My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 39


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Zeno yang sudah puas bermain tanpa memerdulikan teriakan dan ringisan kesakitan dari Ana, kini pria tampan itu sudah kembali mengenakan pakaiannya dengan sempurna.


" Hikss. " Ana masih terisak pelan merasakan rasa sakit di perutnya dan Zeno yang melihat tidak memperdulikannya sedikitpun.


" Kau ingat, sebelum aku menikah kau akan terus menjadi main pemuas ku! Bahkan kalau perlu kau akan menjadi simpanan ku *****. " Ejek Zeno dengan memandang Ana dengan tatapan merendahkan.


" Hikss, kenapa kakak tega melakukan itu ke Ana. Hikss, apa salah Ana kak! Katakan!!! " Teriak Ana dengan mengumpulkan semua tenanganya dan keberaniannya melawan Zeno.


Zeno yang paling tidak suka di bentak pun langsung berjalan mendekati adiknya yang sekarang duduk di tepi ranjang sambil menatapnya tajam.


" Aww. " Ringis Ana saat Zeno mencengkram pipinya.


" Kau dengar baik-baik, kau yang telah membunuh kekasih ku dan sudah seharusnya kau membayar semuanya!!! " Bentak Zeno dengan menghempaskannya kasar.


" Hikss, apa maksud kakak? Ana tidak pernah melakukan apa yang kakak katakan. " Ujar Ana dengan terus menangis.


" Ck, jangan pura-pura bodoh! Mulai detik ini dan seterusnya, Aku Zeno Albert Germani akan membuat hidup mu Hancur! " Ujar Zeno dengan penuh penekanannya dan langsung pergi meninggalkan kamar adiknya itu menuju kamar pribadinya.


Brakk ...


Ana terjingkat kaget sambil terus menitikkan air matanya. Apa Tuhan sudah menggariskan takdirnya seperti ini?, menjadi mainan pemuas nafsu kakaknya?.


Ingin sekali Ana mengakhiri hidupnya, tapi semua itu selalu di urungkannya saat mendengar nasehat yang pernah dikatakan sahabatnya.


" Tidak semua masalah selesai dengan kau bunuh diri! "


Semua itu selalu tengiang-ngiang di dalam pikiran Ana. Mau seberapa menderitanya hidupnya, dia tidak boleh menyerah begitu saja.

__ADS_1


Belum tentu dengan dia bunuh diri semua masalahnya selesai. Atau bisa jadi kakaknya itu akan terus menganggapnya sebagai pembunuh kekasihnya.


" Hikss, kau pasti bisa Ana. " Lirih Ana dengan menyemangati dirinya sendiri.


...----------...


Pagi harinya Ana terbangun dari tidurnya dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya sebelum turun kebawah.


" Jangan nakal ya sayang. " Ujar Ana dengan mengelus perut ratanya sebelum memutuskan untuk turun kebawah.


Setibanya di bawah Ana terkejut mendapati kehadiran kedua orang tuanya serta keluarga dari calon istri kakaknya.


" Ana. " Ujar Fania yang melihat kehadiran putrinya.


" Sini sayang! " Panggil Fania dengan menatap tersenyum kearah putrinya.


Ana yang di panggil tersebut langsung berjalan menghampiri mereka semua yang berada di ruang tengah.


" Perkenalkan dia putri ku, Anastasia Germani. " Ujar Fania sambil menyuruh Ana duduk di sebelahnya.


" Halo om, tante. " Ujar Ana dengan tersenyum.


" Halo juga sayang, cantiknya putri mu, Fan. " Ujar Mamih Veronica yang bernama Kania Zee. Seorang Desainer terkenal seasia.


" Benar, putri mu cantik sekali Dav. " Ujar Papih Veronica yang bernama Erlano Zee.


" Hahaha, terimakasih. " Ujar Davidto tertawa kecil mendengar pujian dari kedua calon besannya.


" Oh ya jelas, putri ku gitu loh. " Ujar Fania dengan terkekeh.


" Hahahaha. " Semua tertawa ber sama-sama mendengarnya.

__ADS_1


Sedangkan Zeno yang ada di situ hanya terdiam tidak sedikitpun pria itu tertawa menanggapi pujian dari kedua calon mertuanya dan mamih nya.


" Oh ya sayang, kenalin dia calon kakak ipar mu. " Ujar Fania dengan memperkenalkan Veronica dengan Ana.


" Halo, kenalian Veronica. " Ujar Veronica yang lebih dulu memperkenalkan namanya dan mengulurkan tangannya.


" Ya, Ana kak. " Ujar Ana dengan menerima uluran tangan Veronica dengan sedikit tersenyum.


" Baiklah, jadi bagaimana persiapannya? Apa kalian berdua udah menentukan tempat dan desain gaunnya? " Tanya Fania dengan menatap Zeno dan Veronica bergantian.


" Sudah, mih. Semua keinginan Vero. " Ujar Zeno dengan menunjukkan sikap romantisnya kepada Veronica sampai membuat Ana sesak melihatnya.


" Hufftt Ana, kau sadar. Dia kakak mu, tidak mungkin kau akan bersamanya. " Batin Ana dengan berusaha menunjukkan wajah cerianya di hadapan semua orang.


" Syukurlah kalau begitu, gak nyangka ya jeng kita bakal jadi besan. " Ujar Fania.


" Hahaha iyaa gak nyangka ya. " Ujar Kania dengan terkekeh dan Zeno serta Veronica yang melihatnya saling tersenyum menatap satu sama lain.


" Maaf menganggu, mih, pih Ana keluar dulu ya. Mau ketemu sama Via. " Ujar Ana yang tidak ingin menambah kesedihannya dengan melihat sikap romantis Zeno kepada Veronica.


" Baiklah sayang, jangan pulang malam-malam. " Ana mengangguk mengiyakan dan mulai menyalami semua orang.


~Bersambung~


Aku mau bikin alurnya beda dari yang sebelumnya. Mungkin di sebelumnya Kedua orang tua Ana sangat menyayangi Ana, tapi disini aku buat mereka membenci Ana. Tapi tenang nanti mereka juga sayang sama Ana😌


Bagi yang bingung alurnya seperti Apa, baca aja dulu😊 Kalau emang udah gak suka bisa skip aja😘


Semoga kali ini lulus🤧 udah dari tadi nih episode gak lulus"🤧


Daahh see you👋😘

__ADS_1


__ADS_2