
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Malam harinya, Ana tengah berdiri di depan pintu utama menunggu kepulangan sang suami. Semenjak kehamilannya yang menginjak tujuh bulan, dirinya selalu ingin menyambut suaminya pulang dari kantor setiap hari.
Padahal Zeno selalu melarang istrinya untuk menunggu dirinya pulang dari kantor, karna dia yang selalu pulang malam dan angin malam tidak baik untuk istrinya dan anak yang ada di dalam kandungan.
" Ana sayang ayo masuk, disini dingin. Nunggunya di ruang tengah aja. " Bujuk Fania yang menghampiri menantunya yang tetap stay di depan pintu.
" Mamih tenang aja, kan Ana pake baju panjang. Lagian Ana mau nunggu kak Zen disini. " Ujar Ana dengan tersenyum.
" Iyaa, mamih tau kamu mau nunggu suami kamu. Tapi nunggunya di dalam aja ya, sekalian temenin Caca main di ruang tengah, sejak tadi dia merengek ingin main sama mommynya. " Ujar Fania yang tidak menyerah untuk membujuk menantunya itu.
" Nanti setelah kak Zen pulang, Ana nemenin Caca main. Mamih tenang aja. " Ujar Ana yang terus menatap ke pintu gerbang.
__ADS_1
" Zeno masih lama pulangnya sayang, daripada kami pegel diri terus disini, mendingan duduk di dalam. " Fania terus membujuk menantunya itu, dia tidak ingin menantunya itu terkena angin malam yang akan membuat menantunya nanti jatuh sakit.
" Gak mih, sebentar lagi sampai. " Ujar Ana dan tidak lama terdengar klakson mobil dari luar pintu gerbang.
Satpam yang berada di posnya itu langsung terburu-buru membukakan pintu gerbang. Ana tersenyum senang melihat mobil suaminya tiba.
" Tuh kan mih, Kak Zen udah pulang kan, Ana mau samperin dulu. " Ujar Ana yang langsung berlari menghampiri suaminya.
Zeno yang baru turun dari dalam mobil, melihat istrinya yang berlari menghampirinya langsung berjalan menghampirinya.
Zeno langsung memeluk Ana, dia sangat merindukan istrinya itu. Walaupun hanya ditinggal beberapa jam saja, tapi rasa kangennya sudah seperti ditinggal bertahun-tahun lamanya.
" Aku kangen kamu, maaf ya sayang meetingnya lama. " Ujar Zeno sambil melepaskan pelukannya dan mengecup kening, bibir dan perut besar istrinya.
Sejak awal dirinya tidak ingin untuk pergi ke kantor. Tapi karna ada meeting mendadak yang harus melibatkan dirinya, mau tidak mau membuat dirinya harus berangkat ke kantor dan meninggalkan sang istri.
Setiap di kantor dia terus mengkhawatirkan keadaan istrinya yang tengah hamil besar itu. Maklum dia tidak ingin kejadian yang dialami istrinya dulu saat hamil anak pertama mereka terulang kembali dan rasanya dia ingin selalu berada di dekat istrinya untuk melindunginya.
__ADS_1
" Iya gak papa kak, aku juga kangen husband ku ini. " Ujar Ana dengan mengecup tangan suaminya.
" UDAH ROMANTIS-ROMANTISAN DI DALAM AJA, DI LUAR DINGIN!!! " Teriak Fania dari depan pintu utama.
Zeno dan Ana yang mendengarnya langsung berjalan masuk. Zeno juga tidak ingin berlama-lama diluar, takut istrinya sakit karna udara malam hari ini sangat dingin tidak seperti biasanya dan mungkin sebentar lagi akan turun hujan.
" Kakak mau aku buatin teh jahe? Biar hangat. " Tanya Ana sambil mereka berjalan memasuki mansion.
" Gak usah sayang, nanti kamu capek. Biar bibi saja yang buat. " Ujar Zeno merangkul pinggang istrinya.
" Lebay, cuma bikin teh jahe doang. Udah kakak tunggu di sana, biar aku bikinin. " Ujar Ana menyuruh suaminya duduk di ruang tengah bersama kedua orang tuanya dan putri mereka.
" Ya sudah, kalau istri ku maksa. " Ujar Zeno mengecup sekilas bibir istrinya sebelum dia menghampiri kedua orang tuanya dan putrinya dan Ana pun langsung berjalan ke dapur.
~Bersambung~
Maaf ya kemarin gak up, keasikan nulis S2 nya🤠Likenya jangan lupa ya😘
__ADS_1