
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Setibanya di kolom renang indoor. Ana melihat ke sekeliling dan mendapati kedua orang tuanya yang tengah tiduran di bangku.
" Mih, pih. " Ujar Ana berjalan mendekati kedua orang tuanya.
" Kenapa sayang? Sini duduk di sebelah mamih. " Ujar Fania membenarkan posisi tidurannya menjadi duduk.
" Gak papa, Ana mau disini aja. " Ujar Ana dengan tersenyum.
" Mamih kira kenapa? Kamu sama Zeno gak nyari cincin? " Tanya Fania.
" Nanti paling mih. Mamih sama papih ngapain disini? Biasanya di ruang tengah. " Ujar Ana menatap kedua orang tuanya.
" Ini papih mu katanya mau tiduran sambil natap kolom renang. " Ujar Fania membuat Ana terkekeh.
" Ada-ada aja papih. " Ujar Ana menatap David yang masih tiduran.
" SAYANG!!! "
Mereka yang ada disana langsung menatap Zeno yang tengah berjalan mendekati mereka dengan raut wajah kesal.
__ADS_1
" Kamu kenapa kesal gitu? " Tanya Fania ke Zeno yang sudah duduk di salah satu bangku di sebelahnya.
" Tanyain aja ke menantu mamih itu! " Ujar Zeno yang masih kesal, seharusnya dia yang marah, ini malah kebalik.
" Kalian lagi bertengkar? " Tanya Fania ke Ana.
" Gak mih, Ana kesal aja kak Zeno sibuk sama ponselnya terus. " Ujar Ana yang tidak sadar dengan dirinya sendiri yang juga sibuk dengan ponselnya.
" Kok malah nyalahin aku? Kan kamu duluan yang sibuk sama ponsel kamu, sampai aku-nya di cuekin. " Ujar Zeno yang tidak ingin disalahkan.
" Kamu juga. " Ujar Ana yang tidak mau kalah.
David dan Fania saling tatap-tatapan. Mereka bingung siapa yang salah dan yang benar.
" Iya mih. " Ujar Ana mengangguk mengiyakan.
" Ya sudah, kalian kapan mau nyari cincin? Kan lebih cepat lebih baik. Atau kalian mau desain sendiri? " Tanya Fania menatap keduanya.
" Kamu mau nya gimana sayang? " Ujar Zeno yang malah menanyakan Ana, karna dia mau Ana yang menentukan.
" Aku sih bebas kak, mau desain sendiri atau nyari yang udah jadi juga. " Ujar Ana karna menurut dirinya sama saja mau desain atau yang udah jadi juga sama-sama cincin.
" Mamih saranin sih kalian desain aja sendiri. Kan buat kalian seumur hidup, biar gak pasaran. " Ujar Fania.
" Hmm, ide yang bagus. Kalau gitu kita desain aja ya sayang? " Ujar Zeno menatap Ana yang mengangguk tersenyum.
__ADS_1
" Iyaa kak, tapi bukannya butuh waktu yang lama buat desain kaya gitu? " Ujar Ana yang setau dirinya nge desain cincin yang mereka inginkan butuh waktu yang lama, belum lagi proses pembuatannya.
" Tenang aja, sayang. Mamih punya kenalan temen, dia kerjanya cepet, udah gitu bagus banget lagi hasilnya. " Ujar Fania yang mengingat dulu ada anak teman mereka juga yang mendesain ke temannya itu dalam waktu singkat dan hasilnya bisa di katakan perfect.
" Kalau kalian mau nanti mamih hubungin dia. " Ujar Fania.
Ana dan Zeno saling tatap. Sedetik kemudian mereka berdua mengangguk mengiyakan.
" Ya udah, nanti mamih telpon orangnya. " Ujar Fania dengan tersenyum.
" Permisi nona, ini minumannya. " Ujar pelayan tadi yang baru datang membawakan segelas jus alpukat pesanan Ana.
" Makasih ya bi. " Ana menerima gelas berisikan jus tersebut dengan tersenyum.
" Iyaa nona, kalau begitu saya permisi tuan, nyonya, tuan muda dan nona. " Ujar pelayan itu membungkukkan badannya sebelum berlalu pergi.
" Oh ya sayang, dimana cucu mamih? " Ujar Fania yang belum bertemu dengan Caca lagi setelah sarapan pagi tadi.
" Lagi main ke taman mih, sama Bi Ina. " Ujar Ana dengan meminum jus alpukatnya.
" Ohh, pantesan sepi. " Ujar Fania membuat mereka semua terkekeh mendengarnya.
~Bersambung~
Aku up satu lagi, sebagai ganti kemarin aku gak up🤠Likenya jangan lupa ya😘
__ADS_1