam kini menunjukkan pukul 12 siang. Ana baru terbangun dari tidurnya, dia menatap kesebelahnya dimana ada suaminya yang masih tidur.
" Ughh, sakit. " Ringis Ana saat ingin beranjak dari tempat tidur langsung merasakan nyeri di daerah sensitifnya.
Ana yang tidak bisa berjalan sendiri ke kamar mandi itu kembali duduk di tepi ranjang sambil membangunkan suaminya.
" Kak, bangun. " Ujar Ana sambil menepuk-nepuk lengan Zeno.
Zeno yang pada dasarnya susah di bangunin itu masih terus tidur dengan nyenyak tanpa terganggu sedikit pun.
" Kakkk!!! " Ujar Ana yang mulai menaikan nada suaranya satu oktaf lebih tinggi.
Tapi suaminya itu tidak sedikitpun terganggu dengan panggilannya ataupun pukulan di tangannya. Padahal Ana sudah memukul lebih keras di bahu suaminya itu.
" ZENO ALBERT GERMANI, BANGUN!!! " Teriak Ana tepat di telinga Zeno membuat Zeno langsung terbangun.
" Apa sih sayang, aku masih ngantuk. " Rengek Zeno yang kembali merebahkan tubuhnya dan menutup matanya.
Ana sungguh kesal melihat suami kebonya itu. Dia langsung mengambil bantal dan langsung di pukul nya wajah suaminya itu.
" BANGUN KAKK!!! " Teriak Ana sambil terus memukul-mukul kan wajah suaminya dengan bandal.
Zeno langsung bangun, tapi masih setia menutup mata. Sesekali pria itu menguap ngantuk.
" KAKKK!!! " Teriak Ana membuat Zeno langsung membuka matanya dan menatap istrinya yang terlihat kesal.
__ADS_1
" Apa sayang, cinta ku, kasih ku. " Ujar Zeno dengan tersenyum manis dan dia pun mengecup bibir ranum istrinya.
" Ishhh, bau iler. " Ujar Ana sambil mengelap bibirnya yang bekas kecupan suaminya.
Zeno kesal melihat istrinya yang mengelap bekas kecupannya. Dia kembali mengecup bibir istrinya itu dan lagi-lagi Ana menghapusnya.
Zeno langsung menjatuhkan tubuh istrinya itu jadi berbaring terlentang. Dia langsung mengecup bibir istrinya itu yang kali ini bukan hanya sebatas kecupan tapi sudah menjadi *******. Tidak lupa dia pun menahan tangan istrinya ke atas kepalanya.
Ana tidak membalasnya. Dia memilih pasrah mengikuti suaminya itu yang kini sudah bermain di dalam mulutnya dengan sangat agresif. Sampai dia kehabisan nafas dan memukul-mukul dada bidang suaminya.
" Hahh, hahh, hahh. " Ana mengatur nafasnya setelah Zeno menghentikan ciumannya.
" Kamu tuh nyebelin tau! " Ujar Ana langsung mendoronh tubuh suaminya dan kembali duduk.
" Kamu yang nyebelin. " Ujar Zeno yang masih kesal dengan ulah istrinya itu.
" Kok aku? " Ujar Ana tidak Terima.
" Lagi belum mandi udah cium-cium. Iler masih kemana-mana itu. "
" Enak aja, aku tuh gak pernah ileran. Yang ada kamu yang ileran. " Ujar Zeno dengan mengejek istrinya dan membuat Ana kembali memukul dirinya dengan bantal.
" Gak! kamu itu. " Ujar Ana sambil memukul-mukul tubuh suaminya dengan bantal.
" KDRT ini namanya. " Ujar Zeno menahan pukulan istrinya dan mengambil bantalnya.
" Bodo, cepetan gendong aku ke kamar mandi. " Ujar Ana dengan menggerutu kesal.
" Gak mau. " Ujar Zeno yang langsung bangkit meninggalkan Ana ke dalam kamar mandi.
" KAK ZENO!!!! " Teriak Ana dengan kesal sambil menatap pintu kamar mandi yang sudah di tutup suaminya.
__ADS_1
Zeno di dalam langsung tertawa geli. Berhasil menjahili istrinya itu dan dapat di pastikan kini istrinya tengah memaki-maki dirinya di dalam hatinya.
Zeno memilih mencuci muka dan menggosok giginya terlebih dahulu baru dia keluar kembali menemui istrinya yang masih duduk di atas kasur sambil cemberut.
" Kenapa cemberut gitu sih, jelek tau. " Ujar Zeno yang sudah keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di sebelah istrinya.
" Jauh-jauh sana! " Ujar Ana dengan ketus dan mendorong tubuh Zeno yang tidak sama sekali bergerak menjauh sedikit pun.
" Ohhh ya udah, kalau gitu ke kamar mandi aja sendiri. " Ujar Zeno yang mau beranjak pergi langsung di tahan Ana.
" NYEBELIN!!! " Teriak Ana yang memukul-mukul dada bidang suaminya sambil menitikkan air matanya.
" Hikss, kamu mah jahat kak. Hikss udah tau aku sakit hikss karna kamu hikss. " Ujar Ana membuat Zeno langsung memeluknya.
" Maaf sayang, aku cuma bercanda. " Ujar Zeno dengan memeluk Ana sambil mengelus-elus belakang kepala istrinya.
" Hikss, jahat hikss. " Ujar Ana yang gak tau kenapa sejak tinggal bersama dengan Zeno dan kedua orang tuanya, dia berubah menjadi orang yang cengeng dan lebih sensitif.
Cupp ...
" Udah jangan nangis, mau berendam? " Tanya Zeno setelah mengecup kening sang istri. Ana mengangguk sambil masih sesegukan.
" Berhenti dulu nangisnya. " Ujar Zeno sambil mengelap air mata di kedua pipi Ana dan mengecup kedua kelopak mata sang istri.
" Hmm. " Ana berdehem sambil mengangguk, dia mencoba berhenti nangis walau masih sesegukan.
" Ayo. " Ujar Ana sambil merentangkan tangannya.
" Siap tuan putri. " Ujar Zeno dengan tersenyum dan menggendong tubuh istrinya ala bridal style ke kamar mandi.
~Bersambung~
__ADS_1
Mau Zeno junior lagi gak?🤠Komen ya👇 Likenya jangan lupa😘