My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 89


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Ana menatap kamar bernuansa hitam itu yang menjadi saksi bisu kekejaman Zeno kepada dirinya. Walaupun sudah empat tahun lamanya, semua itu masih terus membekas di pikiran dan hatinya.


Zeno yang meletakkan tubuh Ana di atas ranjang memerhatikan raut wajah Ana yang berubah sendu dan takut.


" Sayang, ada apa? " Ujar Zeno yang duduk di tepi ranjang sambil menggenggam tangan Ana dan mengusapnya dengan lembut.


" Ti-tidak, Ana baik-baik saja. " Ujar Ana mencoba untuk tersenyum, walaupun di dalam hatinya dia merasa sedih mengingat peristiwa dulu yang dilakukan Zeno terhadap dirinya dan takut kalau peristiwa itu terjadi lagi untuk kedua kalinya.


" Dari dulu kau tidak pandai berbohong sayang. " Ujar Zeno dengan menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya lagi.


" Aku tau, kau memikirkan kejadian dulu bukan?. "

__ADS_1


Ana terdiam mendengarnya. Dia bingung harus menjawab apa. Dia tidak ingin mengungkit peristiwa masa lalunya.


" Ana aku minta maaf atas apa yang aku lakukan dulu terhadap mu. Aku emang bodoh yang percaya begitu saja dengan perkataan ****** itu. " Ujar Zeno dengan menunduk sedih.


Ketahuilah bahwa pria yang terkenal kejam itu sangat terluka mengingat betapa bajingannya dia yang telah menodai adiknya sendiri. Ya, walaupun sekarang Ana bukan adiknya, tetap saja dia merasa bersalah telah melukai seseorang yang tidak ada sangkut pautnya dengan kematian almarumah kekasihnya.


" Yang seharusnya aku melindungi dan menjaga mu, tapi akulah yang menyakiti dan menodai mu. Aku minta maaf Ana, seterah kau mau memaafkan ku atau membenci ku itu hak mu. Aku pantas untuk di benci atas semua perbuatan yang aku lakukan di masalalu. " Ujar Zeno yang ingin bangkit meninggalkan Ana tapi lebih dulu di tahan oleh Ana.


" Aku sudah memaafkan mu, kak. Ya, walaupun bayang-bayang masalalu itu masih terus berputar di otak ku, tapi aku tidak bisa membenci kakak ku sendiri, kakak laki-laki ku yang telah menyayangi dan menjaga ku saat kecil. " Ujar Ana dengan menitikkan air matanya.


Ana masih ingat betul dimana Zeno menyelamatkan dirinya yang hampir tertabtak mobil saat dia mengikuti badut hingga ke jalan raya.


...--------------...


Zee Corporation


Kini Veronica sudah tiba di ruang meeting dan disambut para karyawan serta ceo A'X Company dengan sekretaris pribadinya.

__ADS_1


" Maaf membuat tuan Axsenio menunggu. " Ujar Veronica dengan menunduk hormat.


" Tidak masalah nona Zee. " Ujar Derel sambil mengulurkan tangannya.


Veronica yang melihatnya pun langsung menjabat tangan Derel sambil tersenyum. Bagaimanapun dia harus profesional bukan?, Dia tidak ingin dianggap tidak profesional di dalam pekerjaannya.


" Baik, mari kita mulai. " Ujar Veronica yang turun tangan sendiri untuk menjelaskan sedetai mungkin tentang proyek kerja sama mereka.


Sampai tak terasa satu jam telah berlalu. Meeting pun selesai dengan di tandai jabatan tangan dari kedua ceo muda itu.


" Seneng bekerja sama dengan nona Zee. " Ujar Derel dengan tersenyum sambil menjabat tangan Veronica.


" Suatu kehormatan bagi kami untuk bekerja sama dengan perusahaan tuan. " Ujar Veronica dengan membalas tersenyum.


" Ya, baiklah. Kalau begitu kami permisi. " Ujar Derel yang sebenarnya tidak ingin begitu cepat berpisah dengan wanita pujaan hatinya, tapi karna pekerjaannya yang menumpuk di kantor dan di tambah lagi masih ada pertemuan dengan kliennya, membuat dia mau tidak mau harus pergi.


" Mari kami antar. "

__ADS_1


" Baik, terimakasih. " Ujar Derel yang berjalan duluan diikuti Veronica di sampingnya dan sekretaris pribadinya di belakangnya bersama dengan sekretaris Hana.


~Bersambung~


__ADS_2