My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 56


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗


°°°


Di sebuah kamar bernuansa coklat hitam. Zeno tengah menikmati pemandangan taman kecil yang sengaja dia buat di Villa pribadinya itu lewat balkon kamarnya.


Sambil menikmati pemandangan bunga-bunga di taman kecilnya. Dirinya sesekali meminum segelas vodka.


Tokk ...


Tokk ...


" MASUK!!! " Teriak Zeno sambil arah pandangannya tetap ke arah taman kecilnya.


Cklek ...


Pintu terbuka terlihat sekretaris Hans yang berjalan dengan sebuah map di tangannya.


" Permisi tuan ini data tempat tinggal nona Ana. " Ujar sekretaris Hans dengan menyerahkan map yang di pegangnya tadi.


" Bacakan. " Ujar Zeno sambil meminum vodka nya.

__ADS_1


Sekretaris Hans langsung menarik kembali map nya dan mulai membacakannya.


" Jadi dia tinggal tidak jauh dari proyek? " Tanya Zeno dan diangguki sekretaris Hans.


" Siapkan mobil, kita kesana sekarang. " Ujar Zeno yang sudah tidak sabar bertemu dengan wanitanya lagi dan Zeno juga ingin melihat anaknyanya yang sekarang mungkin sudah tumbuh besar.


" Baik tuan. " Sekretaris Hans langsung berlalu keluar.


" Tunggu aku baby. " Gumam Hans dengan kembali meminum vodka nya.


Sungguh dia sudah tidak sabar untuk membawa wanitanya kembali kedalam genggamannya.


...----------------...


Sedangkan di sisi Ana sekarang dia tengah makan siang bersama dengan putrinya, Sekar, dan juga bos nya.


" Wahh benarkah Caca yang buat? " Ujar Ana dengan menerimanya dan mulai mengambil sepotong ayam kedalam piringnya.


" Iyaa, tadi Caca bantuin oma buat ayamnya. " Ujar Caca dengan mengangguk antusias.


Sekar dan Bu Ustadzah tersenyum melihat Caca yang begitu antusias menunjukkan masakannya.


" Hemm, enak sekali sayang. " Ujar Ana dengan menunjukkan jempolnya membuat Caca tersenyum senang melihat mommynya menyukai masakan pertamanya.


" Wahh benarkah enak? " Ujar Bu Ustadzah yang ingin menggoda Caca.

__ADS_1


" Cobain saja kalau nenek Umi tidak percaya. Masakan Caca sama oma tuh enak gak ada tandingannya. " Ujar Caca dengan percaya diri.


" Hemm baiklah, sini nenek Umi cobain. " Ujar Bu Ustadzah dengan mengambil sepotong ayam lada hitam ke atas piringnya.


Caca terus menatap ke arah nenek uminya dengan ekspresi wajahnya yang sangat menegangkan.


Ana dan Sekar sambil menahan tawa melihat ekspresi Caca yang sedang deg-deg an menunggu penilaian juri.


Bu Ustadzah langsung mengacungkan jempolnya kebawah membuat Caca kecewa melihatnya, tapi sedetik kemudian Caca tersenyum melihat Bu Ustadzah yang membalikkan jempolnya ke atas bertanda enak.


" Ana, Sekar kau lihat tadi ekspresi Caca sangat jelek. " Ujar Bu Ustadzah dengan terkekeh membuat Caca memajukan bibirnya.


" Uhh, nenek Umi ngerjain Caca mulu. " Ujar Caca dengan melipat tangannya di dada dan langsung membuang muka tidak mau menatap Bu Ustadzah.


" Hahaha, Caca sayang. Nenek Umi kan hanya bercanda, masakkan Caca sama oma selalu enak. " Ujar Bu Ustadzah yang membawa Caca ke atas pangkuannya.


Cupp ...


" Terimakasih Nenek Umi. " Ujar Caca dengan tersenyum manis sambil mencium pipi Bu Ustadzah.


" Kau ini sangat menggemaskan, rasa-rasanya pengen nenek Umi kurung di kamar. " Ujar Bu Ustadzah dengan terkekeh.


" Ihh masa di kurung! Jadi takut Caca. " Ujar Caca dengan pura-pura menampilkan ekspresi wajah takutnya.


" Hahah, habisnya menggemaskan. " Ujar Bu Ustadzah dengan mencium pipi chubby Caca.

__ADS_1


Ana tersenyum melihatnya. Tidak menyangka putri kecilnya itu bisa mengambil hati orang-orang terdekatnya. Sampai semua tetangganya saja semua menyukai Caca walaupun dulu saat kehamilannya tanpa seorang suami membuat dirinya di kucilkan.


~Bersambung~


__ADS_2