
Happy Reading :)
^^^
Pagi harinya seperti biasa Ana akan menyiapkan sarapan untuk putri kecilnya, Bi Ina dan Sekar sebelum dirinya berangkat bekerja.
Sudah empat tahun ini Ana bekerja di sebuah toko kue yang merupakan milik dari ustadzah di dekat rumahnya.
Saat itu dirinya sedang bingung mencari uang untuk persalinannya dan akhirnya Tuhan mengirimkan orang baik seperti ustadzah yang menawarkan dirinya bekerja di toko kuenya yang baru di buat saat itu.
Ana yang di kasih kesempatan itu tidak membuang-buangnya, dia langsung menerimanya dan sampai saat ini dia masih bekerja di toko kue tersebut.
" Ana. "
Ana yang di panggil namanya itu langsung menoleh ke belakang dan melihat Bi Ina yang tengah berdiri di belakangnya.
" Ada apa bu? " Ujar Ana yang menatap Bi Ina.
" Kau temuin Caca di kamarnya, dia mencari mu sejak tadi. Biar ibu yang lanjutkan masaknya. " Ujar Bi Ina yang mengambil apron satu lagi untuk di pakainya.
" Baiklah bu, maaf merepotkan ibu. " Ujar Ana yang langsung mencuci tangannya dan melepaskan apron yang di pakainya.
__ADS_1
" Tidak Ana, justru ibu yang minta maaf karna selama ini ibu dan Sekar yang merepotkan kau terus menerus. " Ujar Bi Ina dengan sendu.
Dia ingat gimana perjuangan Ana yang banting tulang untuk mencari biaya persalinannya dan juga biaya untuk Sekar operasi. Begitu melelahkan di tambah Ana masih mengandung dan kandungan sudah memasuki delapan bulan.
" Ibu ngomong apa sih, Ana tidak merasa di repotkan, justru Ana yang berterimakasih karna ibu dan Sekar mau menerima Ana dan Caca disini. " Ujar Ana dengan memeluk BI Ina.
" Hikss, makasih kau telah menolong Sekar. " Ujar Bi Ina dengan terisak di dalam pelukan Ana.
" Jangan berterimakasih ke Ana, ibu berterimakasih ke Allah SWT karna telah memberikan pertolongannya melalui Ana. " Ujar Ana dengan mengusap punggung Bi Ina.
" Hikss, makasih ya Allah kau telah membantu Sekar putriku. " Ujar Bi Ina yang berterima kepada Tuhan Yang Maha Esa karna telah mengirimkan Ana di tengah-tengah keluarganya.
Sekar janji suatu saat nanti dia akan membalas semua kebaikan Ana kepada dirinya dan ibunya. Dia juga akan menjaga dan melindungi Ana dan Caca dengan sekuat tenaga nya.
Semoga Tuhan membalas semua kebaikan Ana kepada keluarganya dua kali lipat dan semoga kehidupan Ana di kemudian hari lebih baik dari sebelumnya.
...--------...
Di mansion keluarga Germani. Fania bersama dengan suaminya tengah sarapan bersama di meja makan.
Fania yang ingin menuangkan air putih ke gelas suaminya, melihat Zeno yang berjalan melewati meja makan langsung memanggilnya.
__ADS_1
" Sayang ayo makan dulu!!! " Teriak Fania yang membuat sang suami langsung menoleh kebelakang dan melihat Zeno yang berjalan melewati mereka.
" Gak lapar! " Ujar Zeno dengan dingin dan datar yang langsung pergi menuju perusahaannya.
Zeno tidak ingin terus berada di dalam kamarnya. Karna saat dirinya berada di dalam kamarnya dia akan selalu terbayang-bayang akan sosok Ana dan dirinya memilih untuk pergi ke kantor untuk menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas yang pastinya menumpuk di meja kerjanya.
" Sampai kapan Zeno seperti ini pah? Mamih sedih lihat Zeno terpuruk seperti itu. " Ujar Fania yang duduk di sebelah suaminya dengan sendu.
" Sabar mih, gak mudah buat Zeno melupakan Ana di tambah lagi dia dulu punya dosa yang begitu banyak ke Ana. " Ujar Davidto dengan mengelus punggung istrinya yang mulai menitikkan air matanya.
" Hikss, papi tambah dong orang suruhan papih buat cari Ana, hikss biar Zeno tidak seperti ini terus pih, hikss. " Ujar Fania dengan terisak melihat kondisi putranya yang sangat menyedihkan.
" Iya mih, ini juga papih lagi berusaha cari Ana, kita juga harus sabar. " Ujar Davidto dengan memeluk istrinya.
" Sudah empat tahun pih? Sampai kapan kita harus sabar? " Ujar Fania dengan terus terisak di dalam pelukan suaminya.
" Kita berdoa saja semoga Tuhan mempertemukan Zeno dan Ana. " Ujar Davidto dan diangguki Fania.
~Bersambung~
Maaf sedikit double up nya🤠Tadi ngerjain proposal buat eskul+ngebabu🤣 Jangan lupa likenya ya guys😘
__ADS_1