My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 77


__ADS_3

~ Happy Reading ~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Setibanya di dalam, mereka langsung di sambut para pelayan yang sudah berbaris di depan pintu.


Sebelumnya Zeno sudah memberitahukan kepada papihnya bahwa dia akan kembali hari ini dan membawa dua wanita berharga di hidupnya.


Hal itu berhasil membuat papihnya atau Tuan besar Germani penasaran akan dua orang wanita berharga bagi putranya itu.


" Selamat datang kembali tuan. " Ujar para pelayan yang tidak mengenali sosok Ana di samping tuan mudanya. Karena mereka semua baru di rekrut tuan dan nyonya Germani setelah tiga tahun kepergian Ana.


" Hmm, mereka dimana? " Ujar Zeno dengan tatapan datar dan dinginnya.


" Tuan besar dan nyonya ada di taman belakang tuan. " Ujar salah satu pelayan yang tau dari kata mereka yang di katakan Tuan mudanya itu.


" Hans, kau bawa Caca ke kamar ku. " Ujar Zeno yang menyerahkan Caca ke asisten pribadinya.


" Baik tuan, mari nona. " Ujar Hans dan diangguki Ana dengan tersenyum.


Zeno yang melihat Ana memberikan senyuman ke asistennya itu membuatnya tidak suka, apalagi disini masih banyak para pelayan dan bodyguard yang pasti melihatnya.


" Jangan senyum baby. " Bisik Zeno dengan mengeratkan genggaman tangannya membuat Ana meringis pelan merasakan sakit akibat genggaman Zeno yang begitu kencang.


" I-iyaa, maaf kak. " Gumam Ana yang masih bisa di dengar oleh Zeno.


" Hmm, ayo kita ke belakang. " Ujar Zeno yang ingin membawa Ana menemui kedua orang tuanya atau lebih tepatnya kedua orang tua mereka.

__ADS_1


" Kakak saja. " Ujar Ana yang melepaskan genggaman tangan Zeno dan menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau ikut.


" Tenang saja, ada aku by. " Ujar Zeno yang kembali menggenggam tangan Ana dan mencium punggung tangannya.


" Tap - "


Ucapan Ana terpotong dengan suara seorang wanita di belakangnya serta langkah kaki yang kini terdengar semakin mendekat ke arahnya.


" Zeno kau sudah pulang nak?! " Ujar suara yang sangat di ke Bali Ana yaitu suara mamih nya Fania Zee Germani.


" Hmm. " Zeno hanya berdehem saja saat kedua orang tuanya sudah tiba di hadapannya.


" Dia siapa nak? " Ujar Fania yang baru menyadari putranya pulang dengan seorang wanita yang kini tengah memunggunginya.


" Dia orangnya? " Tanya Davidto kepada putra tunggalnya yang kini mengangguk mengiyakan.


" Siapa pih? Kalian main rahasiaan sama mamih? " Ujar Fania yang belum tau sama sekali tentang pembicaraan Davidto dan Zeno semalem melalui telpon.


Ana yang mendengarnya sangat-sangat terkejut. Apakah dia yang mereka maksud?, Bukannya Zeno sangat-sangat membencinya?.


" Kau dengan cepat melupakan Ana dan bersama dengan wanita itu?! " Ujar Fania yang sedikit kesal melihat putranya bersama dengan wanita lain dan melupakan Ana, putrinya yang sudah di hancurkan masa depannya dengan putranya sendiri.


" Sabar mih, biarkan Zeno memilih pilihannya sendiri. " Ujar Davidto yang mencoba menenangkan istrinya yang terlihat marah mendengar putranya bersama dengan wanita lain.


" Sabar?! Mamih gak bakal bisa sabar lihat putra kita sama wanita lain, mamih tuh pengennya Zeno sama Ana pih! Bukan sama wanita ini!!! " Ujar Fania yang menunjuk Ana yang masih membelakanginya.


" Kalau kamu masih sama wanita ini! Mamih gak bakal pernah merestui kalian!!! " Ujar Fania dengan sangat marah melihat putra dan suaminya yang dengan mudah menerima wanita lain.


" Atau jangan-jangan kau selama ini masih membenci Ana dan tidak mencarinya?! KATAKAN ZENO!!! " Teriak Fania dengan menarik kerah jas putranya.

__ADS_1


" Mih tenanglah. " Ujar Davidto yang melepaskan genggaman tangan istrinya dari kerah jas putranya.


" Mamih gak bakal bisa tenang pih sebelum Zeno menemukan Ana dan menikah dengannya!!! " Teriak Fania dengan menepis tangan suaminya.


" Sekarang kau bawa perempuan ini keluar dari sini! Mamih gak bakal pernah menerima perempuan lain selain Ana! " Ujar Fania yang langsung pergi meninggalkan mereka kembali ke kamarnya.


Zeno hanya bisa tersenyum melihat tingkah mamih nya. Dia senang mendengar perkataan mamih nya tadi dan dengan begitu dia akan mudah menjadikan Ana sebagai miliknya.


Davidto yang melihat putranya tersenyum merasa aneh. Ya, aneh kena marah dengan istrinya tapi reaksi Putranya itu malah tersenyum.


" Jangan bilang itu - " Davidto tidak bisa melanjutkannya dan menatap Zeno yang kini mengangguk mengiyakan.


" Ya, papih benar. Itu Ana, Ana berbalik lah sayang. " Ujar Zeno yang meminta Ana berbalik menatap papih.


Davidto terkejut saat wanita yang di bawa Zeno berbalik menatapnya.


" Ana!!! " Ujar Davidto dengan sangat bahagia dan memeluk tubuh Ana, putri tersayangnya.


Walaupun Ana bukanlah putri kandung mereka, mereka selalu menyayangi Ana. Mungkin selama ini mereka terlihat seperti orang jahat, tapi itulah cara mereka mendidik Ana dengan sangat keras sampai membuat putri mereka tersakiti.


Mereka hanya ingin Ana tumbuh menjadi gadis yang kuat. Dunia ini begitu kejam dan sangat berbahaya untuk gadis yang lemah. Makanya mereka mendidik Ana dengan keras agar putrinya itu tumbuh menjadi gadis yang kuat dan siap menjalani hidup di tengah-tengah kekejaman dunia ini.


~Bersambung~


Aku mau promosi nihh🤭 Aku buat novel baru dengan judul " My Posesif Boyfriend "


Nah novel baru ku itu menceritakan keposesifan seorang ketua osis sekaligus Ketua atau leader geng motor yang di kenal sebagai The Boys Tiger.


Lebih lengkapnya kalian bisa langsung cuss kesana🤭 Bagi kalian yang mau baca bisa langsung klik profil ku dan pilih ceritanya 👇

__ADS_1



Kalau dah mampir jangan lupa likenya, rate 5 bintang, vote dan komennya😘 Makasih orang baik😊😇


__ADS_2