My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 117


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Ana yang masih ngambek dengan sang suami, tidak memperdulikan kehadiran Zeno disebelahnya.


" Sayang, udah lah ngambeknya. " Ujar Zeno yang menarik-narik tangan Ana.


" Ishh, lepas! " Ujar Ana ketus sambil menghempaskan kasar tangan Zeno.


" Lagian kamu lebay banget, kita kan udah sah, ngapain malu-malu gitu. " Ujar Zeno membuat Ana menatap sinis kearahnya.


" Tau ahh. " Ujar Ana yang memilih pergi ke meja makan, karna perutnya sedari tadi terus berdemo.


Zeno mengikuti Ana di belakang. Pria tampan itu langsung menarik kursi makan di sebelah sang istri.


" Sayang, udah ya jangan ngambek. " Ujar Zeno yang terus membujuk, kalau sang istri terus ngambek yang ada malam ini dia tidak bisa malper.


Ana terus diam mengacuhkan Zeno. Wanita cantik itu lebih memilih memakan makanannya daripada meladeni suaminya. Tapi saat dia tengah asik memakan makanannya, Tiba-tiba Zeno menggendong dirinya ala bridal style.


" KAK TURUNINNN!!! " Teriak Ana yang terus memberontak.


" Siapa suruh ngambek. " Ujar Zeno yang masih menggendong Ana menuju kamar mereka.


Setibanya di kamar, Zeno langsung menghempaskan tubuh Ana keatas ranjang. Sedangkan sang korban menatap tajam kearahnya sambil meringis sakit karna tubuhnya tiba-tiba di lempar.

__ADS_1


" Sakit tau! " Ujar Ana menatap Zeno dengan sengit.


" Aku gak peduli. " Ujar Zeno yang langsung melepaskan bajunya.


" Mau ngapain, hahh?! " Ujar Ana berpura-pura marah, padahal dalam hatinya dia sudah takut melihat Zeno yang sudah melepaskan bajunya.


" Bikin babby buat Caca. " Ujar Zeno yang sudah mengukung tubuh Ana.


" Ishh, gak mau! Awasss, aku mau makan! " Ujar Ana yang mencoba mendorong tubuh suaminya, tapi tidak sedikit pun tubuh suaminya itu menjauh darinya.


" Nanti, setelah kita buat babby. " Ujar Zeno yang langsung mencium bibir ranum Ana yang sedari tadi terus menggoda dirinya.


" Hemm. " Ana terkejut mendapati ciuman tiba-tiba, tapi dia tidak munafik, ciuman yang berubah ******* itu mampu membuatnya tergoda dan berakhir membalasnya.


Zeno yang merasakan Ana yang membalas ciumannya tersenyum senang. Tangannya juga kini sudah mulai meremas kedua gundukan istrinya itu.


" Hemm. " Ana memukul-mukul dada bidang Zeno dan Zeno yang paham istrinya sudah kehabisan nafas itu langsung menghentikan ciumannya.


" Maaf sayang. " Ujar Zeno dengan mengecup kening Ana.


" Kita lanjutkan ya. " Ujar Zeno dengan meminta ijin.


" Nanti kak, aku laper. " Ujar Ana dengan mengelus perutnya.


" Satu ronde, habis itu kita makan. " Ujar Zeno yang sudah tidak tahan menahan nafsunya.


" Gak! Kamu mah bilangnya satu, tapi nanti lebih. " Ujar Ana yang mendorong tubuh Zeno dan membuat Zeno bangkit dari tubuhnya.

__ADS_1


" Tapi janji ya? Habis makan, kita lanjutkan. " Ujar Zeno menahan tangan Ana yang ingin bangkit dari ranjang.


" Hmm. " Ana hanya berdehem malas, yang penting perutnya kenyang dulu.


" Ya udah ayo kita makan. " Ujar Zeno yang menggendong tubuh istrinya kembali ala bridal style menuju meja makan.


Ana hanya pasrah di gendong suaminya. Dia mengalungkan tangannya di leher suaminya agar tidak jatuh.


...----------------...


Di sisi yang berbeda, tepatnya di salah satu kamar hotel dimana Caca, Fani dan Davidto tinggal. Kini gadis kecil itu sedang terduduk melamun di balkon kamarnya. Kamar dirinya dan kamar Grandpa dan Grandmanya berbeda.


Gadis kecil itu melamun memikirkan seseorang yang sangat berarti di hidupnya setelah kedua orang tuanya dan Grandpa serta Grandmanya. Siapa lagi kalau bukan kakak tampannya.


Caca merasa kesepian saat tidak ada sosok kakak tampannya yang selalu membuat dirinya tertawa lepas. Selama ini dia belum pernah mendapatkan seorang teman yang seperti kakak tampannya.


Hal yang sama pun terjadi dengan bocah laki-laki tampan yang tengah bersandar di pagar pembatas balkon kamarnya. Dia begitu merindukan gadis kecilnya.


Gadis kecil yang mampu mencairkan sikapnya yang dingin dan mampu membuat dirinya merasakan kehangatan dan kenyamanan yang tidak pernah dia dapatkan dari orang lain selain keluarganya.


Caca mampu membuat dirinya nyaman akan sosok orang asing di hidupnya. Biasanya dia tidak pernah merasa nyaman di dekat orang lain selain keluarganya dan sahabat laki-lakinya.


" Tunggu aku Baby girl. " Ujar Bocah laki-laki itu sambil tersenyum menatap langit-langit malam yang sangat indah di temani oleh bintang-bintang kecil.


~Bersambung~


Tahan ya buat yang nunggu S2 nya🤭 Kalau aku langsung buat S2 nya nanti kalian protes gak dapat kehidupan Caca kecil🤭

__ADS_1


Sabar aja, pasti nanti aku bakal bikin S2 nya. Sambil aku ceritain kisah Zeno dan Ana setelah menikah🤭😂


Likenya jangan lupa ya😘❤


__ADS_2