My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 123


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Di sebuah kamar dengan nuansa serba pink. Caca mengajak Tania ke kamarnya untuk bermain boneka barbie barunya. Yang baru di belikan daddynya seminggu lalu.


" Sini masuk. " Ujar Caca menyuruh Tania masuk kedalam kamarnya dan baru pertama kali Tania memasuki kamar Caca.


" Tata duduk dulu disini, Caca mau ngambil boneka Barbienya. " Ujar Caca yang menyuruh Tania duduk di sofa panjang depan kasurnya.


Tania hanya mengangguk mengiyakan. Sambil menunggu Caca mengambil mainannya, Tania menatap ke sekeliling kamar Caca yang bernuansa serba pink itu.


" Ck, cewek banget. " Gumam Tania yang melihat kamar Caca serba warna pink. Dari mulai kasurnya, seprainya, selimutnya, meja belajarnya, cat dindingnya, langit-langit kamarnya dan bahkan semua perabotan yang ada di dalam kamar gadis itu rata-rata berwarna pink, sungguh alay menurutnya.


" Tada! lihat cantik bukan? " Ujar Caca yang sudah berdiri di depan Tania sambil menunjukkan koleksi-koleksi boneka Barbienya.


Tania hanya mengangguk mengiyakan. Yang penting sahabatnya itu senang. Jujur saja dia tidak suka dengan yang namanya boneka dan dia sangat membenci mainan yang di sukai gadis kecil seperti mereka.


Bukan tanpa sebab dia membenci mainan perempuan bernama boneka itu. Saat tragedi kecelakaan yang menimpa dirinya dan kedua orang tuanya itu, dia tepat memeluk sebuah boneka di tangannya dan sejak hari itu dia sangat tidak suka dengan yang namanya boneka, karna baginya boneka itu pembawa sial.


" Tata kenapa nangis? " Ujar Caca yang menyadari sahabatnya itu meneteskan air matanya.


" Gak papa. " Ujar Tania yang langsung menghapus air matanya.


" Caca mau main kan? " Tanya Tania mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Iyaa, Tapi kasih tau dulu Tata kenapa? " Ujar Caca yang duduk di sebelah Tania dan meletakkan box berisi boneka Barbienya di atas kasurnya.


" Gak papa Caca, ayo main sebelum aku pulang. " Ujar Tania yang mulai berdiri dan mengambil box berisi boneka Barbie itu dan dia letakkan di bawah lantai.


Caca mengikuti Tania yang sudah duduk di lantai sambil mengeluarkan boneka-boneka Barbienya dari dalam box.


" Kata mommy, kalau kita ada masalah jangan di pendem sendiri. Gak enak kalau simpan masalah sendiri, kaya Caca. " Ujar Caca dengan sambil ikut mengeluarkan boneka-boneka Barbienya dari dalam box.


Tania terdiam mendengarnya. Bukannya dia tidak ingin membagi masalahnya. Tapi dia tidak ingin menambah beban pikiran sahabatnya itu, dia tau sahabatnya itu juga sedang punya masalah.


" Gini saja, bagaimana kalau Tata cerita sama Caca dan Caca cerita juga sama Tata, gimana? " Tawar Caca sambil menatap Tania yang juga sedang menatapnya.


" Caca janji deh gak bakal ada yang tau, selain kita berdua. " Ujar Caca membuat Tania menghela nafas.


Walaupun mereka masih sama-sama kecil. Tapi pola pikir mereka sudah seperti orang dewasa dan itu membuat Tania senang berteman dengan Caca dan begitupun sebaliknya.


" Siapa yang mau cerita duluan? " Ujar keduanya bersamaan.


" Caca duluan. " Ujar Tania dan Caca pun mengangguk mengiyakan.


" Waktu Caca pindah kesini, Caca ketemu sama kakak tampan yang umurnya lebih tua dari Caca. " Jeda Caca dengan menghela nafas sebelum kembali melanjutkan ceritanya.


" Awal pertemuan kita, dia itu dingin banget sama Caca, bukan sama Caca aja sih tapi semua anak-anak lain yang mencoba deket sama dia. " Jeda Caca kembali membuat Tania menatap penasaran kearahnya.


" Tapi berkat kesungguh-sungguhan Caca, Caca berhasil buat kakak tampan jadi gak dingin lagi ke Caca. Sejak hari itu kita jadi temen baik, kita juga sering janjian dateng ke taman buat main. Tapi sebulan yang lalu kakak tampan pergi ninggalin Caca. " Ujar Caca dengan menunduk sedih.


Tania yang mendengarnya langsung memeluk tubuh mungil Caca. Dia tau gimana rasanya kehilangan orang yang sangat berarti di hidup kita.

__ADS_1


" Caca sedih kakak tampan ninggalin Caca. Dia bilang gak bakal pergi lama-lama, tapi apa? Udah sebulan dia ninggalin Caca. " Ujar Caca menangis di dalam pelukan Tania.


" Cup, cup, cup. Nanti juga dia kembali lagi, Caca harus tetap sabar nunggu dia, kan sekarang udah ada Tata, jadi Caca gak sendirian lagi. " Ujar Tata melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang jatuh di kedua pelupuk mata sahabatnya.


" Iyaa, Caca bakal terus sabar nunggu kakak tampan kembali. Sekarang giliran Tata yang cerita. " Ujar Caca dengan tersenyum.


Tania mengangguk dan dia mulai menarik nafas sebelum mulai menceritakan masalahnya.


" Caca sudah tau kan bahwa kedua orang tua Tata sudah gak ada akibat kecelakaan? "


Caca mengangguk mengiyakan. Dia tau dari mommynya yang bercerita bahwa Tata sudah kehilangan kedua orang tuanya di usia yang masih sangat kecil.


" Waktu itu, aku berniat mengunjungi aunty Vero, oma dan oppa. Tapi saat itu mobil yang di kendarai kami menabrak sebuah truk dan membuat mobil kita masuk kedalam jurang. " Jeda Tania dengan mengusap air matanya yang mulai berjatuhan saat mengingat kejadian itu.


" Mommy dan daddy saat itu menyuruh aku untuk menutup mata ku. Saat aku mulai menutup mata, disitu aku merasakan pelukan mommy yang begitu erat melindungi ku sampai pelukan itu terlepas dan aku melihat mommy dan daddy yang tersenyum menatap ku dengan tubuh yang berdarah-darah. " Ujar Tania yang sudah tidak bisa menahan tangisannya, gadis kecil itu pun mulai menangis terisak mengingat terakhir kalinya kedua orang tuanya tersenyum kearahnya.


" Hal itu membuat aku sangat membenci boneka, karna saat kecelakaan itu aku sedang memeluk boneka teddy pemberian Daddy tepat di hari ulang tahun ku yang kedua tahun. " Ujar Tania membuat Caca yang mendengarnya langsung berganti memeluk tubuh sahabatnya.


Caca ikut merasakan sedih atas apa yang menimpa sahabatnya itu. Jika dia di posisi Tania, Dia juga pasti merasakan hancur di tinggal kedua orang tuanya. Bahkan dia tidak akan bisa sekuat sahabatnya itu.


~Bersambung~


Minta sarannya dong dari kalian buat S2nya.


Menurut kalian lebih enak nyampur disini atau bikin lapak sendiri?, aku masih bingung mau nyampur atau pisah lapak😂


Di tunggu masukannua😘 Jangan lupa likenya😊

__ADS_1


__ADS_2