My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 46


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Di sebuah mansion mewah tepatnya di sebuah kamar bernuans gelap, terlihat seorang pria tampan yang tengah melamun di balkon kamarnya dengan lurus ke arah langit-langit yang tampak mendung seperti perasaannya sekarang.


Ya, Sudah empat tahun ini pria tampan tersebut selalu melamun memikirkan keberadaan wanita yang sangat berarti di hidupnya.


" Ana kau dimana? Aku merindukan mu. " Ujar pria tampan tersebut yang tidak lain dan tidak bukan ialah Zeno.


Setelah kepergian Ana empat tahun yang lalu membuat kepribadian seorang Zeno sangat berubah drastis yang awalnya dingin dan kejam menjadi sangat-sangat dingin dan kejam.


Bahkan yang awalnya bersama dengan keluarganya dirinya akan bersikap hangat, tapi tidak dengan sekarang yang selalu dingin dengan semua orang termasuk keluarganya sendiri.


Sampai membuat para sahabat serta keluarganya bingung memikirkan cara agar dirinya kembali seperti dulu.


Dan selama empat tahun ini juga Zeno tidak pernah menyerah untuk terus mencari keberadaan Ana dan anaknya yang mungkin sekarang sudah tumbuh besar menjadi anak yang pintar.


Bahkan saat dia berpergian dan melihat sosok anak kecil di setiap jalanannya selalu membuat dirinya teringat dengan anak yang di kandung Ana.

__ADS_1


Tokk ...


Tokk ...


Bunyi ketukan pintu membuat Zeno yang tengah melamun langsung tersadar ke alam sadarnya dan langsung berjalan membukakan pintu kamarnya.


Ceklek ...


Saat pintu di buka olehnya, terlihat wanita paruh baya yang tidak lain dan tidak bukan ialah Fania dengan membawakan nampan berisi makanan dan minuman.


" Mamih membawakan mu makanan, dimakan ya sayang kau sejak semalam tidak makan apapun. " Ujar Fania yang terlihat sangat khawatir dengan kondisi putranya.


" Zeno gak lapar. "


Setelah mengatakan itu, Zeno langsung menutup pintu kamarnya kembali dan membuat Fania yang masih berada di luar kamarnya merasa sendu melihat perubahan putranya itu.


" Sampai kapan kau terus begini Zeno! Mamih tau kau sangat merasa terpukul dengan kepergian Ana! Tapi tidak seperti ini Zeno!!! " Teriak Fania yang masih bisa di dengar oleh Zeno yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


" Mamih pergi saja! Zeno butuh waktu!!! " Teriak Zeno dari dalam kamarnya.

__ADS_1


" Butuh waktu berapa lama lagi Zeno?! Sudah empat tahun kau masih seperti ini!!! " Teriak Fania yang masih berusaha mengetuk-ngetuk pintu kamar putranya berharap putranya itu akan membukakan pintu kamarnya.


" Sampai aku bisa melupakannya! "Lirih Zeno yang tidak bisa di dengar oleh Fania di luar.


Selama empat tahun ini dirinya selalu di hantui rasa bersalah. Dan selama empat tahun ini juga di selalu memimpikan Ana yang terus berteriak kesakitan dengan perbuatannya yang selalu memaksa Ana untuk memuaskannya sampai pagi.


Zeno pasti pergi ke psikiater untuk menghilangkan bayang-bayang masalalunya, tapi semua itu hanya sia-sia saja. Dia kembali bermimpi hal yang sama di setiap tidurnya.


" Ana kumohon kembali lah, aku merindukan mu. " Lirih Zeno yang lama kelamaan tubuhnya mulai merosot jatuh ke bawah lantai.


Zeno sudah menyadari kesalahannya selama ini, bahkan dia juga telah di hukum tuhannya dengan terus di hantui rasa bersalahnya.


Tapi tidak bisakah dirinya di beri kesampatan kedua ...?, Dia janji jika Tuhan memberikannya kesempatan kedua, dia tidak akan menyia-nyiakannya.


~Bersambung~


Cukup gak nih penderitaan yang di terima Zeno atas perbuatannya?🤭


Likenya harus sama ya guys😘 kalau berkurang dgn episode tadi gk bakal aku double up lagi:v Canda😙

__ADS_1


Tapi harus like awas gk like😇


__ADS_2