My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 52


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗


°°°


Setelah berhasil membujuk putrinya, kini Ana tengah bersiap-siap menuju tempat kerjanya. Tidak lupa dirinya berpamitan ke Bi Ina dan Sekar.


" Bu, Ana berangkat ya, mungkin hari ini pulangnya sedikit telat karena ada tempat pembangunan yang memesan kue cukup banyak. " Ujar Ana yang mencium punggung tangan Bi Ina.


" Pembangunan yang deket dengan toko kue Ustadzah? " Ujar Bi Ina.


" Iya bu, kalau gitu Ana pergi dulu. " Ujar Ana dan diangguki Bi Ina.


" MOMMY!!! " Teriakkan dari arah belakang membuat Ana menoleh dan melihat putri kecilnya yang sudah cantik dengan dress selututnya dan tidak lupa bando pita yang selalu di kenakannya.


" Caca ada apa sayang? Mommy harus berangkat kerja. " Ujar Ana yang berjongkok mensejajarkan tinggi putri kecilnya.


" Mommy Caca ikut ya. " Ujar Caca dengan tatapan memohon.


" Caca mommy disana kerja, kalau Caca disana siapa yang jaga Caca, hmm? " Ujar Ana yang mencoba memberikan pengertian putri kecilnya.


Di tambah lagi sekarang pekerjaan banyak karena pemesan kue yang begitu banyak dari pembangunan yang tidak jauh dari toko kuenya. Membuat dirinya harus bekerja lembur nanti.


" Gak papa nanti Caca duduk aja sambil perhatiin mommy kerja, Caca janji gak bakal rewel. " Ujar Caca yang menarik-narik tangan mommynya dengan tatapan memohon.


" Caca sayang, biarkan mommy kerja. Caca di rumah saja sama oma dan aunty Sekar, nanti pas jam makan siang kita antarkan makan siang ke mommy. " Ujar Bi Ina yang mencoba membujuk Caca.


Bi Ina tau betapa sibuknya nanti Ana disana. Kalau Caca ikut pasti membuat Ana kerepotan nantinya harus menjaga Caca dan menyiapkan pesenan kue-kue, di tambah lagi sekarang toko kue Bu Ustadzah sudah sangat terkenal di kampungnya.


" Ya sudah, Caca gak jadi ikut. " Ujar Caca dengan melipat tangannya di depan dada sambil memasang wajah cemberutnya.

__ADS_1


" Kenapa cemberut gitu, hmm? Anak mommy gak boleh cemberut gitu nanti cantiknya hilang. " Ujar Ana dengan mengusap pucuk kepala putrinya.


" Huhh, baiklah. " Ujar Caca dengan mengubah ekspresinya menjadi tersenyum membuat Ana langsung mencium pipi chubbynya.


" Anak pintar, kalau gitu mommy kerja dulu ya. Caca ingat jangan rewel nanti kasihan oma sama aunty, janji? " Ujar Ana dengan mengulurkan jari kelingkingnya.


" Janji. " Caca mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Ana sambil tersenyum manis.


" Gadis pintar. " Ujar Ana yang kini mencium kening Caca.


Caca tersenyum manis dan mencium punggung tangan mommynya sebelum Ana berangkat kerja.


" Jadi anak yang pintar selama mommy pergi. " Caca mengangguk patuh.


" Bu, Ana berangkat ya. Titip Caca, kalau ada apa-apa langsung hubungin Ana. " Ujar Ana menatap Bi Ina yang berdiri di samping putrinya


" Ya nak, kau tidak perlu khawatir. Ibu sama Sekar pasti jagain Caca disini. " Ujar Bi Ina dengan tersenyum.


" Ya sudah Ana berangkat, Assalamu'alaikum. " Ujar Ana yang pergi meninggalkan rumah sederhana itu menuju toko kue dengan berjalan kaki.


Ya, Ana memiliki sepeda motor hasil uang tabungannya. Waktu itu dia harus punya sepeda motor untuk mengelilingi kampung ini untuk mencari pekerjaan dan alhamdulillahnya dia di tawarkan bekerja di toko kue tempatnya sekarang bekerja.


