My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 101


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Keesokan harinya, Zeno dan Ana tengah memilih-milih gaun pengantin. Sudah beberapa kali Ana bolak-balik untuk berganti pakaian, karna tidak ada satupun yang di sukai Zeno.


" Yang ini aja ya kak. " Ujar Ana yang baru keluar dari ruang ganti dan berdiri di hadapan Zeno yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya.


" Hmm, gak. Terlalu simple. " Ujar Zeno dengan menggelengkan kepalanya.


Ana hanya bisa menghelas nafas sabar. Dia kembali masuk ke ruang ganti dan mencoba satu gaun lagi yang menurutnya bagus dan cantik. Tapi gaunnya kali ini sedikit ribet, karna terlalu panjang.


" Kak, yang ini kayanya bagus. " Ujar Ana menatap Zeno.


Zeno yang tengah memainkan ponselnya itu, langsung menoleh dan menatap Ana dengan tatapan terpukau.


Cantik, satu kata yang mampu memawakili penampilan Ana sekarang.


" Kau sangat cantik sayang. " Ujar Zeno dengan bangkit dan berdiri tepat di hadapan Ana.


" Huhhh, syukurlah. Aku dah capek bolak-balik ganti baju. Sekarang giliran kamu sana. " Ujar Ana dengan duduk di sofa yang tadi di duduk Zeno tanpa melepas gaunnya terlebih dahulu, karna saking lelahnya.


" Hmm. " Zeno langsung memasuki ruang ganti untuk mencoba beberapa baju yang cocok di padukan dengan gaun yang di kenakan Ana.


Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Zeno sudah keluar dengan baju ala-ala kerajaan yang di kenakannya.


" Bagaimana? " Tanya Zeno dengan berdiri di depan Ana.

__ADS_1


" Tampan. " Ujar Ana dengan tersenyum.


" Kami ambil yang ini. " Ujar Zeno kepada salah satu pelayan butik sambil menyerahkan black cardnya.


" Baik tuan, segera kami urus. " Ujar Pelayan itu yang langsung berlalu pergi untuk memproses pembayarannya.


Sedangkan Ana dan Zeno kembali memasuki ruang ganti untuk berganti pakaian mereka.


" Ini tuan. " Ujar pelayan tadi yang ternyata sudah menunggu Ana dan Zeno sejak mereka berganti pakaian.


Zeno langsung mengambilnya dan pelayan tadi mulai membungkus gaun dan jasnya.


" Terimakasih sudah berbelanja di butik kami. " Ujar Pelayan itu sambil memberikan dua paper bag besar ke mereka berdua.


" Ya, makasih kembali. " Ujar Ana dengan tersenyum dan mereka pun mulai berlalu pergi dari butik itu menuju tempat cincin.


...-------------...


Drett ...


Drett ...


Bunyi panggilan masuk di ponselnya membuat Veronica menatap ke ponselnya yang berada tepat di sebelahnya.


" Mamih. " Gumam Veronica yang langsung mengangkat panggilannya.


" VERONICA KAMU DIMANA?! "


Veronica langsung menjauhkan ponselnya saat mendengar teriakan mamihnya yang begitu menggelegar.

__ADS_1


" Mih, bisa gak sih gak usah teriak-teriak begitu? Vero masih di perusahaan. " Ujar Veronica yang melospeker panggilannya dan dia pun kembali mengecek dokumen-dokumen yang masih menumpuk di mejanya satu persatu.


" Astaga Vero! Kamu ini kaya gak ada waktu besok aja. Tenaga kamu itu jangan di kuras terus menerus, nanti kalau kamu sakit gimana? Kalau kaya gini mamih gak ijinin kamu buat nerusin perusahaan papih. "


Veronica hanya mendengarkan saja. Sudah biasa dia mendengarnya omelan mamihnya ini, disaat dia tidak pulang semalaman.


" Iya mih, udah dulu ya Vero habis ini masih ada meeting di luar. " Ujar Veronica yang masih mengecek dokumen di tangannya.


" Habis meeting pulang! "


" Ya gak bisa mih, Vero kan masih banyak kerjaan. " Ujar Veronica sambil menandatangi dokumen yang selesai dia baca.


" Mamih gak mau tau! Kalau kamu gak pulang, kamu gak usah ngurus perusahaan lagi. " Ujar Nyonya Zee yang langsung mematikan sambungan telponnya.


Veronica menghela nafas. Selalu seperti ini, mamihnya bersikap seenaknya. Lagian kan mereka yang menyuruh dirinya mengelola perusahaan, tapi apa sekarang?.


" Huftt, ya sudahlah. " Ujar Veronica yang langsung menghubungi Hana, sekretarisnya.


" Han, tolong batalkan semua agenda saya setelah meeting nanti. " Ujar Veronica setelah tersambung.


" Baik bu. "


" Oh ya satu lagi Han, dokumen kita yang buat nanti meeting sudah kamu siapkan kan? " Ujar Veronica sambil mengecek email yang baru masuk.


" Semua sudah siap bu, kalau begitu saya ke ruangan ibu sekarang. "


" Gak usah Han, kamu tunggu di loby aja. Nanti saya kebawah sendiri. " Ujar Veronica yang masih memeriksa dengan detail isi email yang baru di kirimkan itu.


" Baik bu. "

__ADS_1


Veronica pun langsung mematikan sambungannya dan setelah selesai memeriksa isi email itu pun, dia langsung beranjak menemui sekretarisnya di loby perusahaannya.


~Bersambung~


__ADS_2