My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 29


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Pagi harinya di kediaman Germani. Tepatnya di dalam kamar mandi bernuansa hitam, terlihat seorang wanita cantik yang tengah menangis di bawah guyuran air shower sambil terus menggosok-gosok tubuhnya.


" Hikss, a-aku hikss ko-kotor hikss. " Isak tangis wanita cantik itu yang tidak lain ialah Ana.


Sejak kejadian kemarin malam yang dilakukan kakaknya sampe tengah malam membuat semua tubuhnya remuk dan penuhi tanda-tanda merah di sekujur tubuhnya.


Ana terus menggosok tubuhnya dengan jijik. Berusaha untuk menghilangkan tanda-tanda merah tersebut. Tapi bukannya hilang, tubuhnya malah semakin merah dan membuat Ana hanya bisa menangis sambil menatap dirinya dengan jijik.


Tokk ...


Tokk ...


Bunyi ketukan pintu kamar mandi membuat Ana langsung mematikan showernya dan mengambil jubah mandi yang sudah ada di dalam kamar mandi.


" Nona ini saya Bi Lona. " Ana langsung membukakan pintunya dan menatap wanita paruh baya yang sedang memegang dua paper bag.

__ADS_1


Bi Lona memandang wajah sembab nona mudanya itu dan tidak sengaja melihat tanda merah di curuk leher nona nya itu.


" Sungguh tega tuan muda. " Batin Bi Lona yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran tuan mudanya itu.


Padahal nona Ana adalah adiknya sendiri, tapi tuan mudanya itu melakukan hal begituan dengan adiknya sendiri. Bisa dilihat tatapan sendu dari nona mudanya itu terkesan tuan mudanya lah yang memaksakannya.


" Ini nona pakaian untuk nona dari tuan muda. " Ujar Bi Lona dengan memberikan dua paper bag tersebut.


" Pakaian baru? " Tanya Ana.


" Iyaa nona, dari tuan muda. " Ujar Bi Lona dan membuat Ana langsung mengambilnya.


" Sama-sama nona, kalau sudah selesai nona turun kebawah sarapan ya. " Ujar Bi Lona dengan lembut.


" Iyaa bi, apakah dia ada? " Bi Lona mengerti maksud dari kata dia yang di sebut nona mudanya itu.


" Tidak nona, tuan muda baru saja pergi. " Ujar Bi Lona membuat Ana bisa bernafas lega.


" Baiklah, Bi. Sekali lagi terimakasih. " Ujar Ana dan di balas senyuman ole bi Lona.

__ADS_1


" Kalau begitu saya permisi nona. " Ana mengangguk tersenyum dan setelah bi Lona keluar dari kamar Zeno, Ana pun kembali masuk kedalam kamar mandi untuk mengenakan pakaian tersebut.


...----------------...


Sedangkan di sebuah perusahaan teknologi, seorang pria tampan yang mengenakan pakaian casual berjalan memasuki perusahaan tersebut dan banyak para karyawan yang melihatnya menunduk hormat.


Pria tampan yang mengenakan pakaian casual itu Zeno. Zeno yang moodnya tengah hancur memutuskan untuk pergi ke perusahaannya dengan stel yang seperti biasa dia gunakan.


Walaupun dia akan pergi ke kantor, Zeno tidak pernah menggunakan pakaian formal karena itu bukan style-nya. Tapi berbeda kalau dia sedang ada meeting dengan client penting, mau tidak mau dia harus menggunakan pakaian formal.


" Selamat pagi presdir. " Ujar seorang pria tampan yang menggunakan pakaian kantor yang menyambut Zeno di depan ruangannya.


" Hmm, apa jadwal ku hari ini? " Tanya Zeno ke sekretaris pribadinya.


" Jadwal presdir hari ini hanya menandatangani berkas-berkas dan malam harinya presdir di undang makan malam di kediaman Mr Jura. " Ujar sekretaris pribadinya itu yang bernama Vincen.


" Hmm, untuk makan malam tolak bilang saja jadwal ku sedang sibuk. " Ujar Zeno dengan santai sambil membaca berkas-berkas yang menumpuk di mejanya sebelum di tandatangani olehnya.


" Baik presdir, kalau begitu saya permisi. " Zeno hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas tersebut.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2