My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 119


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Pagi harinya, terlihat kedua pasangan suami istri yang masih tertidur, dengan Ana yang berada di dalam pelukan Zeno.


Semalam mereka bermain cukup lama sampai memasuki waktu subuh. Karna ulah Zeno yang tidak pernah merasa puas. Kalau bukan karna Ana yang sudah begitu lemas dan ngantuk, Zeno tidak akan menghentikan permainannya.


Sebuah ketukan pintu dan suara bel yang dibunyikan dari luar, tidak mampu membangunkan keduanya dari tidurnya. Bahkan suara deringan ponsel di kedua ponsel mereka juga tidak mampu membuat mereka bangun dari tidurnya.


Sampai membuat seorang wanita paruh baya yang berada di luar menggerutu kesal melihat tidak ada satu pun yang keluar dari dalam.


" Huhh, mereka berdua kemana sih. Gak keluar-keluar. " Ujar Fania yang terus menekan bel di samping kiri pintu kamar putra dan menantunya.


" Sudahlah mih, mungkin mereka capek habis acara semalam. " Ujar Davidto yang dengan santai bersandar di depan pintu kamarnya sambil menoleh kesamping menatap sang istri.

__ADS_1


" Tapi kan ini waktunya sarapan pih, papih kan tau sendiri Ana punya penyakit maag, telat sedikit kambuh. " Ujar Fania yang hanya mengkhawatirkan putrinya sekaligus menantunya.


" Nanti juga bangun, mendingan kita sarapan dulu kasihan cucu grandpa dah nunggu. " Ujar Davidto membuat Fania akhirnya menyerah membangunkan keduanya dan memilih masuk kedalam kamarnya kembali untuk sarapan bersama dengan sang cucu.


Di dalam kamar kedua pasangan paruh baya itu. Caca duduk tenang di kursi meja makan, sambil menunggu kehadiran grandpa dan grandmanya Caca melepaskan kalung pemberian kakak tampannya dan di pandanginya kalung itu dengan tersenyum.


" Aku pasti nunggu kakak. "


Padahal umurnya masih terbilang sangat kecil. Tapi pola pikirnya sudah seperti orang dewasa. Bahkan sekarang dia sudah tau bahwa kalung itu pertanda bahwa dia milik kakak tampannya. Karna dia diam-diam sering nonton drakor yang pernah mommy-nya nonton dan kebetulan di dalam drakor itu ada seorang wanita yang ditinggal pergi oleh pasangannya dan sebelum itu pasangannya memberikan dia sebuah kalung sebagai tanda bahwa wanita itu miliknya.


" Cucu grandma sedang apa? " Ujar Fania tiba-tiba membuat Caca yang kaget refleks menjatuhkan kalungnya.


Caca langsung mengambil kembali kalungnya. Di pasangnya kembali di leher putihnya. Gadis kecil itu mencoba terlihat baik-baik saja di depan grandpa dan grandmanya.


" Itu kalung pemberian siapa? " Tanya Fania sambil duduk di depan Caca dan begitupun dengan Davidto yang duduk di sebelah istrinya.


" Grandma Caca laper, ayo kita makan. " Ujar Caca mencoba mengalihkan pembicaraan, karna dia belum siap bercerita dengan grandma dan grandpanya dan cukup mommy-nya yang tau tentang kalung itu.

__ADS_1


Fania menghela nafas, dia mengerti bahwa cucu tersayangnya itu belum mau bercerita dan dia juga harus bisa mengerti cucunya.


" Baiklah tuan putri. " Ujar Fania dengan tersenyum dan Caca pun ikut tersenyum mendengarnya.


" Caca mau itu grandma, tolong ambilkan. " Ujar Caca menunjuk nasi goreng yang berada di depan grandmanya.


Fania langsung mengambilnya dan menyendokkan nasi goreng itu ke piring cucunya.


" Makasih grandma. " Ujar Caca dengan tersenyum.


" Sama-sama sayang, papih mau apa? " Ujar Fania menatap sang suami.


" Papih samain kaya Caca. " Ujar Davidto membuat Fania langsung kembali menyendokkan nasi goreng itu ke piring suaminya.


Setelah selesai melayani keduanya. Kini giliran Fania yang menyendokkan nasi goreng itu ke piringnya dan mereka pun menikmati sarapan pagi bersama tanpa putra, putri atau mommy dan daddynya.


~Bersambung~

__ADS_1


Likenya jangan lupa😘


__ADS_2