My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 136


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Caca yang kembali di sibukkan dengan membaca. Harus terhenti saat pintu ruang perpustakaan kembali di buka dan kali ini Caca melihat mommynya yang masuk dengan membawa sebuah piring ditangannya.


" Maaf ya mommy ganggu kamu baca buku, mommy cuma mau kasih kue bolu kesukaan Caca. " Ujar Ana sambil meletakkan piring berisi beberapa potong kue bolu coklat kesukaan putri kecilnya.


" Mommy yang bikin? " Ujar Caca menatap berbinar kue bolu yang di bawakan mommynya.


" Iya sayang, gimana suka? " Ujar Ana dan diangguki Caca.


" Suka banget mommy, makasih ya. " Ujar Caca dengan tersenyum.


" Sama-sama sayang, ayo dimakan. " Ujar Ana dengan tersenyum.


" Siap mommy. " Ujar Caca yang langsung mengambil sepotong kue bolu dan di makannya.


" Ini enak banget, kue bolu buatin mommy emang paling the best. " Ujar Caca membuat Ana tersenyum mendengarnya.


" Ya sudah habiskan, mommy mau keluar dulu. "


Caca mengangguk mengiyakan dan kembali sibuk memakan bolu buatan mommynya dan melupakan kegiatan membaca bukunya.

__ADS_1


Ana yang baru melangkah sampai depan pintu, merasakan sakit di perutnya. Dia mencoba berpegangan di knop pintu sambil memegang perutnya yang makin bertambah sakit.


" Arghh. "


Teriakan Ana membuat Caca yang sedang asik memakan bolu langsung dibuat terkejut melihat mommynya yang berdiri di depan pintu sambil meringis sakit.


" MOMMY!!! " Teriak Caca yang langsung berlari menuju mommynya.


" Mommy kenapa? " Ujar Caca dengan panik.


" Panggilin daddy di ruang kerjanya. " Ujar Ana dengan menahan rasa sakit di perutnya dan sepertinya dia ingin melahirkan.


" DADDY, GRANDMA, GRANDPA!!! " Teriak Caca yang tidak ingin meninggalkan mommynya sendirian di perpustakaan.


Tapi teriakannya itu tidak di dengar oleh Zeno, Fani dan Davidto. Maklum mansion sebesar itu dan seluas itu bisa mendengar teriakan anak kecil seperti Caca.


" Mommy duduk dulu ya, biar Caca panggilin daddy. " Ujar Caca membantu mommynya duduk di sofa dan dia pun langsung berlari menuju ruang kerja daddy nya di lantai dua.


Tapi saat dia ingin menaiki lift. Dia bertemu dengan grandmanya yang juga ingin menaiki lift.


" Caca, ada apa? Kenapa panik banget? " Ujar Fania melihat cucunya panik dengan keringat yang sudah bercucuran.


" Mo-mommy grandma. " Ujar Caca dengan menarik-narik tangan grandmanya untuk menemui mommynya di perpustakaan.


" Tenang dulu sayang, tarik nafas buang. " Ujar Fania mencoba menenangkan cucunya.

__ADS_1


Caca langsung mengikuti intruksi Fania berulang kali sampai dia mulai tenang.


" Nahh sekarang jelasin mommy kenapa? " Tanya Fania saat melihat cucunya yang sudah tenang.


" Mommy perutnya sakit grandma, Caca disuruh panggil daddy. " Ujar Caca membuat Fania panik seketika.


" BIBI!!! " Teriak Fania membuat beberapa maid yang sedang berada di dapur langsung berlari menghampiri nyonyanya.


" Ada apa nyonya? " Ujar kepala maid yang lebih duluan sampai karna dia tadi sedang membersihkan ruang tengah.


" Bi, tolong panggilkan tuan muda di ruang kerja, bilang istrinya pengen lahiran dan suruh ke perpustakaan dan kalian panggilkan tuan besar di kolom renang. " Ujar Fania menatap beberapa pelayan yang baru datang.


" Siap nyonya. " Ujar mereka serempak dan langsung berhamburan menyelesaikan tugasnya masing-masing.


Kepala pelayan yang ingin menaiki anak tangga langsung di tahan Fania.


" Naik lift aja bi, buruan! " Ujar Fania dengan panik.


" Si-siap, nya. " Ujar kepala pelayan yang langsung masuk ke lift menuju lantai dua.


" Sayang ayo kita temuin mommy. "


" Ayo grandma. " Ujar Caca yang lebih duluan berlari menuju perpustakaan dan diikuti Fania yang berlari dibelakangnya.


~Bersambung~

__ADS_1


Lagian punya mansion gede banget, jadi susah sendiri kan😌


Maaf ya baru up, otak buntu ini nyiapin S2nya + nama buat baby boy🤭


__ADS_2