Selama di perjalanan menuju toko kue. Banyak ibu-ibu yang menyapanya. Karena Ana yang memiliki sikap yang baik, ramah, murah senyum dan rajin tolong menolong membuat seluruh warga kampung menyukainya.


Bukan hanya para Ibu-ibu saja yang menyukai sikap ramah Ana. Tapi para lelaki pun menyukai Ana dan banyak diantara mereka yang sempat melamar Ana tapi di tolaknya. Bukan tanpa alasan, karena dirinya belum melupakan rasa trauma di masalalunya membuat dirinya menolak setiap lamaran dari para lelaki yang melamarnya.


" Assalamualaikum. " Ujar Ana yang sudah tiba di toko kue sederhana tersebut dan menghampiri seorang wanita paruh baya yang tengah sibuk membuat kue.


" Waalaikumsalam, Ana kau sudah datang. " Ujar wanita paruh baya tersebut yang tidak lain dan tidak bukan ialah ustadzah, pemilik toko kue tempatnya bekerja.


" Sudah Ustadzah. " Ujar Ana dengan mencium punggung tangan wanita paruh baya tersebut.


" Sudah ibu bilang jangan memanggil seperti itu di toko. " Ujar Ustadzah Ainun dengan menggelengkan kepalanya melihat Ana yang masih memanggil dengan sebutan Ustadzah di toko kuenya.

__ADS_1


" Maaf Bu, lupa. " Ujar Ana dengan terkekeh.


" Ya sudah kau bantu Cindy membungkus kue-kue untuk nanti siang di bawa ke pembangunan Mall tersebut.


" Baik bu. " Ujar Ana yang langsung ke belakang tempat khusus untuk membungkus kue-kue.


Setibanya di ruangan bernuansa merah muda itu. Ana melihat seorang wanita muda yang tengah asik membungkus kue-kue dengan telaten.


" Assalamualaikum, Mba Cindy. " Ujar Ana dengan menghampiri wanita tersebut yang kini tengah tersenyum menatapnya.


" Waalaikumsalam, Ana. " Ujar Cindy dengan tersenyum.


" Ana telat ya? " Ujar Ana yang tidak enak karena dateng terlambat karena putri kecilnya tadi yang terus merengek ingin ikut.


" Tidak Ana, Mba juga baru datang. Caca rewel ya? " Ujar Mba Cindy yang sudah tau kalau Ana sudah memiliki seorang putri kecil yang cantik.


" Iya mba, Caca rewel pengen ikut. " Ujar Ana yang langsung menggunakan sarung tangan untuk memulai membungkus kue-kue basah tersebut.


" Biasalah anak kecil, tadi juga Sasa rewel. Tapi untung ada ayahnya yang libur sekarang. " Ujar Cindy yang membuat Ana terdiam.


Mungkin kalau sosok Daddy untuk Caca. Putri kecilnya itu tidak akan merasa sedih dan kesepian walaupun sudah ada Omanya dan auntynya.


Ana ingat yang di katakan Bi Ina saat itu kalau Caca pernah bilang iri dengan teman-temannya yang selalu bermain bersama dengan ayahnya di taman bermain deket pembangunan mall. Tapi karena masalalunya membuat dia tidak bisa mencari pengganti daddy untuk Caca dan membuat anaknya itu tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah.


~Bersambung~


Nihh episod nya ku banyakin🤭 Aku juga mau kasih tau latar tempat cerita ini yang tadinya Asia ku ganti eropa. Sempat waktu itu author ganti latar yg tadinya Jerman menjadi Indonesia, tapi sekarang author ganti lagi jadi Jerman😅


Kalau misalnya di episod sebelumnya masih ada kata-kata Jermannya kasih tau ya🤭 Biar langsung aku ganti dan maaf author lupa Caca masih umur 2 tahun jadi blm bisa sekolah 🤣 untung ada yang komen jadi author bisa ganti😅 Makasih buat yang udah ngasih tau


Thank you


Gomawo

__ADS_1


Arigato gozaimasu


__ADS_2